Skip to content
INOVATIF, PROFESIONAL DAN PERKEBPRIBADIAN
facebook
twitter
youtube
instagram
linkedin
Magister Psikologi Terbaik
Call Support 082274669161
Email Support [email protected]
Location Jalan Sei Serayu Nomor 70 A
Jalan Setia Budi Nomor 79 B
  • BERANDA
  • PROFIL
    • AKREDITASI
    • FUNGSIONARIS
    • STRUKTUR ORGANISASI
    • Visi Misi
  • AKADEMIK
    • Informasi Akademik
      • AKADEMIK ONLINE
      • E-Learning
    • KALENDER AKADEMIK
    • Jadwal Akademik
      • JADWAL PERKULIAHAN
      • Jadwal Ujian
      • JADWAL SEMINAR/SIDANG
    • KURIKULUM
      • Semester 1
      • Semester 2
      • Semester 3
      • Semester 4
  • AKTIVITAS
    • Jurnal Prodi
    • Kegiatan Prodi
  • MAHASISWA
    • Beasiswa
    • SISTEM INFORMASI
      • Data Mahasiswa
      • Blog Mahasiswa
      • Penelitian Mahasiswa
      • AOC
      • E-Learning
      • APIK
      • SAIS
      • Webmail
    • Prestasi Mahasiswa
  • DOSEN
    • Daftar Dosen
    • Dosen Penasehat Akademik
    • Blog Dosen
    • Elearning
    • Amadi
    • Webmail
  • ALUMNI
    • Tracer Study
    • Foto Wisuda
  • ARSIP
    • PEDOMAN
    • FORMULIR
    • Brosur
    • Artikel
  • Kerjasama
  • HELPDESK

Psychological First Aid: Sumbangsih Psikologi sebagai Tindakan Preventif Pasca Bencana Alam

Home > Artikel Baru > Psychological First Aid: Sumbangsih Psikologi sebagai Tindakan Preventif Pasca Bencana Alam

Psychological First Aid: Sumbangsih Psikologi sebagai Tindakan Preventif Pasca Bencana Alam

Posted on 16 August 2022 by admin
0

Bencana alam tentu bukan hal yang baru terutama bagi Indonesia yang rentan akan bencana alam karena terletak di jalur Lingkaran Api (Ring of Fire) Pasifik atau disebut juga dengan Cincin Api Pasifik, dan letak geografis ini berpengaruh besar terhadap gunung meletus, gempa bumi bahkan tsunami.

Sekitar 90 persen dari semua gempa bumi di dunia berasal dari wilayah Lingkaran Api Pasifik dan terdapat 450 rangkaian gunung api aktif maupun tidak aktif. Tetapi tingkat resiko dari bencana alam tersebut tergantung pada masing-masing wilayah seperti jarak dengan pusat gempa.

Korban yang menjadi dampak dari bencana tersebut setidaknya mengalami shock karena dihadapkan dengan situasi panik dan mendesak.

Shock biasanya ditandai dengan keringat dingin, cemas, detak jantung yang tidak beraturan, deru nafas cepat tetapi pendek, linglung atau kebingungan, denyut nadi cepat namun bisa juga sangat lambat atau bahkan tidak terasa sama sekali, bahkan dapat kehilangan kesadaran atau pingsan.

Pengalaman bencana alam tersebut banyak meninggalkan trauma bagi korbannya, baik itu trauma ringan maupun berat.

Peran psikologi dalam membantu pencegahan gangguan mental lebih serius diwujudkan dengan Psychological First Aid (PFA) atau yang akrab disebut dengan Bantuan Awal Psikologis. PFA merupakan tindakan pertama yang dilakukan dalam durasi singkat kepada seseorang yang baru saja mengalami krisis, bencana, bahkan keadaan darurat untuk membantu keadaan pada saat itu.

Tindakan ini bersifat umum dan sederhana sehingga dapat dilakukan dan dipelajari oleh siapa saja karena bukan merupakan penanganan oleh professional seperti psikiater atau psikolog, juga bukan berfungsi untuk menyembuhkan atau menghilangkan gangguan-gangguan psikologis serius serta tidak ditujukan untuk menghilangkan reaksi-reaksi emosional yang wajar dalam kondisi tidak wajar.

PFA bertujuan untuk memenuhi kebutuhan dasar mendesak, mengurangi tingkat stress yang dialami, serta memperkuat daya adaptasi sehingga dapat mencegah dampak gangguan yang lebih serius sehingga membantu proses pemulihan alami. Berikut prinsip-prinsip dalam melakukan PFA:

Look (Amati)
Prinsip pertama mencakup bagaimana penolong mengamati lingkungan serta kondisi yang mengelilingi para korban. Di sini, akan lebih baik jika penolong bisa lebih sensitif terhadap korban dengan reaksi yang cukup serius.

Listen (Dengar)
Mendengarkan aktif merupakan komponen utama dalam prinsip ini. Pada tahapan ini, penolong mendekati para korban dengan membangun rapport dan mengembangkan kemampuan mendengarkan aktif untuk memahami apa yang mereka rasakan.

Link (Hubungkan)
Penolong juga dapat memberikan informasi yang mereka ketahui dan mencoba menghubungkan para korban dengan keluarga mereka maupun pihak-pihak terkait yang memiliki bantuan yang dibutuhkan oleh korban seperti kebutuhan pokok mendasar.

 

View this post on Instagram

Shared post on Time

Kaitan UMA

Kampus I
Jalan Kolam Nomor 1 Medan Estate / Jalan Gedung PBSI, Medan 20223
CALL CENTER UMA : 0811-6013-888
(061) 7368012
[email protected]
Kampus II
Jalan Sei Serayu Nomor 70 A / Jalan Setia Budi Nomor 79 B, Medan 20112
CALL CENTER UMA : 061-42402994
(061) 42402994
[email protected]
LOKASI KAMPUS PASCASARJANA UMA
Copyright © 2026 MPSI - Universitas Medan Area

This will close in 0 seconds