Skip to content
INOVATIF, PROFESIONAL DAN PERKEBPRIBADIAN
facebook
twitter
youtube
instagram
linkedin
Magister Psikologi Terbaik
Call Support 082274669161
Email Support [email protected]
Location Jalan Sei Serayu Nomor 70 A
Jalan Setia Budi Nomor 79 B
  • BERANDA
  • PROFIL
    • AKREDITASI
    • FUNGSIONARIS
    • STRUKTUR ORGANISASI
    • Visi Misi
  • AKADEMIK
    • Informasi Akademik
      • AKADEMIK ONLINE
      • E-Learning
    • KALENDER AKADEMIK
    • Jadwal Akademik
      • JADWAL PERKULIAHAN
      • Jadwal Ujian
      • JADWAL SEMINAR/SIDANG
    • KURIKULUM
      • Semester 1
      • Semester 2
      • Semester 3
      • Semester 4
  • AKTIVITAS
    • Jurnal Prodi
    • Kegiatan Prodi
  • MAHASISWA
    • Beasiswa
    • SISTEM INFORMASI
      • Data Mahasiswa
      • Blog Mahasiswa
      • Penelitian Mahasiswa
      • AOC
      • E-Learning
      • APIK
      • SAIS
      • Webmail
    • Prestasi Mahasiswa
  • DOSEN
    • Daftar Dosen
    • Dosen Penasehat Akademik
    • Blog Dosen
    • Elearning
    • Amadi
    • Webmail
  • ALUMNI
    • Tracer Study
    • Foto Wisuda
  • ARSIP
    • PEDOMAN
    • FORMULIR
    • Brosur
    • Artikel
  • Kerjasama
  • HELPDESK

Lelah dan Stres Saat Bekerja, Waspadai Burnout!

Home > Artikel Baru > Lelah dan Stres Saat Bekerja, Waspadai Burnout!

Lelah dan Stres Saat Bekerja, Waspadai Burnout!

Posted on 10 June 2022 by admin
0

Bekerja di masa pandemi merubah pola kerja secara drastis. Pekerjaan dapat menjadi sangat melelahkan bahkan menguras seluruh tenaga dan juga waktu yang kita miliki. Penyebab hal tersebut salah satunya dikarenakan munculnya prinsip bekerja dari rumah yang terintegrasi dengan kehidupan pribadi pekerja.

Munculnya ketidaksesuaian antara kondisi karyawan dengan pekerjaannya dapat menimbulkan sebuah konsekuensi besar yaitu munculnya Burnout. Maslach dan Leiter (2016), mendefinisikan burnout sebagai sindrom yang dihasilkan dari kelelahan fisik dan emosional setelah bekerja dalam jangka waktu yang lama, spesifik dan monoton yang menyebabkan menurunnya rasa percaya diri, dan kepuasan kerja.

Sebelum mengenal Burnout lebih jauh, tentunya kita perlu untuk mengetahui siapakah orang pertama yang mengemukakan istilah burnout ini.

Istilah burnout dipopulerkan oleh Freudenberger (1974), beliau merupakan seorang psikolog klinis yang akrab dengan respon stres.

Burnout menurut Gunarsa (2004 dalam Putri et al., 2019) dapat dibagi menjadi tiga dimensi, yaitu:

1) Exhaustion

Perasaan lelah yang berkepanjangan baik secara fisik, mental, dan emosional.

2) Depersonalization/cynicism

Sikap sinis pada orang-orang dalam konteks pekerjaan yang cenderung menarik diri serta mengurangi keterlibatannya dalam pekerjaan.

3) Ineffectiveness

Adanya perasaan tidak berdaya, tidak mampu melakukan tugas, dan menilai tugas dengan berlebihan.

 

View this post on Instagram

Shared post on Time

Kaitan UMA

Kampus I
Jalan Kolam Nomor 1 Medan Estate / Jalan Gedung PBSI, Medan 20223
CALL CENTER UMA : 0811-6013-888
(061) 7368012
[email protected]
Kampus II
Jalan Sei Serayu Nomor 70 A / Jalan Setia Budi Nomor 79 B, Medan 20112
CALL CENTER UMA : 061-42402994
(061) 42402994
[email protected]
LOKASI KAMPUS PASCASARJANA UMA
Copyright © 2026 MPSI - Universitas Medan Area

This will close in 0 seconds