Skip to content
INOVATIF, PROFESIONAL DAN PERKEBPRIBADIAN
facebook
twitter
youtube
instagram
linkedin
Magister Psikologi Terbaik
Call Support 082274669161
Email Support [email protected]
Location Jalan Sei Serayu Nomor 70 A
Jalan Setia Budi Nomor 79 B
  • BERANDA
  • PROFIL
    • AKREDITASI
    • FUNGSIONARIS
    • STRUKTUR ORGANISASI
    • Visi Misi
  • AKADEMIK
    • Informasi Akademik
      • AKADEMIK ONLINE
      • E-Learning
    • KALENDER AKADEMIK
    • Jadwal Akademik
      • JADWAL PERKULIAHAN
      • Jadwal Ujian
      • JADWAL SEMINAR/SIDANG
    • KURIKULUM
      • Semester 1
      • Semester 2
      • Semester 3
      • Semester 4
  • AKTIVITAS
    • Jurnal Prodi
    • Kegiatan Prodi
  • MAHASISWA
    • Beasiswa
    • SISTEM INFORMASI
      • Data Mahasiswa
      • Blog Mahasiswa
      • Penelitian Mahasiswa
      • AOC
      • E-Learning
      • APIK
      • SAIS
      • Webmail
    • Prestasi Mahasiswa
  • DOSEN
    • Daftar Dosen
    • Dosen Penasehat Akademik
    • Blog Dosen
    • Elearning
    • Amadi
    • Webmail
  • ALUMNI
    • Tracer Study
    • Foto Wisuda
  • ARSIP
    • PEDOMAN
    • FORMULIR
    • Brosur
    • Artikel
  • Kerjasama
  • HELPDESK

Terlalu Over Thinking Juga Panic Attack Disorder

Home > Artikel Baru > Terlalu Over Thinking Juga Panic Attack Disorder

Terlalu Over Thinking Juga Panic Attack Disorder

Posted on 24 October 2022 by admin
0

Terlalu over thinking membuat saya selalu mengalami kecemasan yang berlebihan. Dari kecemasan berlebihan muncul kepanikan yang berlebihan juga.

Dan dari kepanikan itu muncul serangan panik yang mengakibatkan saya mengidap PAD (Panic Attack Disorder) itulah yang saya alami selama bertahun-tahun lamanya bahkan hingga saat ini, saya perjuang melawan panic attack disorder, sedangkan Over Thinking berangsur-angsur bisa diatasi.

Mungkin banyak yang mengira saya memiliki karakter yang easy going. Suka bercanda bahkan cuek. Anda keliru, justru kebalikannya. Dibalik pembawaan yang easy going dan suka bercanda terselip “penyakit” yang membuat saya selalu dalam kecemasan. Ya, semua gara-gara memikirkan sesuatu yang berlebihan.

Misalkan saya mendapat kabar yang menimbulkan kecemasan, maka di otak saya langsung berkecamuk tentang kabar tersebut. “Jangan-jangan…. Jangan-jangan..”  saya langsung berasumis hal-hal negatiif apa yang akan terjadi dan cenderung memikirkan hal negatif  ketimbang positif.

Contoh yang sederhana saja, misalkan saya janjian ketemu sama orang tapi saya terjebak dalam kemacetan. Meski saya sudah prepare waktu yang sangat baik agar tidak terlambat. Tapi, karena sesuatu hal diluar perkiraan, maka terjebak dikemacetan. Lalu, otak saya langsung muncul asumsi-asumsi yang menimbulkan kepanikan. Saya berasumi kalau orang yang menunggu saya akan kecewa dengan saya, mereka akan membicarakan hal-hal negatif tentang saya dan hal-hal buruk lainnya. Meski sesungguhnya hal tersebut belum tentu terjadi.

Begitu juga ketika saya melihat di sosmed atau berita tentang hewan (anjing/kucing/kuda/dll) dibuang di jalan tol, dianiaya, disiksa, dibunuh atau berita-berita yang mampu membangkitkan adrenalin rasa panic, maka serangan over thinking dan panic attack seakan membai buta. Otak saya seakan dipaksa untuk bekerja memikirkan tentang apa yang baru saja saya lihat. Padahal sesungguhnya tidak ada sangkut pautnya dengan saya.

Begitu juga dalam hal pekerjaan, ketika didesak untuk mengerjakan sesuatu dalam limit waktu yang mepet, waduh, serangan panic sudah kayak sedang berlari berkilo-kilo meter jauhnya. Detak jantung berpacu lebih kencang dan keringat jagung sudah membasahi tubih saya kayak mandi tanpa hadukkan. Entah kenapa saya terlalu over thinking untuk hal yang belum terjadi sekali pun.

Sejak beberapa tahun belakangan ini, saya mulai theraphy agar tidak Over thinking dan juga Panic Attack. Salah satunya, saya memfilter segala sesuatu yang saya lihat, apa yang saya tonton, juga apa yang saya baca. Jika ada pemberitaan yang akan menimbulkan rasa panic, saya skip. Begitu juga kalau ada berita di tv yang memberitakan tentang hal-hal yang memicu kepanikan langsung saya matikan.

Juga, menghindari tempat-tempat yang terlalu crowded sehingga over loaded di otak itu bisa memicu kepanikan juga. Saya mencoba healing ke tempat-tempat yang sepi salah satunya ke gunung atau pantai atau pulau yang benar-benar bikin otak menjadi waras. Juga dianjurkan agar menghadapi hidup lebih santai dan let it flow bak air mengalir. Dengan demikian otak juga ikutan rileks.

So far, over thinking yang saya derita selama bertahun-tahun lambat laun mulai bisa saya handle. Hanya saja, panic attack disoreder yang terkadang masih suka muncul tiba-tiba dan masih dalam proses pemulihan.

View this post on Instagram

Shared post on Time

Kaitan UMA

Kampus I
Jalan Kolam Nomor 1 Medan Estate / Jalan Gedung PBSI, Medan 20223
CALL CENTER UMA : 0811-6013-888
(061) 7368012
[email protected]
Kampus II
Jalan Sei Serayu Nomor 70 A / Jalan Setia Budi Nomor 79 B, Medan 20112
CALL CENTER UMA : 061-42402994
(061) 42402994
[email protected]
LOKASI KAMPUS PASCASARJANA UMA
Copyright © 2026 MPSI - Universitas Medan Area

This will close in 0 seconds