Universitas Medan Area (UMA) menggelar wisuda untuk 1.090 lulusan dari jenjang doktor, magister, dan sarjana. Acara berlangsung di Gelanggang Mahasiswa Kampus I UMA, Jalan Kolam Medan Estate, dengan tema “From Excellence to Global Impact: UMA Graduates Commit to Sustainable Change.”
Prosesi dipimpin oleh Rektor UMA, Prof. Dr. Dadan Ramdan, M.Eng., M.Sc., dan dihadiri oleh tokoh-tokoh penting, termasuk Kepala LLDikti Wilayah I, Prof. Saiful Anwar Matondang, M.A., Ph.D., Wakil Wali Kota Tanjungbalai, Muhammad Fadly Abdina, S.P., M.Si., dan Ketua Yayasan Pendidikan Haji Agus Salim (YPHAS), M. Erwin Siregar, S.E., M.B.A.
Wakil Rektor Bidang Penjaminan Mutu Pendidikan dan Ketua Panitia Wisuda, Sherlly Maulana, S.T., M.T., menyampaikan bahwa UMA menggelar wisuda dua kali setahun. Pada periode ini, UMA meluluskan 960 sarjana, 127 magister, 1 doktor Ilmu Pertanian, dan 1 lulusan asing dari Tiongkok di Program Studi Magister Manajemen.
Rata-rata Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) lulusan menunjukkan hasil yang membanggakan: 3,44 untuk sarjana, 3,73 untuk magister, dan 3,66 untuk doktor. Selain itu, 17% lulusan sarjana menyelesaikan studi dalam 3,5 tahun, 65% magister dalam 1,5 tahun, dan 33% doktor dalam 2,5 tahun. Wisudawan terbaik periode ini adalah Tarsius Tulus Hati Buulolo, S.Kom. (sarjana), Faisal Rahman, S.ST., M.A.P. (magister), dan Dr. Darmansyah Siregar, M.Si. (doktor).

Dalam sambutannya, Rektor UMA menekankan bahwa wisuda adalah simbol transformasi intelektual yang mempersiapkan lulusan untuk memberikan kontribusi di tengah tantangan global. “Tema wisuda ini merespons dinamika zaman, mendorong lulusan UMA menjadi agen perubahan berkelanjutan,” ujar Prof. Dadan.
Ia juga menyoroti pentingnya adaptasi terhadap era digital, kecerdasan buatan, krisis iklim, serta tantangan pangan dan energi. UMA menetapkan visi jangka panjang sebagai Green Digital University 2029 yang mengedepankan prinsip jujur, akurat, integritas, dan berkelanjutan.
Rektor menyatakan bahwa UMA telah melahirkan 36.081 alumni yang tersebar di berbagai sektor, baik di dalam maupun luar negeri. Dari sisi akademik, UMA menerima 33 hibah penelitian dan 2 hibah pengabdian kepada masyarakat, menjadikannya perguruan tinggi swasta terbanyak kedua penerima hibah di Sumatera Utara dan PTS terbaik versi Times Higher Education (THE) Impact Rankings.
UMA juga mengadopsi sistem ijazah dan transkrip dwibahasa untuk meningkatkan internasionalisasi. Lulusan diharapkan tidak hanya menjadi tenaga kerja yang kompeten tetapi juga pencipta lapangan kerja dan duta almamater.
Prof. Saiful Anwar Matondang mengapresiasi kemajuan UMA, terutama dalam riset pertanian dan teknik. Ia menegaskan bahwa pendidikan tinggi harus memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
Ketua YPHAS, M. Erwin Siregar, juga menyampaikan selamat kepada wisudawan dan mendorong penerapan ilmu yang diperoleh di tengah masyarakat untuk meningkatkan peradaban. Ia menegaskan dukungan yayasan terhadap UMA sebagai perguruan tinggi berstandar internasional.
Wakil Wali Kota Tanjungbalai, Muhammad Fadly Abdina, menyatakan kebanggaannya sebagai alumni UMA dan mengajak lulusan untuk berkontribusi dalam pembangunan masyarakat. Ia berkomitmen untuk menjalin kemitraan strategis dengan UMA demi peningkatan kualitas sumber daya manusia.

