Skip to content
INOVATIF, PROFESIONAL DAN PERKEBPRIBADIAN
facebook
twitter
youtube
instagram
linkedin
Magister Psikologi Terbaik
Call Support 082274669161
Email Support [email protected]
Location Jalan Sei Serayu Nomor 70 A
Jalan Setia Budi Nomor 79 B
  • BERANDA
  • PROFIL
    • AKREDITASI
    • FUNGSIONARIS
    • STRUKTUR ORGANISASI
    • Visi Misi
  • AKADEMIK
    • Informasi Akademik
      • AKADEMIK ONLINE
      • E-Learning
    • KALENDER AKADEMIK
    • Jadwal Akademik
      • JADWAL PERKULIAHAN
      • Jadwal Ujian
      • JADWAL SEMINAR/SIDANG
    • KURIKULUM
      • Semester 1
      • Semester 2
      • Semester 3
      • Semester 4
  • AKTIVITAS
    • Jurnal Prodi
    • Kegiatan Prodi
  • MAHASISWA
    • Beasiswa
    • SISTEM INFORMASI
      • Data Mahasiswa
      • Blog Mahasiswa
      • Penelitian Mahasiswa
      • AOC
      • E-Learning
      • APIK
      • SAIS
      • Webmail
    • Prestasi Mahasiswa
  • DOSEN
    • Daftar Dosen
    • Dosen Penasehat Akademik
    • Blog Dosen
    • Elearning
    • Amadi
    • Webmail
  • ALUMNI
    • Tracer Study
    • Foto Wisuda
  • ARSIP
    • PEDOMAN
    • FORMULIR
    • Brosur
    • Artikel
  • Kerjasama
  • HELPDESK

Seberapa Beratkah Masa Lalu

Home > Artikel Baru > Seberapa Beratkah Masa Lalu

Seberapa Beratkah Masa Lalu

Posted on 4 May 20239 May 2023 by admin
0

Ketika saya menuliskan artikel ini, kita semua telah melewati lebih dari separuh tahun 2021 dan bisa jadi Anda baru membaca tulisan ini di akhir tahun 2021 atau bahkan di tahun 2022. Realitas menunjukkan bahwa waktu selalu berjalan menuju ke masa depan, bukan sebaliknya. Namun demikian, menjadi sebuah kenyataan pula bahwa sebagian besar (atau mungkin seluruhnya) dari sikap maupun pikiran yang terbentuk dalam diri kita sekarang adalah produk dari pengalaman masa lalu yang telah kita lewati.

Masa Lalu Membentuk Diri Kita
Masa lalu dapat menjadi patokan atau titik awal dari apapun yang kita alami saat ini. Membentuk kita menjadi seorang individu dengan berbagai keindahan yang ada, baik fisik maupun mental. Masa lalu membawa dampak yang nyata dari waktu ke waktu. Dampak yang diberikan tergantung dari seberapa besar makna dari masa lalu tersebut bagi kita. Sesuatu yang bermakna akan terus kita bawa sebagai hal yang penting. Dilain sisi yang tidak terlalu bermakna akan kita abaikan. Hal ini bisa berupa kenangan terhadap seseorang, peristiwa tertentu, kata-kata, tempat, perasaan dan lain sebagainya.

Konsultasi psikologi online dengan penulis, Fuye Ongko, M. Psi

Secara saintifik kita tidak bisa menentukan persisnya ukuran berat dari sebuah makna di masa lalu. Namun secara psikologis, kita dapat merasakannya. Ini akan semakin berat bila hal tersebut adalah sesuatu yang kurang menyenangkan, bahkan bisa mengganggu kesehatan mental kita. Sebuah pensil dengan berat hanya beberapa gram, bila kita angkat terus dengan selama beberapa jam atau setengah hari, pasti akan terasa berat.

Ilustrasi mengenai pensil di atas sama halnya dengan kenangan masa lalu yang menghantui kita. Sudah berapa tahun kita membawanya? Sudah terasa seberapa berat? Seperti pensil yang terus kita genggam. Walaupun terlihat ringan, dalam jangka waktu yang panjang, bila tidak diletakkan atau disimpan di tempat yang tepat, akan mempengaruhi kondisi tangan kita.

Pemikiran masa lalu yang menghantui, mengintimidasi, atau menekan kita yang dirasakan dari hari ke hari, sangat mungkin akan menyebabkan gangguan pada kesehatan jiwa. Sama seperti pensil tadi, bila tidak diletakkan atau disimpan di tempat yang tepat, gangguan yang dirasakan dapat menjadi semakin berat. Hal ini sangat sederhana dan mudah dipahami, tetapi tidak terlalu mudah untuk dilakukan.

Mengapa ?
Kembali lagi kepada pemaknaan yang sudah disebutkan di atas. Semakin dalam maknanya, semakin sulit untuk kita lepaskan (mudahnya, saat Anda melihat foto mantan orang lain, Anda tidak merasakan apa-apa, berbeda dengan bila Anda melihat foto mantan Anda). Kita perlu menggeser makna tersebut dari yang memiliki nilai tinggi menjadi sesuatu yang nilainya biasa saja atau bahkan kurang begitu berarti.

Memgubah Beban Menjadi Sayap
Di dalam proses konseling, Anda sebagai klien akan berjalan bersama dengan Psikolog untuk memaknai kembali. Kita akan mengelola ke arah yang lebih sesuai (adaptif) hal-hal yang mungkin mengganggu, berat, menekan, dan lain-lain. Anda akan menemukan potensi maupun pilihan yang mungkin selama tersembunyi. Anda dapat membalik beban berat di masa lalu menjadi sayap-sayap yang membantu Anda untuk menuju ke masa depan yang lebih baik.

View this post on Instagram

Shared post on Time

Kaitan UMA

Kampus I
Jalan Kolam Nomor 1 Medan Estate / Jalan Gedung PBSI, Medan 20223
CALL CENTER UMA : 0811-6013-888
(061) 7368012
[email protected]
Kampus II
Jalan Sei Serayu Nomor 70 A / Jalan Setia Budi Nomor 79 B, Medan 20112
CALL CENTER UMA : 061-42402994
(061) 42402994
[email protected]
LOKASI KAMPUS PASCASARJANA UMA
Copyright © 2026 MPSI - Universitas Medan Area

This will close in 0 seconds