Skip to content
INOVATIF, PROFESIONAL DAN PERKEBPRIBADIAN
facebook
twitter
youtube
instagram
linkedin
Magister Psikologi Terbaik
Call Support 082274669161
Email Support [email protected]
Location Jalan Sei Serayu Nomor 70 A
Jalan Setia Budi Nomor 79 B
  • BERANDA
  • PROFIL
    • AKREDITASI
    • FUNGSIONARIS
    • STRUKTUR ORGANISASI
    • Visi Misi
  • AKADEMIK
    • Informasi Akademik
      • AKADEMIK ONLINE
      • E-Learning
    • KALENDER AKADEMIK
    • Jadwal Akademik
      • JADWAL PERKULIAHAN
      • Jadwal Ujian
      • JADWAL SEMINAR/SIDANG
    • KURIKULUM
      • Semester 1
      • Semester 2
      • Semester 3
      • Semester 4
  • AKTIVITAS
    • Jurnal Prodi
    • Kegiatan Prodi
  • MAHASISWA
    • Beasiswa
    • SISTEM INFORMASI
      • Data Mahasiswa
      • Blog Mahasiswa
      • Penelitian Mahasiswa
      • AOC
      • E-Learning
      • APIK
      • SAIS
      • Webmail
    • Prestasi Mahasiswa
  • DOSEN
    • Daftar Dosen
    • Dosen Penasehat Akademik
    • Blog Dosen
    • Elearning
    • Amadi
    • Webmail
  • ALUMNI
    • Tracer Study
    • Foto Wisuda
  • ARSIP
    • PEDOMAN
    • FORMULIR
    • Brosur
    • Artikel
  • Kerjasama
  • HELPDESK

Memandang Waktu

Home > Artikel Baru > Memandang Waktu

Memandang Waktu

Posted on 14 April 2022 by admin
0

Seorang psikolog bernama Philip Zimbardo membuat wacana tentang bagaimana perspektif kita terhadap waktu akan mempengaruhi keputusan kita dalam kehidupan.

Waktu yang dimaksud beliau adalah waktu relatif yang berada di dalam pikiran, bukan waktu yang ditunjukan oleh jam di sekeliling kita.

Perspektif terhadap waktu akan mempengaruhi kebiasaan seorang manusia dalam menjalani hidup mereka.

Beliau mengatakan ada enam jenis perspektif waktu: dua di masa lalu(past), dua di masa kini(present), dan dua di masa depan (future).

Sebagian orang selalu mengenang bagaimana indah dan suksesnya masa lalu mereka, sering sekali mengungkit- ngungkit kesuksesan masa lalu yang belum tentu adalah kesuksesannya di masa kini. Ini adalah golongan orang dengan perspektif waktu Past Positive.

Sebagian orang hanya fokus pada kegagalan di masa lalu, masa lalu yang kelam. Dia akan hidup di masa lalunya yang negatif dan terlarut di dalamnya, sehingga melupakan fakta bahwa semua itu sudah berlalu dan tidak akan ada yang bisa dilakukan lagi untuk merubah masa lalu tersebut. Ini adalah golongan Past Negative.

Ada orang yang menginginkan kesenangan saat ini juga, mereka menikmati hari- harinya dengan enjoy, menikmati hidup, dan berprinsip bahwa mereka harus menikmati hidup sepuas- puasnya. Ini adalah golongan Present Hedonistic.

Ada juga orang yang membenci perencanaan. Mereka menjalani hidup dengan metode “mengalir seperti air”. It doesn’t pay to plan, my live is fated by the condition that I am living under. Kehidupan saya sudah ditakdirkan seperti ini, tidak akan bisa dirubah lagi walau apa pun yang saya lakukan. Ini adalah golongan Present Fatalistic.

Ada juga orang yang selalu memiliki perencanaan dalam hidup mereka. Mereka berorientasi masa depan, berorientasi tujuan. Mereka memilih untuk belajar dan bekerja daripada menikmati hidup. Mereka lebih memilih untuk hidup menderita hari ini demi kebahagiaan di masa depan. Bagi mereka kebahagiaan selalu ada di masa depan. Ini adalah golongan Future Oriented.

Golongan terakhir menurut beliau adalah Future: Trancendental-Life after death of the human body. Kehidupan sesungguhnya adalah kehidupan setelah kematian.

 

 

View this post on Instagram

Shared post on Time

Kaitan UMA

Kampus I
Jalan Kolam Nomor 1 Medan Estate / Jalan Gedung PBSI, Medan 20223
CALL CENTER UMA : 0811-6013-888
(061) 7368012
[email protected]
Kampus II
Jalan Sei Serayu Nomor 70 A / Jalan Setia Budi Nomor 79 B, Medan 20112
CALL CENTER UMA : 061-42402994
(061) 42402994
[email protected]
LOKASI KAMPUS PASCASARJANA UMA
Copyright © 2026 MPSI - Universitas Medan Area

This will close in 0 seconds