Universitas Medan Area (UMA) berhasil menyelenggarakan Rapat Koordinasi Hilirisasi Riset dan Inovasi Rumpun Ilmu Pangan dan Teknik dengan seluruh Perguruan Tinggi Swasta (PTS) di LLDIKTI Wilayah I Sumatera Utara. Acara ini dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meeting pada Sabtu, 3 Mei 2025, pukul 10.00 WIB.
Rapat ini bertujuan memperkuat ekosistem riset yang berimpact nyata melalui hilirisasi hasil penelitian yang dikembangkan oleh dosen PTS, khususnya dalam bidang pangan dan teknik. Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen UMA sebagai Koordinator Rumpun Ilmu Pangan dan Teknik yang ditunjuk oleh LLDIKTI Wilayah I.
Hadir dalam acara ini Kepala LLDIKTI Wilayah I, Prof. Drs. Saiful Anwar Matondang, M.A., Ph.D., yang memberikan sambutan serta arahan strategis mengenai pentingnya kolaborasi riset antar PTS untuk menciptakan inovasi daerah. Rektor UMA, Prof. Dr. Dadan Ramdan, M.Eng., M.Sc., juga menyampaikan komitmen UMA dalam memfasilitasi kerja sama antar PTS dan mendorong transformasi riset menjadi solusi nyata.
Acara ini menyertakan pemaparan oleh Wakil Rektor Bidang Riset, Publikasi, dan Kemitraan, yang menjelaskan peran UMA dalam mengidentifikasi potensi hilirisasi riset di Sumatera Utara, skema pengumpulan data, peluang matching fund, serta pentingnya dokumentasi HKI dan komersialisasi produk inovatif.
Dr. Sayuti Rahman, S.T., M.Kom., Kepala Pusat Penelitian, Pengabdian Masyarakat, dan Publikasi Internasional (P3MPI) UMA, memaparkan mengenai skema hilirisasi, sistem pendataan inovasi, dan capaian riset yang telah mencapai tahap komersialisasi.
Dipandu oleh Zarina Alfandari, S.Psi., acara ini diikuti oleh lebih dari 100 peserta, termasuk pimpinan PTS, dosen peneliti, dan pengelola lembaga riset dari berbagai kampus di Sumatera Utara.
Sebagai hasil dari kegiatan ini, tercatat 18 entri riset dan inovasi dari PTS di Sumut, mencakup bidang teknik, pangan, dan pengolahan lingkungan. Beberapa inovasi unggulan yang ditampilkan antara lain:
- Prototipe mesin uji impak Charpy dari UMA Teknik Mesin;
- Superkapasitor ramah lingkungan berbasis nano karbon dari kentang;
- Produk mie bebas gluten dari kacang hijau dan keladi hutan;
- Media tanam jamur tiram dari serbuk pelepah sawit;
- Sistem kecerdasan buatan untuk deteksi burnout karyawan start-up.
Rektor UMA menekankan, “Kami menyadari pentingnya menghasilkan riset yang tidak hanya terpublikasi, tetapi juga berdampak. UMA siap menjadi pusat koordinasi dan kolaborasi antar-PTS dalam bidang pangan dan teknik untuk memastikan hasil riset menjawab kebutuhan masyarakat.”
Kegiatan ditutup dengan ajakan kepada seluruh PTS untuk mengisi formulir pendataan inovasi melalui tautan resmi, serta komitmen untuk membentuk jejaring kolaboratif dalam menghadapi tantangan hilirisasi riset nasional. Hasil kegiatan ini akan dirangkum dalam laporan resmi yang disampaikan kepada LLDIKTI Wilayah I dan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.

