Ketika stress akibat tekanan pekerjaan ,hal ini membuat mental sangat lelah. Ada yang bisa mengatasi sendiri dengan datang ke psikiater atau datang ke teman dekat yang dapat dipercaya. Memberikan solusi untuk meringankan beban mental yang datang bertubi-tubi dan merasakan tidak kuat untuk mengatasinya.
Memang tekanan pekerjaan itu sangat berbeda diterima oleh masing-masing pekerja. Ada yang sangat kuat menerima omelan, ketidak-puasan dari atasan, relasi toksik antara atasan dengan pekerja. Namun, tidak sedikit yang merasa tidak kuat karena dia merasa sudah berjuang dan berubah tapi tidak ada perubahan dari pihak atasan/kolega. Jadi dia ingin menyerah untuk ke luar dari pekerjaan. Dilemanya, jika ke luar pekerjaan, belum mendapatkan pekerjaan baru, akan menambah beban baru bagi dirinya.
Expresi marah dan stress itu begitu besar, tetapi tempat atau fasilitas untuk mencurahkan stress hanya sedikit .
Pengalaman ini dialami seseorang yang sedang stres . Saya sebagai seorang pendengar tentu tidak bisa memberikan hal-hal yang terbaik bagi dirinya karena kondisi orang yang sedang stres itu hanya perlu didengar dulu.
Ketika dia sudah selesai menyatakan kegagalannya, barulah saya mengatakan kepada orang tersebut, rekomendasi apa yang kamu pikir terbaik untuk mengatasi hal ini.
Akhirnya dia sendiri yang berpikir panjang, jika plan A tidak berjalan, dia harus lakukan plan B. Jika plan A maupun plan B tidak juga jalan, dia mengatakan dia akan istirahat selama satu bulan untuk menenangkan diri, agar dia bisa mendapatkan jalan yang terbaik dari yang terburuk.
Ternyata solusi tidak selalu dari seorang psikiter karena seorang psikiter itu hanya menganalisa akar masalahnya , memberikan obat untuk penenang, dan memberikan feedback kepada pasien. Tidak ada solusi yang tepat yang diberikan kepada pasien. Hanya insight atau gambaran apa yang perlu dikerjakan oleh pasien. Namun, semua tergantung dari kemampuan pasien untuk melakukan apa yang dinasehatkan atau justru mengabaikan.

