Pada Kamis, 18 September 2025, Magister Psikologi Universitas Medan Area menggelar sebuah acara penting dengan tema “Perilaku Cyber di Tempat Kerja: Implikasi Psikologis dan Solusi” oleh Assoc. Prof. Retno Dwiyanti, S.Psi, MS, Ph.D, Dekan Fakultas Psikologi UMP, yang menjadi narasumber utama. Acara ini bertujuan untuk membahas perilaku cyber di tempat kerja, serta implikasi psikologis dan solusi yang dapat diterapkan.
Acara dibuka dengan sambutan hangat oleh Direktur Pascasarjana Universitas Medan Area (UMA), Prof. Dr. Ir. Retna Astuti Kuswardani, MS. Beliau menekankan pentingnya pemahaman tentang perilaku cyber, terutama di era digital yang semakin maju ini. Dalam sambutannya, beliau juga mengungkapkan harapannya agar kerjasama antara UMA dan UMP dapat memberikan kontribusi yang signifikan dalam bidang psikologi.

Dalam sesi utama, Assoc. Prof. Retno Dwiyanti menyampaikan materi yang mendalam mengenai perilaku cyber di lingkungan kerja. Beliau menjelaskan bagaimana perilaku ini dapat mempengaruhi kesehatan mental karyawan, interaksi sosial, serta produktivitas. Diskusi ini sangat relevan, mengingat banyaknya perusahaan yang kini mengadopsi teknologi digital dalam operasional sehari-hari mereka.
Salah satu poin penting yang disampaikan adalah perlunya pendekatan psikologis dalam menangani masalah yang muncul akibat perilaku cyber. Prof. Retno juga memberikan beberapa solusi yang dapat diterapkan oleh perusahaan, seperti pelatihan manajemen stres, peningkatan kesadaran tentang etika digital, dan program dukungan psikologis bagi karyawan.
Acara tersebut juga ditandai dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara Magister Psikologi UMA dan Fakultas Psikologi UMP. Kerjasama ini diharapkan dapat memperkuat hubungan akademis dan meningkatkan kualitas pendidikan di bidang psikologi.

Sebagai penutup, acara ditutup dengan sesi foto bersama yang melibatkan semua peserta. Momen ini menjadi simbol dari kerjasama yang terjalin dan komitmen kedua institusi untuk terus berkontribusi dalam pengembangan ilmu psikologi.

Acara ini tidak hanya memberikan wawasan baru tentang perilaku cyber, tetapi juga memperkuat kolaborasi antara institusi pendidikan dalam menghadapi tantangan di era digital.

