Apa yang kita cari di dunia?
Bila kitapun tahu hidup ini hanya sementara. Orang2 bilang YOLO, You Only Life Once”. Jadi lakukan apa yang kau mau, yang penting bahagia. Lalu bahagia yang seperti apa yang akan kita tuju? Jika hidup ini sesungguhnya adalah ujian dari kesungguhan kita, maka apa mungkin bahagia itu tak pernah ada?
Dan semoga apa yang kita temu di akhirat nanti lebih baik dari segala fana yang kita inginkan di dunia
Katanya kita akan bahagia jika bisa meraih apa yang kita impikan. Lalu setiap orang memiliki definisi impiannya masing-masihng. Dan agaknya banyak dari impian itu berupa materi, keterkenalan, dan kemewahan dunia.
Aku teringat waktu pertamakali bisa membeli handphone dengan uang sendiri sewaktu SMP. Agaknya memiliki handphone sudah menjadi keinginanku sejak lama, tapi orangtuaku hanya memperbolehkan membeli handphone jika sudah memiliki uang sendiri, barangkali supaya bisa belajar mandiri sedari kecil. Sehingga butuh waktu hingga akhirnya aku bisa membelinya. Ku pikir, pasti akan bahagia sekali jika suatu saat bisa memiliki handphone.
Lalu hari itu tiba. Hari yang membuatku seharian memegang hp saking senangnya, walau yg ku lakukan hanya main game ular-ularan disana, dan memberi tahu kontakku pada beberapa teman, tapi agaknya ada beberapa hari tersebut berhasil membuat perasaanku lebih bahagia karena akhirnya memiliki HP. Kemudian hari-hari setelah itu terasa seperti biasa saja.
Ya mungkin begitulah mungkin kodratnya manusia, atau lebih tepatnya aku, yang seringkali menginginkan sesuatu, serta mengira akan bahagia bila bisa mencapainya. Dan bersungut-sungut hingga keinginan itu dapat tercapai. Lalu bahagia itu ternyata hanya sementara, dan hari-hari setelahnya berjalan dengan biasa saja, atau bahkan lebih berat dari biasanya.
Lalu, dari sebuah buku, aku dipaparkan dengan pandangan lainnya mengenai bahagia. Bilamana tujuan hidup adalah agar kita menghamba kepada-Nya, dan segala yang ada di dunia adalah ujian bagi kita, apakah kita akan bersyukur atau kufur? Bukankah semestinya apa yang ada pada kita kini sudah cukup untuk melahirkan bahagia? Tubuh yang sehat, tidur yang nyenyak, makanan yang mudah di dapat, serta sahabat-sahabat yang menumbuhkan.
Bahagia sejati yang hanya ada dalam ketenangan jiwa, saat kita mampu mensyukuri segala apa yang kita punya, saatkita menyerahkan segala urusan hanya pada-Nya, biar kita tak merasa seorang diri memikul segala beban di dunia.
Hanya dengan mengingat-Nya, hati menjadi tentram. Kitapun tahu, betapapun sulitnya urusan hidup, seberat apapun, kita tak akan pernah ditinggalkan sendirian.

