
Wabah virus corona yang baru saja ditemui akhir desember lalu di kota Wuhan. Diketahui bahwa jenis virus yang muncul di Wuhan, China merupakan jenis baru yang memiliki nama lain novel coronavirus (nCoV). Virus ini konon bekerja dengan menyerang sistem pernafasan sehingga gejala umum yang muncul pada pengidap awalnya mirip dengan flu.
Kekhawatiran akan penyebaran virus yang sampai saat ini belum dapat ditemukan vaksin pencegahnya ini terus muncul. Oleh karena itu World Health Organization (WHO) menghimbau kepada seluruh masyarakat dunia untuk melakukan langkah pencegahan agar terhindar dari virus tersebut dengan proteksi yang tepat.
Hal ini termasuk memberikan pengawasan kepada orang-orang yang baru datang dari wilayah terdampak seperti Wuhan. Selain itu juga orang-orang yang sedang mengalami gangguan saluran pernafasan seperti flu dan batuk. Sebagai tindakan preventif yang tepat, WHO turut menyarankan agar masyarakat termasuk petugas kesehatan untuk menggunakan masker.
Namun, masker apa yang tepat untuk mencegahnya virus corona? Dan Seberapa Efektif?
Untuk mencegah tubuh dari terinfeksi virus tersebut, terdapat 2 masker yang disarankan untuk digunakan yaitu masker bedah (surgical mask) dan masker N95.
Masker Bedah
Masker bedah atau dalam dunia medis dikenal dengan surgical mask, merupakan jenis masker sekali pakai yang digunakan oleh para tenaga medis ketika akan menangani pasien. Umumnya masker ini dijual dengan harga terjangkau dan mudah ditemukan sehingga lebih mudah digunakan untuk aktivitas sehari- hari.
Terlebih, jika Anda sedang mengalami flu atau batuk, masker ini dapat mencegah penularan virus kepada orang lain. Pasalnya penyakit-penyakit tersebut dapat menular dengan mudah melalui udara.
Menurut Dr. William Schaffner, profesor kedokteran preventive medicine and infectious disease di Vanderbilt University, masker bedah umumnya dibuat dari bahan yang tipis dan tidak dapat melekat dengan rapat pada wajah. Akibatnya, terbentuk ruang dan celah di sekitar pipi dan tepi mulut, sehingga udara dapat masuk dan keluar dengan mudah.
Masker N95
Bagi beberapa orang penggunaan N95 dianggap tidak nyaman digunakan karena terlalu ketat sehingga membuat sulit bernafas dengan baik. Seorang asisten profesor fakultas kedokteran dari Emory University School of Medicine, berpendapat bahwa masker N95 95% mampu menyaring polutan dengan baik dan sangat efektif mencegah terjadinya penularan virus.
Meski nampaknya perlindungan masker N95 lebih unggul dari masker bedah. Namun, berdasarkan data meta-analisis yang tertulis pada Journal National Center for Biotechnology Information, U.S. National Library of Medicine, menunjukan bahwa belum ditemukan cukup data yang dapat memastikan bahwa masker N95 jauh lebih efektif dari masker bedah.
Artikel Lainnya :

