Skip to content
INOVATIF, PROFESIONAL DAN PERKEBPRIBADIAN
facebook
twitter
youtube
instagram
linkedin
Magister Psikologi Terbaik
Call Support 082274669161
Email Support [email protected]
Location Jalan Sei Serayu Nomor 70 A
Jalan Setia Budi Nomor 79 B
  • BERANDA
  • PROFIL
    • AKREDITASI
    • FUNGSIONARIS
    • STRUKTUR ORGANISASI
    • Visi Misi
  • AKADEMIK
    • Informasi Akademik
      • AKADEMIK ONLINE
      • E-Learning
    • KALENDER AKADEMIK
    • Jadwal Akademik
      • JADWAL PERKULIAHAN
      • Jadwal Ujian
      • JADWAL SEMINAR/SIDANG
    • KURIKULUM
      • Semester 1
      • Semester 2
      • Semester 3
      • Semester 4
  • AKTIVITAS
    • Jurnal Prodi
    • Kegiatan Prodi
  • MAHASISWA
    • Beasiswa
    • SISTEM INFORMASI
      • Data Mahasiswa
      • Blog Mahasiswa
      • Penelitian Mahasiswa
      • AOC
      • E-Learning
      • APIK
      • SAIS
      • Webmail
    • Prestasi Mahasiswa
  • DOSEN
    • Daftar Dosen
    • Dosen Penasehat Akademik
    • Blog Dosen
    • Elearning
    • Amadi
    • Webmail
  • ALUMNI
    • Tracer Study
    • Foto Wisuda
  • ARSIP
    • PEDOMAN
    • FORMULIR
    • Brosur
    • Artikel
  • Kerjasama
  • HELPDESK

Sindrom Asperger, “Si Genius” di Serial Extraordinary Attorney Woo

Home > Artikel Baru > Sindrom Asperger, “Si Genius” di Serial Extraordinary Attorney Woo

Sindrom Asperger, “Si Genius” di Serial Extraordinary Attorney Woo

Posted on 19 August 202222 August 2022 by admin
0

Sejak dirilis pada tanggal 29 Juni 2022, serial Extraordinary Attorney Woo terus mengalami peningkatan rating hingga pada episode 6 lalu mencapai 9,1 dan menempati peringkat satu dalam Global Top 10 Non-English TV Charts.

Dibintangi oleh Park Eun-bin sebagai Woo Young Woo, serial ini menceritakan sosok pengacara autisme pertama di Korea yang memulai kariernya di firma hukum ternama bernama Hanbada.

Berdasarkan laporan dari WHO tahun 2021, karakter Woo dianggap istimewa karena diperkirakan hanya dimiliki oleh 16% orang di dunia. Namun, seperti yang diterangkan dalam salah satu adgean di episode 3 bahwa karakter Woo merupakan salah satu satu dari berbagai jenis sindrom autisme lainnya yang dapat dialami oleh anak-anak. Lalu apa sajakah jenis dari sindrom autisme?

Pertama, jenis Pervasive Developmental Disorder, Not Otherwise Specified atau PDD-NOS yang termasuk dalam spektrum jenis ringan hingga menengah, dengan sejumlah gejala seperti tidak meratanya perkembangan keterampilan yang dimiliki anak, keterlambatan perkembangan bahasa, melakukan ekolalia, dan menunjukkan reaksi yang tidak biasa terhadap hal yang disukai dan tidak disukai.

Kedua, gangguan autistik yang bisa menyerupai PDD-NOS tetapi jenis ini memiliki frekuensi perilaku yang lebih intens. Biasanya seseorang yang mengalami gangguan ini memiliki sejumlah gejala seperti sulit melakukan interaksi sosial, masalah pada komunikasi, menunjukkan perilaku berulang, mengalami tantrum sampai meledak-ledak, memiliki gangguan tidur dan makan, serta kurang peka terhadap dunia luar karena didominasi oleh imajinasi sendiri.

Ketiga, Childhood Disintegrative Disorder yang biasanya muncul pada perkembangan anak setelah beberapa tahun pertama dengan tanda-tanda pada penurunan beberapa keterampilan yang diperoleh secara signifikan seperti bahasa, komunikasi, sosial, bermain, merawat diri sendiri, motorik, serta kemampuan kontrol usus dan kantung kemih.

Keempat, Rett’s Syndrome yang lebih sering terjadi pada anak perempuan dengan rentang usia 1-4 tahun dengan tanda-tanda seperti kemunduran atau kehilangan kemampuan yang dimiliki, dan kehilangan kemampuan fungsional tangan yang digantikan dengan gerakkan tangan berulang-ulang.

Dari keempat jenis di atas, karakter Woo memiliki penjelasan sendiri karena tidak sepenuhnya dikategorikan sebagai gangguan autisme. Mengapa? Mari menilik lebih jauh tentang sindrom “profesor kecil” yang dialami oleh Woo.

Lebih Dekat dengan Keistimewaan Sindrom “Profesor Kecil”
Sindrom “profesor kecil” yang dialami oleh Woo merupakan sebutan lain dari sindrom asperger, sebuah gangguan neurologis dengan beberapa keterbatasan yang dikategorikan dalam gangguan autisme seperti keterbatasan pada komunikasi, interaksi sosial, perilaku, serta minat.

Sebutan “profesor kecil” muncul karena pengidap sindrom ini menunjukkan keunikan pada perilaku, cara berpikir, dan berkomunikasi (Desmaniar, 2016: 278).

Seperti yang dikatakan oleh penemunya, Asperger, seorang dokter berkebangsaan Austria, sindrom ini memiliki tingkat intelegensi rata-rata atau bahkan lebih dan tidak mengalami kesulitan dalam berbahasa.

 

 

View this post on Instagram

Shared post on Time

Kaitan UMA

Kampus I
Jalan Kolam Nomor 1 Medan Estate / Jalan Gedung PBSI, Medan 20223
CALL CENTER UMA : 0811-6013-888
(061) 7368012
[email protected]
Kampus II
Jalan Sei Serayu Nomor 70 A / Jalan Setia Budi Nomor 79 B, Medan 20112
CALL CENTER UMA : 061-42402994
(061) 42402994
[email protected]
LOKASI KAMPUS PASCASARJANA UMA
Copyright © 2026 MPSI - Universitas Medan Area

This will close in 0 seconds