Skip to content
INOVATIF, PROFESIONAL DAN PERKEBPRIBADIAN
facebook
twitter
youtube
instagram
linkedin
Magister Psikologi Terbaik
Call Support 082274669161
Email Support [email protected]
Location Jalan Sei Serayu Nomor 70 A
Jalan Setia Budi Nomor 79 B
  • BERANDA
  • PROFIL
    • AKREDITASI
    • FUNGSIONARIS
    • STRUKTUR ORGANISASI
    • Visi Misi
  • AKADEMIK
    • Informasi Akademik
      • AKADEMIK ONLINE
      • E-Learning
    • KALENDER AKADEMIK
    • Jadwal Akademik
      • JADWAL PERKULIAHAN
      • Jadwal Ujian
      • JADWAL SEMINAR/SIDANG
    • KURIKULUM
      • Semester 1
      • Semester 2
      • Semester 3
      • Semester 4
  • AKTIVITAS
    • Jurnal Prodi
    • Kegiatan Prodi
  • MAHASISWA
    • Beasiswa
    • SISTEM INFORMASI
      • Data Mahasiswa
      • Blog Mahasiswa
      • Penelitian Mahasiswa
      • AOC
      • E-Learning
      • APIK
      • SAIS
      • Webmail
    • Prestasi Mahasiswa
  • DOSEN
    • Daftar Dosen
    • Dosen Penasehat Akademik
    • Blog Dosen
    • Elearning
    • Amadi
    • Webmail
  • ALUMNI
    • Tracer Study
    • Foto Wisuda
  • ARSIP
    • PEDOMAN
    • FORMULIR
    • Brosur
    • Artikel
  • Kerjasama
  • HELPDESK

Psikoanalisa Sigmund Freud

Home > Artikel Baru > Psikoanalisa Sigmund Freud

Psikoanalisa Sigmund Freud

Posted on 21 November 2022 by admin
0

Sigmund Freud lahir pada tanggal 6 Mei 1856 di Freiberg dan meninggal di London pada tanggal 23 September 1939. Freud mencetuskan aliran psikologi berbasis analisis atau psikoanalisa. Berawal dari mitologi yaitu cerita mengenai Dewi Psyche — Psyche — Psikologi yang artinya menganalisis kejiwaan. Freud menganalisis gangguan kejiwaan (personality disorder), dimana manusia merasa terasing dari lingkungan sosialnya. Personality disorder terdiri dari dua yaitu psikopat yang merugikan orang lain serta psikoneurosis tentang perilaku memaki, mendowngrade diri sendiri,  dan sejenisnya.

Manusia mempunyai 3 tujuan hidup yaitu 1) Mengejar kesempurnan; 2) Mendapatkan kenikmatan seperti terpenuhinya kebutuhan sosial, kebutuhan psikologis, dan kebutuhan biologis; 3) Menghindarkan diri dari ketidaknikmatan. Menurut Freud, manusia memiliki 3 tingkat kesadaran. Pertama, tak sadar atau unconcious, seperti impuls yang dibawa sejak lahir. Kedua, pra sadar atau preconcious, seperti lamunan, mimpi, latah. Ketiga, sadar atau concious, seperti punya ingatan, pikiran, perasaan. Selanjutnya, struktur kepribadian manusia tersusun dari tiga sistem pokok, yakni 1) Id (Das Es) yang merupakan aspek biologis seperti dorongan primitif, traumatik, kesenangan yang akan membentuk perilaku sosial yang baik maupun tidak baik; 2) Ego (Das Ich) yang merupakan aspek piskologis seperti hawa nafsu; 3) Super ego (Das Ueber Ich) yang merupakan aspek sosial seperti pengendalian diri.

Selanjutnya, adanya energi psikis yang berasal dari fisiologi yang bersumber dari makanan membuat kesadaran, pra sadar, ketidaksadaran, id, ego, superego bisa bekerja dengan baik. Energi psikis tersebut disimpan dalam insting. Freud menyatakan bahwa terdapat dua insting dalam diri manusia yaitu insting hidup (eros) yang menjadi dorongan survival serta reproduksi dan insting mati (thanatos) yang bersifat destruktif. Dalam insting hidup, energi yang dipakai adalah libido dan energi yang dipakai dalam insting mati adalah agresi. Dalam konteks berikutnya, Freud memisahkan tipe kecemasan menjadi tiga. Pertama, kecemasan realistik yang merupakan rasa takut/khawatir untuk hal yang belum terjadi. Kedua, kecemasan neurotik yang merupakan rasa takut kepada orang yang lebih berkuasa. Ketiga, kecemasan moral yang merupakan rasa takut untuk melanggar nilai dan norma.

Kemudian, Freud menyatakan bahwa mekanisme pertahanan yang dilakukan oleh seorang individu ada sembilan. Pertama, represi artinya menekan segala sesuatu yang dapat menimbulkan kecemasan. Kedua, pembentukan reaksi yang merupakan tindakan untuk mengganti impuls sebagai defensif. Ketiga, proyeksi, mekanisme yang mengubah kecemasan neurotik atau kecemasan moral menjadi kecemasan realistik. Keempat, displacement atau pemindahan reaksi, melampiaskan perasaan kepada orang ke-3. Kelima, rasionalisasi, pencarian kebenaran atas dorongan yang sebenarnya dilarang oleh superego. Keenam, supresi, menekan sesuatu yang bisa membahayakan ego ke dalam ketidaksadaran. Ketujuh, sublimasi, bersifat eksternal dan dubenarkan oleh budaya, misalnya pembunuhan yang terjadi dalam peperangan. Kedelapan, kompensasi, meningkatkan kemampuan di bidang tertentu untuk menutupi kelemahan yang ada di dalam suatu bidang tertentu. Terakhir, regresi, menurunkan mentalitas seperti menangis agar orang lain dapat memahami dirinya.

 

 

View this post on Instagram

Shared post on Time

Kaitan UMA

Kampus I
Jalan Kolam Nomor 1 Medan Estate / Jalan Gedung PBSI, Medan 20223
CALL CENTER UMA : 0811-6013-888
(061) 7368012
[email protected]
Kampus II
Jalan Sei Serayu Nomor 70 A / Jalan Setia Budi Nomor 79 B, Medan 20112
CALL CENTER UMA : 061-42402994
(061) 42402994
[email protected]
LOKASI KAMPUS PASCASARJANA UMA
Copyright © 2026 MPSI - Universitas Medan Area

This will close in 0 seconds