Skip to content
INOVATIF, PROFESIONAL DAN PERKEBPRIBADIAN
facebook
twitter
youtube
instagram
linkedin
Magister Psikologi Terbaik
Call Support 082274669161
Email Support [email protected]
Location Jalan Sei Serayu Nomor 70 A
Jalan Setia Budi Nomor 79 B
  • BERANDA
  • PROFIL
    • AKREDITASI
    • FUNGSIONARIS
    • STRUKTUR ORGANISASI
    • Visi Misi
  • AKADEMIK
    • Informasi Akademik
      • AKADEMIK ONLINE
      • E-Learning
    • KALENDER AKADEMIK
    • Jadwal Akademik
      • JADWAL PERKULIAHAN
      • Jadwal Ujian
      • JADWAL SEMINAR/SIDANG
    • KURIKULUM
      • Semester 1
      • Semester 2
      • Semester 3
      • Semester 4
  • AKTIVITAS
    • Jurnal Prodi
    • Kegiatan Prodi
  • MAHASISWA
    • Beasiswa
    • SISTEM INFORMASI
      • Data Mahasiswa
      • Blog Mahasiswa
      • Penelitian Mahasiswa
      • AOC
      • E-Learning
      • APIK
      • SAIS
      • Webmail
    • Prestasi Mahasiswa
  • DOSEN
    • Daftar Dosen
    • Dosen Penasehat Akademik
    • Blog Dosen
    • Elearning
    • Amadi
    • Webmail
  • ALUMNI
    • Tracer Study
    • Foto Wisuda
  • ARSIP
    • PEDOMAN
    • FORMULIR
    • Brosur
    • Artikel
  • Kerjasama
  • HELPDESK

“The Little Albert”, Eksperimen Psikologi Terkelam yang Melanggar Etika

Home > Artikel Baru > “The Little Albert”, Eksperimen Psikologi Terkelam yang Melanggar Etika

“The Little Albert”, Eksperimen Psikologi Terkelam yang Melanggar Etika

Posted on 15 March 202215 March 2022 by admin
0

Beberapa bidang keilmuan sangat membutuhkan bukti empiris demi terbentuknya sebuah legalitas maupun bukti nilai fakta dari bidang keilmuan tersebut.

Berbagai penelitian dengan beragam desain penelitian kerap digunakan demi pembuktian dari objektivitas sebuah gagasan atau konsep pemikiran tersebut. Manusia memang memiliki sifat keingintahuan yang besar terhadap pengetahuan, oleh karena itu demi terpenuhi kebutuhan akan keingintahuan itu maka berbagai penelitian dan eksperimen digalakkan. Namun terkadang manusia lupa bahwa ada batasan dari berbagai eksperimen ini dan yang paling penting adalah batasan etika dan moral.

Dan salah satunya dalam bidang psikologi, terdapat eksperimen yang cukup kelam bernama “Little Albert”, yang dilakukan oleh John Watson guna membuktikan konsep behaviorisme miliknya. Sebelum mengetahui kelamnya eksperimen Little Albert ini, sebaiknya kita mengenal terlebih dahulu siapa yang menggagas eksperimen ini terlebih dahulu.

John Brodeus Watson merupakan seorang ahli psikologi asal Amerika Serikat yang terkenal akan teori behaviorisme miliknya yang pertama kali diperkenalkan dalam karyanya berjudul Psychology as Behaviorist Views It pada tahun 1913. Dalam teorinya, ia menjelaskan bahwa tingkah laku seseorang dapat dijelaskan atas dasar reaksi fisiologis terhadap suatu rangsangan atau stimulus.

Watson menolak segala pandangan psikologi yang merujuk pada dunia alam bawah sadar seperti yang digagas para penganut aliran psikoanalisis. Watson percaya bahwa tingkah laku manusia berasal dari responsnya pada lingkungan dan itu membuat manusia merupakan sebuah produk dari lingkungan.

Secara lebih jelas, terdapat empat unsur dari terbentuknya perilaku, yakni dorongan, stimulus, respons, dan penguatan.Unsur dorongan sifatnya dari dalam individu tersebut namun terdapat unsur stimulus dan penguatan yang berasal dari luar dan membuat sumber perilaku lebih dominan ditentukan oleh pengaruh luar.

Sebetulnya teori pengkondisian klasik sudah lama digagas oleh Ivan Pavlov yang melakukan eksperimen dengan subjek anjing, namun Watson merasa perlu untuk melanjutkan ke tahap subjek manusia.

Sehingga pada tahun 1920, Watson bersama dengan muridnya yakni, Rosalie Rayner melakukan eksperimen dengan nama Little Albert atau dalam bahasa Indonesia berarti si Albert Kecil. Eksperimen ini menggunakan subjek seorang bayi yang berusia 11 bulan dengan nama samaran “Albert”.

Penelitiannya yaitu dengan menunjukkan tikus putih kepada si Albert kecil dan saat Albert ingin menyentuh si tikus putih tersebut maka akan ada suara keras hantaman palu pada batang besi yang sengaja dibuat untuk menakuti si Albert. Dan tentu saja Albert kecil menangis. Eksperimen yang dilakukan hingga tujuh kali ini (dua sesi dalam seminggu) membuat saat Albert hanya diperlihatkan tikus putih saja membuat dia menangis dengan keras.

 

 

 

 

View this post on Instagram

Shared post on Time

Kaitan UMA

Kampus I
Jalan Kolam Nomor 1 Medan Estate / Jalan Gedung PBSI, Medan 20223
CALL CENTER UMA : 0811-6013-888
(061) 7368012
[email protected]
Kampus II
Jalan Sei Serayu Nomor 70 A / Jalan Setia Budi Nomor 79 B, Medan 20112
CALL CENTER UMA : 061-42402994
(061) 42402994
[email protected]
LOKASI KAMPUS PASCASARJANA UMA
Copyright © 2026 MPSI - Universitas Medan Area

This will close in 0 seconds