Manusia adalah makhluk yang dinamis dan memiliki kesadaran, yang menyadari adanya masalah yang mengganggu kejiwaannya, dan berupaya untuk mengatasinya. Tidak jarang suatu masalah tidak dapat kita atasi bukan karena kita tidak memiliki solusinya, melainkan karena kita tidak dapat berpikir jernih untuk menyelesaikannya.
Sering kali kita menjadi terburu-buru dan tidak tenang. Untuk itu, diperlukan sikap tenang dalam hidup agar mampu berpikir jernih dalam bertindak maupun menyikapi sebuah permasalahan yang ada. Dengan sikap tenang yang kita miliki, permasalahan yang ada dapat kita hadapi dengan baik.
Dalam Islam, upaya yang dapat ditempuh dalam mendapatkan rasa tenang dan tenteram adalah dengan senantiasa berdzikir kepada Allah SWT. Dzikir yang dilakukan secara teratur dan benar akan membuahkan rasa tenteram, ketenangan, dan kebahagiaan bagi yang melakukannya. Selain berdzikir kepada Allah, terdapat beberapa cara yang juga dapat dilakukan dalam rangka meraih ketenangan jiwa:
1. Membiasakan diri untuk selalu membaca Al-Qur’an
Di dalam Al-Qur’an terdapat berbagai petunjuk bagi hidup kita. Jika kita mampu memahami petunjuk-petunjuk yang terkandung di dalamnya, maka kita akan merasakan ketenangan yang sesungguhnya bahwa kita berada di jalan yang benar, sebagaimana Al-Qur’an yang diciptakan Allah sebagai petunjuk yang nyata bagi umat manusia.
2. Menunaikan sholat lima waktu serta sholat sunnah tahajjud
Saat menjalankan sholat, kita membuat diri kita benar-benar berserah diri kepada Allah SWT. Apabila kita mengerjakan sholat dengan benar dan khusyuk, niscaya kita akan mendapatkan ketenangan hati dan pikiran sehingga hidup kita menjadi lebih tenteram.
Kedamaian yang tercipta saat sholat mengurangi adanya ketegangan-ketegangan yang ada dalam kehidupan sehari-hari. Berdirinya seorang hamba yang sholat dihadapan Allah SWT dalam keadaan khusyuk dapat menguatkan dirinya sehingga memunculkan ketenangan jiwa.
3. Bergaul dengan orang-orang saleh
Berkumpul dengan orang-orang saleh merupakan amalan yang dapat menenangkan hati dan pikiran. Kegundahan yang kita alami akan terobati dengan nasihat-nasihat yang diberikan dan membawa kita untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT.
4. Mendengarkan ceramah-ceramah agama
Sebagaimana ungkapan Syaikh Ahmad bin Athallah bahwa fatwa-fatwa agama itu diibaratkan seperti makanan bagi para pendengar yang membutuhkan siraman rohani dalam menyejukkan hatinya. Dapat diartikan bahwa segala macam fatwa-fatwa agama merupakan santapan bagi jiwa maupun hati orang-orang yang mendengar dan membutuhkannya.
5. Bersikap sabar dalam menghadapi cobaan dan rintangan dalam kehidupan
Sikap sabar mampu mendidik jiwa dan memperkuat kita dalam memikul kesulitan akan permasalahan yang kita hadapi. Kesabaran dapat membentengi kita dari prasangka buruk yang datang saat kita sedang mendapat cobaan hidup.
Firman Allah dalam QS. Al-Baqarah ayat 153, yang berbunyi, “Hai orang-orang yang beriman, jadikanlah sabar dan salat sebagai penolongmu, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar”.

