Skip to content
INOVATIF, PROFESIONAL DAN PERKEBPRIBADIAN
facebook
twitter
youtube
instagram
linkedin
Magister Psikologi Terbaik
Call Support 082274669161
Email Support [email protected]
Location Jalan Sei Serayu Nomor 70 A
Jalan Setia Budi Nomor 79 B
  • BERANDA
  • PROFIL
    • AKREDITASI
    • FUNGSIONARIS
    • STRUKTUR ORGANISASI
    • Visi Misi
  • AKADEMIK
    • Informasi Akademik
      • AKADEMIK ONLINE
      • E-Learning
    • KALENDER AKADEMIK
    • Jadwal Akademik
      • JADWAL PERKULIAHAN
      • Jadwal Ujian
      • JADWAL SEMINAR/SIDANG
    • KURIKULUM
      • Semester 1
      • Semester 2
      • Semester 3
      • Semester 4
  • AKTIVITAS
    • Jurnal Prodi
    • Kegiatan Prodi
  • MAHASISWA
    • Beasiswa
    • SISTEM INFORMASI
      • Data Mahasiswa
      • Blog Mahasiswa
      • Penelitian Mahasiswa
      • AOC
      • E-Learning
      • APIK
      • SAIS
      • Webmail
    • Prestasi Mahasiswa
  • DOSEN
    • Daftar Dosen
    • Dosen Penasehat Akademik
    • Blog Dosen
    • Elearning
    • Amadi
    • Webmail
  • ALUMNI
    • Tracer Study
    • Foto Wisuda
  • ARSIP
    • PEDOMAN
    • FORMULIR
    • Brosur
    • Artikel
  • Kerjasama
  • HELPDESK

Toxic Positivity Sering Tidak Disadari Keberadaannya

Home > Artikel Baru > Toxic Positivity Sering Tidak Disadari Keberadaannya

Toxic Positivity Sering Tidak Disadari Keberadaannya

Posted on 11 June 2022 by admin
0

Dalam menjalani kehidupan sering adanya peristiwa-peristiwa yang tidak diinginkan sehingga membuat kita tidak semangat dalam menjalani hari.

Dengan demikian, mendorong kita untuk bercerita dengan orang disekitar kita sebagai bentuk penyaluran emosi negatif. Ketika kita dalam posisi sebagai pendengar sering kali secara spontan untuk memberikan kata-kata semangat dengan harapan agar teman kita dapat segera bangkit dari keterpurukan atau menyuruhnya untuk selalu berpikir positif dengan mengambil hikmah dari peristiwa yang telah menimpanya.

Hal tersebut, dilakukan sebagai bentuk kepedulian kita terhadap pembicara mengenai peristiwa yang menimpanya. Akan tetapi, pernahkah kita ketahui bahwa pemberian respon positif yang berlebihan dapat berakibat pada toxic positivity?

Toxic positivity adalah sebuah tindakan menolak atau menyangkal stres, negativitas, atau pengalaman negatif lainnya yang ada (Sokal, Trudel, & Babb, 2020). Toxic positivity pun dapat menjadi dorongan dalam merespon berbagai peristiwa negatif dengan selalu dipaksakan untuk melihat sisi positifnya.

Akibatnya, dari dorongan-dorongan untuk selalu melihat sisi positif dapat menjadi bentuk pengalihan dari emosi negatif. Adapun emosi negatif, seperti sedih, marah, benci, dan kecewa. Perlu diketahui bahwa melalui pengalihan dari emosi negatif lah yang menjadikannya kata-kata yang positif menjadi toxic.

Emosi negatif sudah seharusnya dapat diterima oleh diri individu sendiri sebagai fakta bahwa manusia memiliki kekurangan sehingga dapat memiliki dan merasakan emosi-emosi negatif tersebut. Toxic positivity pun tidak hanya terjadi pada orang lain, tetapi juga dapat terjadi pada diri sendiri.

View this post on Instagram

Shared post on Time

Kaitan UMA

Kampus I
Jalan Kolam Nomor 1 Medan Estate / Jalan Gedung PBSI, Medan 20223
CALL CENTER UMA : 0811-6013-888
(061) 7368012
[email protected]
Kampus II
Jalan Sei Serayu Nomor 70 A / Jalan Setia Budi Nomor 79 B, Medan 20112
CALL CENTER UMA : 061-42402994
(061) 42402994
[email protected]
LOKASI KAMPUS PASCASARJANA UMA
Copyright © 2026 MPSI - Universitas Medan Area

This will close in 0 seconds