Skip to content
INOVATIF, PROFESIONAL DAN PERKEBPRIBADIAN
facebook
twitter
youtube
instagram
linkedin
Magister Psikologi Terbaik
Call Support 082274669161
Email Support [email protected]
Location Jalan Sei Serayu Nomor 70 A
Jalan Setia Budi Nomor 79 B
  • BERANDA
  • PROFIL
    • AKREDITASI
    • FUNGSIONARIS
    • STRUKTUR ORGANISASI
    • Visi Misi
  • AKADEMIK
    • Informasi Akademik
      • AKADEMIK ONLINE
      • E-Learning
    • KALENDER AKADEMIK
    • Jadwal Akademik
      • JADWAL PERKULIAHAN
      • Jadwal Ujian
      • JADWAL SEMINAR/SIDANG
    • KURIKULUM
      • Semester 1
      • Semester 2
      • Semester 3
      • Semester 4
  • AKTIVITAS
    • Jurnal Prodi
    • Kegiatan Prodi
  • MAHASISWA
    • Beasiswa
    • SISTEM INFORMASI
      • Data Mahasiswa
      • Blog Mahasiswa
      • Penelitian Mahasiswa
      • AOC
      • E-Learning
      • APIK
      • SAIS
      • Webmail
    • Prestasi Mahasiswa
  • DOSEN
    • Daftar Dosen
    • Dosen Penasehat Akademik
    • Blog Dosen
    • Elearning
    • Amadi
    • Webmail
  • ALUMNI
    • Tracer Study
    • Foto Wisuda
  • ARSIP
    • PEDOMAN
    • FORMULIR
    • Brosur
    • Artikel
  • Kerjasama
  • HELPDESK

Melihat Perilaku Punishment, Avoid, dan Escape dalam Kehidupan Sehari-hari

Home > Artikel Baru > Melihat Perilaku Punishment, Avoid, dan Escape dalam Kehidupan Sehari-hari

Melihat Perilaku Punishment, Avoid, dan Escape dalam Kehidupan Sehari-hari

Posted on 20 May 2022 by admin
0

Dalam ilmu Psikologi, kita mempelajari bagaimana manusia belajar. Salah satu cara manusia belajar adalah melalui punishment, avoidance, dan escape. Tanpa disadari, pembelajaran ini sering ditemui dalam kehidupan sehari-hari loh. Untuk penjelasan lebih lanjut terkait punishment, avoidance, dan escape, simak artikel ini hingga selesai ya!

1. Apa itu Punishment?

Punishment atau hukuman adalah konsekuensi yang menurunkan kemungkinan suatu perilaku diulangi kembali. Ada dua tipe punishment, yaitu positif dan negatif.

Punishment positif adalah punishment yang mengurangi perilaku karena perilaku diikuti dengan rangsangan yang tidak menyenangkan. Sementara itu, punishment negatif adalah punishment yang mengurangi perilaku karena dihilangkannya rangsangan yang menyenangkan.

Dengan kata lain, punishment bertujuan agar individu tidak mengulangi perilakunya lagi. Hal ini dilakukan dengan cara memberikan konsekuensi yang tidak menyenangkan setelah terjadinya perilaku atau dilakukan dengan menghilangkan rangsangan yang menyenangkan.

2. Lalu, apa itu Avoid dan Escape?

Setelah memahami konsep punishment, selanjutnya akan dibahas konsep avoidance dan escape. Avoidance adalah tahapan belajar berperilaku atau merespon yang dilakukan individu untuk menghindari situasi yang membuat stress atau tidak menyenangkan.

Sedangkan, escape adalah tahapan belajar berperilaku dimana individu melarikan diri dari situasi tidak menyenangkan. Berdasarkan konsep tersebut, avoidance dan escape mungkin terbayang sebagai suatu bentuk perilaku yang sama.

Hal ini, karena perilaku avoidance dan escape memiliki tujuan yang sama yaitu, melepaskan diri dari situasi atau stimulus yang tidak menyenangkan. Lalu, apa yang membedakan avoidance dan escape?

Baik avoidance maupun escape, keduanya sama-sama disebabkan oleh kehadiran stimulus atau situasi yang tidak menyenangkan. Namun, respon yang dihasilkan kedua perilaku berbeda sebagai hasil dari proses belajar yang berbeda pula.

Pada avoidance, respon yang muncul merupakan hasil belajar berperilaku untuk mencegah stimulus atau situasi tidak menyenangkan terjadi.

 

View this post on Instagram

Shared post on Time

Kaitan UMA

Kampus I
Jalan Kolam Nomor 1 Medan Estate / Jalan Gedung PBSI, Medan 20223
CALL CENTER UMA : 0811-6013-888
(061) 7368012
[email protected]
Kampus II
Jalan Sei Serayu Nomor 70 A / Jalan Setia Budi Nomor 79 B, Medan 20112
CALL CENTER UMA : 061-42402994
(061) 42402994
[email protected]
LOKASI KAMPUS PASCASARJANA UMA
Copyright © 2026 MPSI - Universitas Medan Area

This will close in 0 seconds