Banyak sekali apa yang kita lakukan adalah memusatkan kebahagiaan kepada orang lain, namun lalai untuk memenuhi kebahagiaan kepada dirinya sendiri. Emosi negatif itu umum dialami manusia, tetapi ketika mereka berlebihan atau berkepanjangan, mereka sebenarnya dapat memiliki efek negatif pada kesejahteraan. Misalnya, mereka dapat menyebabkan kita terlalu memikirkan situasi, mengurangi produktivitas kita. dapat membuat kita cemas karena kita takut jika situasinya berlanjut, kita dapat terkena gejala klinis seperti depresi atau kecemasan. Manusia sering lupa bahwa kita rentan terhadap kegagalan. Belum lagi kita menghakimi diri sendiri saat menyaksikan kegagalan. Untuk menghindari perasaan tertekan oleh hal-hal negatif yang kita temui, kita harus belajar menghargai diri kita sendiri. Hal ini dapat dipraktikkan dalam rangka mengembangkan salah satu keutamaan, yaitu self-love.
Berdasarkan data di lapangan, pemahaman serta kondisi kesehatan mental di Indonesia cenderung masuk ke dalam kategori yang kurang baik. Hal ini dibuktikan dengan sebagaimana dikutip pada laman theconversation.com (2020) dari hasil Survei Kehidupan Berkeluarga Indonesia (IFLS-5) disebut bahwa kualitas kesehatan mental di Indonesia sangat mengkhawatirkan yang mana menunjukkan prevalensi gejala depresi ada pada remaja dan dewasa yang mana pada perempuan mencapai 32% serta laki-laki sebesar 26,6%. Saraswati (2020) juga menyebutkan bahwa jumlah penderita gangguan kesehatan mental menurut Diagnostic and Statistical Mental Disorders tembus sebanyak 300 jenis gangguan.
Ungkapan “self-love” menurut saya mengacu pada kapasitas untuk mencoba dan mencintai diri sendiri melalui keadaan sulit. Sebagai ilustrasi, pertimbangkan ketika kita mengalami perasaan, kegagalan, kecemasan, atau kesedihan yang tidak menyenangkan.

