Skip to content
INOVATIF, PROFESIONAL DAN PERKEBPRIBADIAN
facebook
twitter
youtube
instagram
linkedin
Magister Psikologi Terbaik
Call Support 082274669161
Email Support [email protected]
Location Jalan Sei Serayu Nomor 70 A
Jalan Setia Budi Nomor 79 B
  • BERANDA
  • PROFIL
    • AKREDITASI
    • FUNGSIONARIS
    • STRUKTUR ORGANISASI
    • Visi Misi
  • AKADEMIK
    • Informasi Akademik
      • AKADEMIK ONLINE
      • E-Learning
    • KALENDER AKADEMIK
    • Jadwal Akademik
      • JADWAL PERKULIAHAN
      • Jadwal Ujian
      • JADWAL SEMINAR/SIDANG
    • KURIKULUM
      • Semester 1
      • Semester 2
      • Semester 3
      • Semester 4
  • AKTIVITAS
    • Jurnal Prodi
    • Kegiatan Prodi
  • MAHASISWA
    • Beasiswa
    • SISTEM INFORMASI
      • Data Mahasiswa
      • Blog Mahasiswa
      • Penelitian Mahasiswa
      • AOC
      • E-Learning
      • APIK
      • SAIS
      • Webmail
    • Prestasi Mahasiswa
  • DOSEN
    • Daftar Dosen
    • Dosen Penasehat Akademik
    • Blog Dosen
    • Elearning
    • Amadi
    • Webmail
  • ALUMNI
    • Tracer Study
    • Foto Wisuda
  • ARSIP
    • PEDOMAN
    • FORMULIR
    • Brosur
    • Artikel
  • Kerjasama
  • HELPDESK

Skeptis terhadap Ucapan ”Aku Harus Jadi yang Terbaik”

Home > Artikel Baru > Skeptis terhadap Ucapan ”Aku Harus Jadi yang Terbaik”

Skeptis terhadap Ucapan ”Aku Harus Jadi yang Terbaik”

Posted on 27 July 2022 by admin
0

Berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), skeptis memiliki arti kurang percaya atau ragu-ragu terhadap suatu hal. Dari ucapan ”Aku harus jadi yang terbaik” menurut pandangan saya, bisa memiliki arti yang berbeda.

Dalam bayangan saya, ada dua versi makna dari ucapan tersebut. Versi pertama adalah ”Aku harus jadi yang terbaik dibandingkan siapapun” dan versi kedua adalah ”Aku harus jadi yang terbaik dibandingkan diriku sendiri sebelumnya”.

Dua versi tersebut sebetulnya tidak ada yang salah. Hal tersebut sah-sah saja. Namun, saya akui saya sangat skeptis dengan ucapan ”Aku harus jadi yang terbaik dibandingkan siapapun”. Mengapa saya berpikir seperti itu?

Saya akan coba ulas melalui komparasi dari dua kasus fiksi yang saya bayangkan.

Saya penasaran, jika ada dua versi seperti ini, kira-kira apa yang akan terjadi ya?

1. Versi Pertama

Kita sebut saja dengan Alia. Alia adalah seorang anak berprestasi yang selalu mendapatkan nilai di atas 95 di semua mata pelajaran. Bahkan, Alia selalu mendapatkan peringkat 1 di kelasnya. Alia memiliki prinsip bahwa dia harus menjadi yang terbaik dibandingkan siapapun yang ada di sekolahnya.

Apakah itu merupakan hal yang baik?

Tentu saja. Tidak ada salahnya jika Alia ingin berjuang untuk menjadi yang terbaik dibandingkan dengan teman-temannya.

2. Versi Kedua

Bersyukur (Sumber: https://pixabay.com/id/photos/namaste-indian-menguasai-gunung-1935938/)
Kita sebut saja sebagai Dion. Dion adalah teman Alia yang mendapatkan nilai 90 untuk pelajaran Biologi. Nilai 90 merupakan nilai tertinggi yang diperoleh Dion dalam mata pelajaran Biologi. Sebelumnya, Dion selalu merasa bahwa dia sangat payah dalam pelajaran tersebut. Dia selalu saja mendapatkan remedial saat ujian. Namun, Dion tidak menyerah, belajar dengan lebih keras, dan selalu bergumam ”Aku harus jadi yang terbaik dibandingkan diriku sendiri sebelumnya”.

Ambisius tidak selalu bermakna positif ataupun negatif. Kita bisa mengontrol keambisiusan diri kita menjadi sesuatu yang positif, dengan cara yang terbaik menurut diri kita sendiri. Hal tersebut juga tergantung bagaimana kita bisa menyikapi keambisiusan tersebut dan bisa hidup ikhlas berdampingan dengannya. Tentunya kehidupan akan terasa lebih ringan dan mudah untuk dijalani.

View this post on Instagram

Shared post on Time

Kaitan UMA

Kampus I
Jalan Kolam Nomor 1 Medan Estate / Jalan Gedung PBSI, Medan 20223
CALL CENTER UMA : 0811-6013-888
(061) 7368012
[email protected]
Kampus II
Jalan Sei Serayu Nomor 70 A / Jalan Setia Budi Nomor 79 B, Medan 20112
CALL CENTER UMA : 061-42402994
(061) 42402994
[email protected]
LOKASI KAMPUS PASCASARJANA UMA
Copyright © 2026 MPSI - Universitas Medan Area

This will close in 0 seconds