Skip to content
INOVATIF, PROFESIONAL DAN PERKEBPRIBADIAN
facebook
twitter
youtube
instagram
linkedin
Magister Psikologi Terbaik
Call Support 082274669161
Email Support [email protected]
Location Jalan Sei Serayu Nomor 70 A
Jalan Setia Budi Nomor 79 B
  • BERANDA
  • PROFIL
    • AKREDITASI
    • FUNGSIONARIS
    • STRUKTUR ORGANISASI
    • Visi Misi
  • AKADEMIK
    • Informasi Akademik
      • AKADEMIK ONLINE
      • E-Learning
    • KALENDER AKADEMIK
    • Jadwal Akademik
      • JADWAL PERKULIAHAN
      • Jadwal Ujian
      • JADWAL SEMINAR/SIDANG
    • KURIKULUM
      • Semester 1
      • Semester 2
      • Semester 3
      • Semester 4
  • AKTIVITAS
    • Jurnal Prodi
    • Kegiatan Prodi
  • MAHASISWA
    • Beasiswa
    • SISTEM INFORMASI
      • Data Mahasiswa
      • Blog Mahasiswa
      • Penelitian Mahasiswa
      • AOC
      • E-Learning
      • APIK
      • SAIS
      • Webmail
    • Prestasi Mahasiswa
  • DOSEN
    • Daftar Dosen
    • Dosen Penasehat Akademik
    • Blog Dosen
    • Elearning
    • Amadi
    • Webmail
  • ALUMNI
    • Tracer Study
    • Foto Wisuda
  • ARSIP
    • PEDOMAN
    • FORMULIR
    • Brosur
    • Artikel
  • Kerjasama
  • HELPDESK

Pendidikan Tanpa Kecemasan

Home > Artikel Baru > Pendidikan Tanpa Kecemasan

Pendidikan Tanpa Kecemasan

Posted on 30 November 2022 by admin
0

Beberapa waktu yang lalu, dunia hiburan tanah air digemparkan dengan berita meninggalnya Maura Magnalia Madyaratri yang merupakan putri sulung dari pasangan aktris senior Nurul Arifin dan Mayong Suryo Laksono. Maura yang tercatat sebagai salah satu mahasiswi S2 Sydney University di Australia.meninggal dunia dalam usia yang relatif muda yaitu 28 tahun. Sang ayah, mengungkapkan bahwa Maura meninggal dunia dikarenakan henti jantung mendadak, “sudden cardiac”. Kondisi terakhir Maura sebelum meninggal dunia belakangan ini mengalami stress. “Stress beberapa hari dan begitulah, ternyata ada hal yang tak terdeteksi oleh kita semua” ucap Mayong.

Selain itu, sang ibu, Nurul Arifin, mengatakan kondisi Maura disebut sedang depresi atau di bawah tekanan beberapa waktu terakhir sehingga sempat beberapa kali menemui Psikolog. Pandemi Covid-19 yang mengakibatkan segala impian dan rencananya berantakan karena ruang lingkup Maura menjadi terbatas. Situasi pandemik  menjadi under pressure  buat Maura karena dia tidak bisa menyalurkan bakatnya.

Menurut Taufik Suryadi dalam jurnal kedokteran Syiahkuala  (2017), Kematian karena henti jantung mendadak sering terjadi tanpa diduga dan bersifat tiba-tiba yang sebelumnya orang tersebut tampak sehat. Dalam pandangan ilmu kedokteran forensik, setiap kematian mendadak harus diperlakukan sebagai kematian yang tidak wajar sebelum dapat dibuktikan secara ilmiah. Kematian mendadak sering disamakan dengan sudden natural unexpected   death. Kematian mendadak banyak disebabkan oleh beberapa hal,  salah satunya adalah akibat penyakit  pada jantung dan  pembuluh  darah.
Ketika seseorang berusia 20 tahunan, mereka akan mengalami latihan ekstra keras perlahan-lahan, mengembangkan penyumbatan yang dapat diabaikan karena peningkatan kolesterol atau faktor genetik lainnya. Namun, ketika orang tersebut menghadapi stres akut, mengalami aktivitas fisik yang signifikan tanpa persiapan atau stres biologis seperti infeksi, pengerahan tenaga yang ekstra pada jantung. Hal ini yang menyebabkan gumpalan terbentuk di dekat penyumbatan yang sudah ada, hingga akhirnya bisa menjadi serangan jantung.

Kasus Maura ini, tidak hanya menjadi sorotan utama bagi para pakar kesehatan, namun juga bagi para pakar pendidkan dan psikologi. Pandemi yang berkepanjangan mempunyai dampak negatif kepada banyak remaja. Tekanan akan perubahan kebiasaan baru yang membatasi gerak dan kegiatan. dari tidak bebas keluar rumah sampai tidak bisa bertemu dengan teman-teman di sekolah karena pembelajaran dilakukan secara daring, membuat banyak remaja yang mengalami depresi karena kondisi ini.

Depresi yang dialami oleh para remaja pada masa pandemi covid-19 ini lebih disebabkan karena mereka merasa cemas, takut dan memikirkan hal-hal buruk tentang masa depan. Tentu saja kondisi tersebut menyebabkan kesehatan mental terganggu yang akan berakibat kepada gangguan suasana hati, kemampuan berpikir dan akhirnya mengarah pada perilaku buruk. Remaja yang mengalami depresi akan merasa kesepian, sulit berhubungan dengan orang lain dan memicu hasrat untuk menyakiti diri sendiri

 

View this post on Instagram

Shared post on Time

Kaitan UMA

Kampus I
Jalan Kolam Nomor 1 Medan Estate / Jalan Gedung PBSI, Medan 20223
CALL CENTER UMA : 0811-6013-888
(061) 7368012
[email protected]
Kampus II
Jalan Sei Serayu Nomor 70 A / Jalan Setia Budi Nomor 79 B, Medan 20112
CALL CENTER UMA : 061-42402994
(061) 42402994
[email protected]
LOKASI KAMPUS PASCASARJANA UMA
Copyright © 2026 MPSI - Universitas Medan Area

This will close in 0 seconds