Skip to content
INOVATIF, PROFESIONAL DAN PERKEBPRIBADIAN
facebook
twitter
youtube
instagram
linkedin
Magister Psikologi Terbaik
Call Support 082274669161
Email Support [email protected]
Location Jalan Sei Serayu Nomor 70 A
Jalan Setia Budi Nomor 79 B
  • BERANDA
  • PROFIL
    • AKREDITASI
    • FUNGSIONARIS
    • STRUKTUR ORGANISASI
    • Visi Misi
  • AKADEMIK
    • Informasi Akademik
      • AKADEMIK ONLINE
      • E-Learning
    • KALENDER AKADEMIK
    • Jadwal Akademik
      • JADWAL PERKULIAHAN
      • Jadwal Ujian
      • JADWAL SEMINAR/SIDANG
    • KURIKULUM
      • Semester 1
      • Semester 2
      • Semester 3
      • Semester 4
  • AKTIVITAS
    • Jurnal Prodi
    • Kegiatan Prodi
  • MAHASISWA
    • Beasiswa
    • SISTEM INFORMASI
      • Data Mahasiswa
      • Blog Mahasiswa
      • Penelitian Mahasiswa
      • AOC
      • E-Learning
      • APIK
      • SAIS
      • Webmail
    • Prestasi Mahasiswa
  • DOSEN
    • Daftar Dosen
    • Dosen Penasehat Akademik
    • Blog Dosen
    • Elearning
    • Amadi
    • Webmail
  • ALUMNI
    • Tracer Study
    • Foto Wisuda
  • ARSIP
    • PEDOMAN
    • FORMULIR
    • Brosur
    • Artikel
  • Kerjasama
  • HELPDESK

Mengenal Psychological Well-Being

Home > Artikel Baru > Mengenal Psychological Well-Being

Mengenal Psychological Well-Being

Posted on 23 November 2022 by admin
0

Menurut bahasa, Psychological : psikologis, well-being : kesejahteraan. Psychological well being adalah suatu kondisi dimana individu telah sampai pada tingkat kesejahteraan mental yang baik. Kesejahteraan mental yang dimaksud bukan berarti hidupnya gaada masalah lagi yaa.. Melainkan individu yang sudah mencapai kesejahteraan mental yang baik memiliki mental dan pikiran yang saling berkorelasi sehingga membuatnya mampu menghadapi masalah hidup dengan baik.

Individu dikatakan telah mencapai tahap kesejahteraan mental yang baik saat telah memenuhi 6 aspek, yaitu self-acceptance, personal growth, purpose in life, positive relationship with others, environmental mastery, dan autonomy.

Self-Acceptance
Penerimaan diri. Kebanyakan individu yang sulit menerima diri adalah individu yang memiliki masa lalu yang buruk, seperti pernah mengalami kekerasan fisik/verbal/seksual, pernah menjadi korban bully, sampai tidak pernah diberi kesempatan untuk berpendapat. Nah, individu yang telah memenuhi aspek self-acceptance adalah individu yang secara sadar menerima bahwa masa lalu yang baik ataupun buruk adalah bagian dari dirinya saat ini. Sehingga dia telah memaafkan masa lalunya itu.

Personal growth
Baca juga: Pendidikan Sex Bukan Pendidikan untuk Mengarahkan Anak Melakukan Hubungan Sex
Pertumbuhan pribadi. Ciri-ciri individu yang telah memenuhi aspek personal growth adalah memahami bahwa setiap manusia adalah subjek yang unik sehingga membuatnya menajadi individu yang bijaksana, mau belajar dan mengembangkan potensi diri, membuka diri terhadap berbagai kemungkinan dalam hidup, dan mampu mengontrol segala hal yang masuk kedalam hidupnya.

Purpose of life

Tujuan hidup. Menurut buku Ikigai, sejatinya hidup adalah tentang tujuan. Individu dapat dikatakan memiliki kesejahteraan mental yang baik ketika dirinya memiliki tujuan hidup. Bukan hidup yang asal hidup.

Positive relationship with others
Hubungan positif dengan orang lain. Individu yang sejahtera mentalnya memiliki sifat yang hangat dan positif, dia mampu berteman dengan siapa saja, mudah beradaptasi, dan mampu memberikan kesan positif pada orang yang ditemuinya.

Environmental mastery
Baca juga: Banyak Anak Banyak Rejeki
Penguasaan Lingkungan. Open mindset bukan berarti menerima segalanya tanpa filter. Individu yang sehat mentalnya pasti tau mana orang yang patut dijadikan teman atau hanya sekedar kenalan tanpa memutus silaturahmi. Individu ini mampu membuat circle yang positif dengan teman-temannya. Saat individu ini masuk ke circle pertemanan yang lain, maka dia tidak mudah terpengaruh karena telah memiliki self-boundaries yang baik.

Autonomy
Otonomi. Individu yang memiliki otonomi yang baik adalah individu yang telah menetapkan standar atau ideologi dalam hidupnya. Namun, standar/ideologi ini bukan berfungsi untuk mengukung diri dan bersifat kaku, melainkan untuk dijadikan pegangan hidup ketika hidupnya dilanda masalah atau terjebak dalam perbedaan pendapat.

 

View this post on Instagram

Shared post on Time

Kaitan UMA

Kampus I
Jalan Kolam Nomor 1 Medan Estate / Jalan Gedung PBSI, Medan 20223
CALL CENTER UMA : 0811-6013-888
(061) 7368012
[email protected]
Kampus II
Jalan Sei Serayu Nomor 70 A / Jalan Setia Budi Nomor 79 B, Medan 20112
CALL CENTER UMA : 061-42402994
(061) 42402994
[email protected]
LOKASI KAMPUS PASCASARJANA UMA
Copyright © 2026 MPSI - Universitas Medan Area

This will close in 0 seconds