Skip to content
INOVATIF, PROFESIONAL DAN PERKEBPRIBADIAN
facebook
twitter
youtube
instagram
linkedin
Magister Psikologi Terbaik
Call Support 082274669161
Email Support [email protected]
Location Jalan Sei Serayu Nomor 70 A
Jalan Setia Budi Nomor 79 B
  • BERANDA
  • PROFIL
    • AKREDITASI
    • FUNGSIONARIS
    • STRUKTUR ORGANISASI
    • Visi Misi
  • AKADEMIK
    • Informasi Akademik
      • AKADEMIK ONLINE
      • E-Learning
    • KALENDER AKADEMIK
    • Jadwal Akademik
      • JADWAL PERKULIAHAN
      • Jadwal Ujian
      • JADWAL SEMINAR/SIDANG
    • KURIKULUM
      • Semester 1
      • Semester 2
      • Semester 3
      • Semester 4
  • AKTIVITAS
    • Jurnal Prodi
    • Kegiatan Prodi
  • MAHASISWA
    • Beasiswa
    • SISTEM INFORMASI
      • Data Mahasiswa
      • Blog Mahasiswa
      • Penelitian Mahasiswa
      • AOC
      • E-Learning
      • APIK
      • SAIS
      • Webmail
    • Prestasi Mahasiswa
  • DOSEN
    • Daftar Dosen
    • Dosen Penasehat Akademik
    • Blog Dosen
    • Elearning
    • Amadi
    • Webmail
  • ALUMNI
    • Tracer Study
    • Foto Wisuda
  • ARSIP
    • PEDOMAN
    • FORMULIR
    • Brosur
    • Artikel
  • Kerjasama
  • HELPDESK

Membantu Orang Terdekat yang Mengalami Depresi

Home > Artikel Baru > Membantu Orang Terdekat yang Mengalami Depresi

Membantu Orang Terdekat yang Mengalami Depresi

Posted on 12 April 202315 April 2023 by admin
0

Sebagai orang terdekat, sangat wajar ketika kita turut merasa sedih dan bingung ketika mengetahui orang terdekat menunjukkan gejala atau bahkan sudah didiagnosa depresi. Kondisi ini umumnya tidak mudah dilalui. Kita bisa berlatih bersama dalam memberikan dukungan yang tepat karena hal ini sangatlah penting untuk mereka yang sedang mengalami depresi.

Kita bisa mengawali langkah dengan memahami tentang depresi sebagai salah satu gangguan psikologis. Kondisi ini perlu untuk mendapatkan diagnosa dan penanganan dari ahli, seperti psikiater dan psikolog. Seseorang dengan depresi seringkali sulit menjelaskan emosi yang tengah ia rasakan dengan jelas. Beberapa gejala yang umumnya diketahui seperti menarik diri dan rasa sedih yang berkepanjangan. Padahal kondisi depresi sebenarnya lebih dalam dari itu. Sehingga kita perlu untuk berlatih mendengarkan untuk betul-betul memahami kondisi mereka.

Nelson (2022) menekankan bahwa tugas kita adalah membuat mereka lebih nyaman untuk membicarakan permasalahannya. Hanya itu. Kita tidak wajib untuk memperbaiki atau mencari solusi atas masalah itu. Dengan membuka pintu untuk diskusi, sebenarnya proses untuk menemukan jalan keluar sudah dimulai. Semakin kita bisa membuat seseorang merasa dipahami, maka semakin ringan tekanan yang ia rasakan.

Apa yang kira-kira akan terjadi ketika kita mengatakan ‘’jangan sedih’’ atau ‘’marah itu hanya akan merugikan diri sendiri’’? Satu hal yang pasti adalah orang itu merasa tidak dipahami.

Tunjukkanlah bahwa kita memahami yang ia rasakan. Kita bisa menatapnya sambil mengangguk pelan tanda bahwa kita paham rasa itu atau mengatakan ‘’Aku paham itu perasaan yang tidak enak.’’ Biarkan ceritanya mengalir karena itulah jalan keluar bagi emosi yang begitu besar di dalam dirinya. Emosi butuh ruang untuk keluar dari tubuh kita dengan cara yang baik. Ketika ditahan, hanya akan menumpuknya dan berisiko meledak di kemudian hari.

Pahami Pikirannya
Ketika kita ingin terkoneksi untuk memberi dukungan pada seseorang yang mengalami depresi, cobalah untuk melihat permasalahan dari sudut pandang mereka. Sangat mudah bagi kita untuk menolak cara pandangnya yang menurut kita tidak benar. Cobalah untuk memahami, perihal setuju atau tidak setuju simpan dulu di dalam kepala sendiri.

Contohnya, ketika ia mengatakan ‘’Aku ini nggak berguna banget jadi orang’’, ’’aku ini nggak penting’’ atau ‘’nggak ada orang yang ngerti aku’’. Mungkin kita terdorong untuk langsung meyakinkannya bahwa ia punya berbagai potensi, disayangi banyak orang, dan penting keberadaannya di sini. Biasanya, ia akan mencari lagi penguatan bahwa ia benar-benar tidak berguna dan kita pun mencari penguatan bahwa itu hal yang salah. Perdebatan mungkin saja terjadi dan koneksi yang hangat berhenti terbangun.

Coba tanyakan: ‘’Apa yang kamu maksud dengan nggak berguna itu?’’ atau ‘’Apa yang membuatmu berpikir begitu?’’

Dari pertanyaan tersebut, kita mencoba untuk memahami cara berpikirnya sebelum menyimpulkan sesuatu. Dari pertanyaan itu, ia juga terbantu untuk berefleksi lagi lebih dalam tentang kata-kata ‘’tidak berguna’’. Berikanlah ia waktu untuk menyelesaikan ceritanya. Sekalipun ia menjawab ‘’’nggak tau’’, sebetulnya di saat yang sama mungkin ia sedang memahami bahwa tidak ada alasan yang juga kuat untuk membenarkan bahwa ia tidak berguna. Dengan bertanya, proses berefleksi terus berjalan.

Ketika koneksi sudah terbangun dan cerita mengalir tentang hal yang ia rasakan dan alami, cobalah membantunya untuk membuat timeline dari pengalaman itu sehingga ia juga bisa mengingat konteks terjadinya masalah. Hal ini diharapkan bisa membuatnya merasa bahwa saat ini ia aman, kejadian yang buruk telah berlalu.

Self-Care
Ketika koneksi sudah terbangun dan ia sudah terlihat lebih tenang, ajaklah untuk kembali pada dirinya. Kita bisa tanyakan ‘’apa yang bisa membantumu merasa lebih baik?’’ Dengarkanlah. Ulangi hal-hal yang kamu rasa benar-benar bisa membantu, termasuk hal kecil seperti berjalan-jalan keluar sebentar, makan es krim, mendengar musik, dan lain-lain. Seseorang dengan depresi perlu diajak untuk kembali pada rutinitas makan, tidur, dan bergerak yang sehat. Tiga hal ini terlihat sederhana tetapi sangat esensial untuk pemulihannya sebelum bicara tentang memperbaiki pola pikir atau regulasi emosi.

Tanyakan padanya: ‘’Apakah kamu berpikir untuk menemui profesional untuk membantu melalui ini?’’ Perhatikanlah pertimbangannya dan ajak diskusi untuk langkah selanjutnya. Beri dukungan agar ia memulai atau melanjutkan penanganan dengan profesional hingga kondisinya membaik.

View this post on Instagram

Shared post on Time

Kaitan UMA

Kampus I
Jalan Kolam Nomor 1 Medan Estate / Jalan Gedung PBSI, Medan 20223
CALL CENTER UMA : 0811-6013-888
(061) 7368012
[email protected]
Kampus II
Jalan Sei Serayu Nomor 70 A / Jalan Setia Budi Nomor 79 B, Medan 20112
CALL CENTER UMA : 061-42402994
(061) 42402994
[email protected]
LOKASI KAMPUS PASCASARJANA UMA
Copyright © 2026 MPSI - Universitas Medan Area

This will close in 0 seconds