Berapa rentang waktu paling lama kamu menjalin hubungan sama pasangan? 3 bulan, setahun, 5 tahun? Itu pacaran atau kredit mobil?! Kyaaa! Amit-amit cabang olahraga, kira-kira kalau putus butuh waktu berapa lama untuk move on?
Atau gimana cinta pertamamu? Atau cinta dengan orang yang paling berkesan, tapi harus berakhir? Udah move on atau masih stuck on?
Wajar kalau kita susah move on dari orang yang pernah singgah di hati. Gmana nggak, bayengin setiap hari ada dia tiba-tiba nggak ada dia, serasa ada yang kurang dan pasti beda.
Langkah pertama dan yang jadi kunci dari move on itu ikhlas, relain dia. Akuin kalo kamu memang nggak mau, belum mau, belum siap, belum berani ngelepasin dia. Namun bukan berarti nggak bisa, bisa.
Setelah kamu ikhlas, rela, berani, selanjutnya biar semesta yang bekerja. Waktu yang akan menyembuhkannya, membalas rasa nggak relamu. Merelakan itu artinya menyadari ada beberapa bagian yang hadir hanya sebagai cerita dan sejarah, bukan menjadi takdir dan pelabuhan terakhir.
Putus hubungan dengan orang lain itu bukan sepenuhnya salah kita. Kadang, Tuhan kirimkan orang-orang hanya sebagai pelajaran hidup, bukan sebagai teman hidup. Orang ninggalin kita bukan berarti kisah hidup kita berakhir, tapi kisah dia yang berakhir di hidup kita.
Tanda 1: kalau kamu buru-buru bilang, “GUE NGGAK MAU BAHAS DIA LAGI” sejatinya kamu belum benar-benar move on. Move on itu butuh proses, nggak bisa instan. Toh, emang nggak ada yang instan di muka bumi ini. Indomie aja yang katanya mie instan kudu direbus dan dibumbui dulu biar bisa dimakan.
Kamu nggak bisa langsung lupa sama semua hal yang udah kamu dan dia lalui. Kecuali kalo kamu mau palamu dijedodin ke dinding sampe amnesia kayak di sinetron-sinetron pendidik anak bangsa(t). Jadi, mustahil pas baru putus langsung nggak mau bahas dia, belom lagi temen pada nanya, “kenapa, kok bisa, gimana ceritanya, ih bajunya kea punya pacarmu, pacarmu tumben nggak ke rumah?”
Move on itu bertahap, awalnya sakit kepala, sakit hati, badan pegel-pegel, makan nggak enak, asam lambung naik, haha. Lalu masuk tahap memilih move on, meyakinkan diri kalau pisah sama dia emang udah seharusnya.
Setelah memilih move on lanjut evaluasi, apa yang salah, kenapa putus, apa yang harus diperbaiki kedepannya, buat apa pacaran. Terus masuk fase kehilangan, ada rasa ingin balikan. Dilanjut masuk tahap mengenang dan membandingkan pas ada dan nggak ada si dia, tapi kalau kamu berhasil ngelewatin itu semua, kamu berhasil move on.
Tanda 2: Bersikeras tetep mau berhubungan dengan dalih “putus kan nggak harus musuhan” akhirnya kamu masih nekat berhubungan dengan alibi berteman. Logikanya, mana bisa lupa kalau masih kontakan. Kamunya yang masih ngarepin dia, dia udah nggak mau sama kamu.
Oke, baikan emang nggak harus dan bukan berarti balikan. Pertanyaannya, hati udah sanggup kalau suatu saat dia cerita tentang ayanknya yang baru ke kamu? Udah kuat mentalmu? Kalau udah move on ya gapapa, justru sangat dewasa kalau berhasil temenan sama mantan.
Tanda 3: masih nanyain “dia udah punya yang baru?” ke temen atau orang yang doi kenal. Contoh, pas ngobrol sama temen yang kebetulan juga temenan sama mantanmu, eh ada salah satu yang nyeletuk nggak sengaja nyebut nama mantan atau hal lain yang relate sama mantan. Terus kamunya spontan, “eum, dia sama siapa sekarang? Bukan apa-apa loh yah, nanya aja.” Pura-pura nggak peduli, padahal kepo.
Tanda 4: masih simpen barang yang dikasih mantan. Mubadzir, Yola! Yoi, mubadzir. Perlu kamu tanamkan dalam diri, setiap kamu liat barang pemberian mantan bakal buat kamu inget sama kenangan di dalamnya, khususnya inget sama yang kasih barang.
Tanda 5: nggak mau ke tempat tertentu karena banyak kenangannya. Kalau kamu udah move on, mau kemana aja ya enjoy aja. Kalau masih nggak mau ke sana nggak mau ke sini karena dulu sering ke situ sama mantan dan banyak kenangan di sana, ya tandanya kamu memang belum move on, belum bisa lupain dia.
Tanda 6: masih greget pengen chat dia. Ada kejadian atau hal kamu nya masih greget pengen chat dan cerita ke mantan? Selamat, kamu belom move on.

