Pada zaman sekarang, dimana teknolgi semakin berkembang, sebagian besar manusia yang ada di dunia ini tentunya tidak asing lagi dengan dunia maya. Dunia maya sendiri adalah media elektronik yang menggunakan jaringan internet untuk melakukan komunikasi satu arah ataupun timbal-balik secara online, media yang digunakan dapat berupa komputer, laptop, handphone, dan media elektronik lainnya.
Media online telah banyak digunakan oleh orang-orang karena sifatnya yang mudah diakses kapan saja dan dimana saja, umumnya dunia maya ini digunakan untuk mencari atau mengakases suatu informasi yang ingin diketahui oleh pengguna. Namun banyak juga dari mereka yang menggunakan media internet tidak sadar akan resiko atau konsekuensi yang menyertainya. Di Indonesia, awareness akan keamanan berkomunikasi atau menggunakan media internet masih terbilang rendah, karena pada dasarnya orang-orang hanya ingin bisa cepat dan mudah dalam mengakses sesuatu yang mereka inginkan.
Selain untuk mencari atau mengakses informasi, dunia maya juga menyajikan sarana-sarana yang dapat digunakan untuk berkomunikasi bagi para penggunanya, sarana ini biasa disebut sebagai jejaring sosial atau media sosial. Sekarang, telah banyak muncul aplikasi-aplikasi media sosial yang dapat kita temukan, misalnya: Twitter, Instagram, Youtube, Facebook, Tiktok dan masih banyak lagi. Untuk membuat akun, pengguna hanya perlu melakukan sign up secara manual atapun langsung menggunakan email.
Dalam bermain sosial media, tentunya kita harus pintar-pintar dalam menggunakannya. Perlunya rasa aman dalam berkomunikasi di dunia maya juga menjadi hal yang sangat penting untuk kita rasakan, karena pada zaman sekarang sebagian besar orang di dunia bisa saling berhubungan satu sama lain dan juga adanya jejak digital kadang membuat kita selalu merasa was-was dalam bermain media sosial.
Dalam media sosial Twitter, kita dapat mengirim atau membaca pesan di timeline yang biasa disebut dengan status atau saling berkomunikasi melewati direct message (DM). Media sosial Twitter biasanya banyak digunakan oleh kalangan generasi muda, dan isinya pun beragam hal, mulai dari sebagai media curhat untuk berkeluh kesah, mencari informasi yang sedang marak terjadi, rekomendasi mengenai hal-hal yang pengguna cari dan masih banyak lagi.
Dari pandangan psikologis komunikasi, mental yang baik dan stabil akan sangat mempengaruhi bagaimana cara seseorang menggunakan media sosial. Misalnya orang dengan mental yang baik dan stabil akan menggunakan media sosial secara bijak, sedangkan orang yang memiliki mental tak stabil akan bersikap ceroboh dalam menggunakan sosial media, salah satu contohnya dengan melakukan over-sharing di media sosial Twitter. Over-sharing adalah keadaan dimana seseorang memberitahukan informasi pribadi yang berlebihan kepada khalayak umum. Over-sharing ini sendiri bisa disebabkan karena keadaan mental yang tak stabil, misalnya si pengguna merasa dalam keadaan yang tidak baik seperti sedih, marah atau yang lainnya, namun ia tidak memiliki teman untuk berbagi, jadi ia melampiaskannya secara intens dan detail melalui curhat di Twitter dengan akunnya yang tidak di private sehingga khalayak umum bisa melihatnya.
Tentunya sesuatu yang berlebihan itu tidak akan menghasilkan sesuatu yang baik, sama seperti perilaku over-sharing ini bisa mengakibatkan pelaku memiliki sikap adiktif dalam bersosial media, timbul rasa ingin selalu up to date terhadap apa yang terjadi pada dirinya maupun sekitar. Perilaku over-sharing juga bisa mengakibatkan adanya cyber-bullying atau perundungan secara online oleh pengguna lainnya, tak hanya itu, hal negatif lain yang bisa disebabkan adalah adanya tindak kriminalitas yang melakukan aksinya menggunakan informasi dari pengguna yang melakukan over-sharing untuk bertindak jahat, sehingga pengguna tersebut pun tidak memiliki rasa aman ataupun akan terganggu secara psikologis dalam mengakses dan berkomunikasi di dunia maya.
Oleh karena itu, seseorang harus memiliki pemikiran yang bijak, jangan mudah terlena atau percaya dengan media sosial, jangan terlalu berlebihan dalam membagikan informasi diri dalam media sosial yang tentunya diakses oleh banyak orang untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Dengan adanya mental dan peikiran yang stabil, tentunya seseorang akan lebih merasa tenang dan aman dalam berkomunikasi di media sosial, karena orang tersebut akan bersikap hati-hati dalam menggunakannya. Be smart and wise dalam bersosial di media maya untuk menumbuhkan awareness yang tinggi bagi kebaikan masing-masing pengguna.

