Jerome Seymour Brunner merupakan seorang ahli psikologi perkembangan dan psikologi belajar kognitif. Lahir di Newyork City pada tanggal 1 Oktober 1915. Brunner banyak memberikan pandangan mengenai perkembangan kognitif manusia dan bagaimana manusia belajar atau mendapat pengetahuan dan mentransfer pengetahuan.
Perkembangan kognitif seseorang, menurut Brunner ada 3 tahap yang dipengaruhi bagaimana lingkungan. Pertama adalah tahap Enaktif (0 sampai 2 tahun), seorang anak merasakan dan mengalami secara realitas menggunakan panca indera. Tahap kedua adalah Ikonik (2 sapai 4 tahun), anak dapat memahami dengan menggunakan gambar. Tahap ketiga adalah Simbolik (5-7 tahun), diterapkan pada anak berupa simbol-simbol abstrak.
Contoh dalam pembelajaran Matematika yang dapat kita terapkan menggunakan teori Brunner yaitu materi pecahan. Saat tahap awal yaitu Enaktif anak disajikan kue atau pizza yang sudah dibagi perbagiannya, anak membangun konsep pecahan melalui pizza yang dipotong . Kemudian naik tingkatan menjadi tahap Ikonik, pada tahap ini siswa mampu dengan hanya melihat gambar pizza dibagi , tidak ada lagi benda nyatanya. Tahap Simbolik, ketika berada ditahap ini artinya siswa mampu menalar bentuk pecahan.
Pada kegiatan pembelajaran sehari-hari teori Brunner dapat dilaksanakan dengan cara : pendidik menentukan tujuan pembelajaran. Identifikasi karakteristik siswanya. Lalu pilih materi yang akan digunakan. Tentukan juga topik yang dapat dipelajari siswa secara induktif. Kemudian kembangkan bahan ajar.

