Skip to content
INOVATIF, PROFESIONAL DAN PERKEBPRIBADIAN
facebook
twitter
youtube
instagram
linkedin
Magister Psikologi Terbaik
Call Support 082274669161
Email Support [email protected]
Location Jalan Sei Serayu Nomor 70 A
Jalan Setia Budi Nomor 79 B
  • BERANDA
  • PROFIL
    • AKREDITASI
    • FUNGSIONARIS
    • STRUKTUR ORGANISASI
    • Visi Misi
  • AKADEMIK
    • Informasi Akademik
      • AKADEMIK ONLINE
      • E-Learning
    • KALENDER AKADEMIK
    • Jadwal Akademik
      • JADWAL PERKULIAHAN
      • Jadwal Ujian
      • JADWAL SEMINAR/SIDANG
    • KURIKULUM
      • Semester 1
      • Semester 2
      • Semester 3
      • Semester 4
  • AKTIVITAS
    • Jurnal Prodi
    • Kegiatan Prodi
  • MAHASISWA
    • Beasiswa
    • SISTEM INFORMASI
      • Data Mahasiswa
      • Blog Mahasiswa
      • Penelitian Mahasiswa
      • AOC
      • E-Learning
      • APIK
      • SAIS
      • Webmail
    • Prestasi Mahasiswa
  • DOSEN
    • Daftar Dosen
    • Dosen Penasehat Akademik
    • Blog Dosen
    • Elearning
    • Amadi
    • Webmail
  • ALUMNI
    • Tracer Study
    • Foto Wisuda
  • ARSIP
    • PEDOMAN
    • FORMULIR
    • Brosur
    • Artikel
  • Kerjasama
  • HELPDESK

Republik Milik Orang yang kurang tepat

Home > Artikel Baru > Republik Milik Orang yang kurang tepat

Republik Milik Orang yang kurang tepat

Posted on 27 August 2022 by admin
0

Zamrud Khatulistiwa tengah sibuk dilanda kasus pembunuhan berencana yang dieksekusi oleh se-komplotan preman berseragam coklat. Bintara muda itu, J, berlutut lemas di hadapan atasannya, memohon belas kasihan. Nahas, tercabutlah juga ruhnya itu atas kehendak sang perwira agung nan kuasa. “Yakali gak tembak?” Jangankan pejabat tinggi negara, dari majikan-majikan rumah tangga sampai para petinggi institusi swasta saja, bentuk kebengisan serupa kerap dilancarkan, lebih lagi terhadap insan-insan lemah yang tak berharta dan tak bertakhta

Masih juga menunggu episode berikutnya dari drama kematian seorang brigadir Polri, sudah bergelayangan saja wara-wara akan penembakan beberapa kucing oleh seorang brigjen TNI, per 18 Agustus 2022. Ngeri, tapi tak mengagetkan. Nyawa kucing tak seberapa, 17 tahun lalu, anak bungsu salah seorang penggede era Orde Baru terpicut amarah akan masalah sepele. Ditembak matilah olehnya seorang pelayan sebuah bar di Jakarta. Anehnya (eh tak aneh lagi ya), ia tinggal dibalik jeruji besi hanya sepemakan sirih. Tak selalu mafia militer, beberapa bulan lepas seorang pegawai restoran di NTT ditampar empat kali oleh seorang wakil rakyat berlatar-belakang sipil. Apa mungkin si pejabat ingin membirukan pipi pelayan itu agar menyerupai warna partainya? Hanya ia dan egonya yang tahu.

Tak mau kalah, aksi seorang bupati di Sumatera Utara bengisnya tak main-main; maniak dalam memelihara hewan langka eksotis, 656 spesies homo sapiens bahkan pernah pula menghuni kerangkeng di rumah sang pembesar kabupaten itu. Mereka ini juga subjek dari pencambukan selama setidaknya 10 tahun, slavery 2.0 pokoknya. Para anggota dinasti penguasa-penguasa ini juga tak kalah sering mengekspolitasi status mereka. Seorang istri perwira polisi bintang satu menggemparkan jagad internet disebabkan penamparan yang ia lakukan terhadap seorang pegawai imigrasi tahun 2017 yang lalu. Sebuah pemukulan dan ancaman penyekapan oleh seorang perwira kepolisian terhadap dua pegawai karaoke di Semarang pernah juga terjadi. Walau yang satu ini tak sempat bermetamorfosis menjadi sensasi nasional, mengingat kasusnya sendiri yang berskala mikro dan jabatannya yang sebatas di tingkat Polres, praktik kekerasan bercorak abuse of power dan penyelewengan hak istimewa seperti ini saking lumrahnya sudah seperti praktik yang dinormalisasi masyarakat republik tercinta.

Maka dari penjelasan di atas, korupsi terkualifikasi sebagai tindak psikopati. Selain golf, berlaku korup nyatanya juga hobi andalan para penguasa. Korupsi mengindikasikan kurangnya empati oleh para penggede negeri ini terhadap jutaan kawula yang menderita dibawah cengkeraman dominasi mereka; sekongkolan psikopat, baik yang berjas rapi dan bergaya klimis, maupun yang berseragam lengkap terkomplemen oleh wibawa militernya yang tegas.

 

 

 

 

View this post on Instagram

Shared post on Time

Kaitan UMA

Kampus I
Jalan Kolam Nomor 1 Medan Estate / Jalan Gedung PBSI, Medan 20223
CALL CENTER UMA : 0811-6013-888
(061) 7368012
[email protected]
Kampus II
Jalan Sei Serayu Nomor 70 A / Jalan Setia Budi Nomor 79 B, Medan 20112
CALL CENTER UMA : 061-42402994
(061) 42402994
[email protected]
LOKASI KAMPUS PASCASARJANA UMA
Copyright © 2026 MPSI - Universitas Medan Area

This will close in 0 seconds