Skip to content
INOVATIF, PROFESIONAL DAN PERKEBPRIBADIAN
facebook
twitter
youtube
instagram
linkedin
Magister Psikologi Terbaik
Call Support 082274669161
Email Support [email protected]
Location Jalan Sei Serayu Nomor 70 A
Jalan Setia Budi Nomor 79 B
  • BERANDA
  • PROFIL
    • AKREDITASI
    • FUNGSIONARIS
    • STRUKTUR ORGANISASI
    • Visi Misi
  • AKADEMIK
    • Informasi Akademik
      • AKADEMIK ONLINE
      • E-Learning
    • KALENDER AKADEMIK
    • Jadwal Akademik
      • JADWAL PERKULIAHAN
      • Jadwal Ujian
      • JADWAL SEMINAR/SIDANG
    • KURIKULUM
      • Semester 1
      • Semester 2
      • Semester 3
      • Semester 4
  • AKTIVITAS
    • Jurnal Prodi
    • Kegiatan Prodi
  • MAHASISWA
    • Beasiswa
    • SISTEM INFORMASI
      • Data Mahasiswa
      • Blog Mahasiswa
      • Penelitian Mahasiswa
      • AOC
      • E-Learning
      • APIK
      • SAIS
      • Webmail
    • Prestasi Mahasiswa
  • DOSEN
    • Daftar Dosen
    • Dosen Penasehat Akademik
    • Blog Dosen
    • Elearning
    • Amadi
    • Webmail
  • ALUMNI
    • Tracer Study
    • Foto Wisuda
  • ARSIP
    • PEDOMAN
    • FORMULIR
    • Brosur
    • Artikel
  • Kerjasama
  • HELPDESK

Psikologi Forensik dalam Menangani Kasus di Peradilan

Home > Artikel Baru > Psikologi Forensik dalam Menangani Kasus di Peradilan

Psikologi Forensik dalam Menangani Kasus di Peradilan

Posted on 21 April 2022 by admin
0

Psikologi adalah ilmu yang mempelajari tingkah laku manusia. Ilmu psikologi dibutuhkan di semua bidang, salah satunya pada bidang hukum dan pidana. Psikologi yang menangani masalah hukum atau tindak pidana biasanya dikenal dengan psikologi forensik. Apa itu psikologi forensik? Psikologi forensik adalah pengaplikasian metode dan konsep-konsep psikologi di bidang hukum yang mengintervensi guna untuk menyediakan data dan pengetahuan untuk membantu menangani suatu kasus.

Ada beberapa fungsi peran psikologi forensik yaitu untuk mengetahui kondisi kejiwaan pelaku tindak pidana, membantu pendekatan psikis dalam investigasi, menemukan kejanggalan psikis, dan mengungkap motif pelaku tindak pidana.

Proses peradilan sangat menggantungkan pada hasil investigasi pada saksi, karena para jaksa, hakim dan polisi tidak melihat langsung kejadian yang sebenarnya di TKP. Memori saksi sangat rentan, karena ada banyak fakor yang menyebabkan saksi kehilangan memorinya. Maka dari itu psikologi forensik membantu dalam memaksimalkan memori si saksi supaya mencegah salah kesaksian, bagaimanapun saksi adalah manusia yang tidak lepas dari kesalahan mulai dari sedikitnya memori yang dia ingat pada waktu kejadian. Psikologi forensik juga dapat membantu saksi atau korban yang mengalami trauma terhadap kejadian yang dialaminya, misal saksi melihat dengan jelas kasus pembunuhan atau kasus lain yang dapat menimbulkan trauma.

Sangat dibutuhkan seorang psikologi forensik agar berjalan sesuai prosedur.

Beberapa teknik investigasi yang umum digunakan dalam psikologi forensik yaitu pendekatan langsung, pendekatan tidak langsung, pendekatan emosional, dalih, perencanaan, pengumpulan data, pengolahan data, evaluasi, memperhatikan pertanyaan lengkap, menggunakan rasional, persepsi yang luas dan konsisten. Secara keseluruhan teknik ini membutuhkan relaks dari saksi/korban dan memberikan kesempatan kepada saksi untuk menceritakannya secara perlahan, bukannya menekan untuk mendapatkan kesaksian.

 

 

View this post on Instagram

Shared post on Time

Kaitan UMA

Kampus I
Jalan Kolam Nomor 1 Medan Estate / Jalan Gedung PBSI, Medan 20223
CALL CENTER UMA : 0811-6013-888
(061) 7368012
[email protected]
Kampus II
Jalan Sei Serayu Nomor 70 A / Jalan Setia Budi Nomor 79 B, Medan 20112
CALL CENTER UMA : 061-42402994
(061) 42402994
[email protected]
LOKASI KAMPUS PASCASARJANA UMA
Copyright © 2026 MPSI - Universitas Medan Area

This will close in 0 seconds