Kreativitas adalah sebuah proses dalam menghasilkan sebuah produk baru, entah berupa pikiran atau ide, benda, dan lain-lain. Sehingga orang yang memiliki kreativitas tinggi cenderung dapat menghasilkan karya-karya baru yang tentunya itu merupakan perpaduan dari berbagai ide sebelumnya yang sudah di indera oleh manusia (kita).
Nah, kemudian banyak dari kita yang kagum akan orang-orang kreatif seperti penemu bohlam, lampu, teori cahaya, dan lain sebagainya. Seolah-olah hal itu seperti lampu menyala di gelapnya pikiran kita. Seolah-olah itu adalah sebuah mukjizat atau keajaiban. Padahal sungguh, bukan seperti itu proses kreativitas. Mengapa demikian?
Yups! Kita sebagai manusia memiliki 5 panca indera dimana kesemuanya akan menerima berbagai stimulus dari luar baik suara, cahaya, dan lain sebagainya yang kemudian masuk melalui syaraf ke otak dan otak akan memberikan interpretasi atau pemaknaan atas apa yang kita lihat… Nah dari sanalah banyak terjadi kreativitas..
Tapi, sebelum terjadi kreativitas, manusia perlu banyak berlatih. Misal dalam buku mestakung dijelaskan sebelum orang dapat memenangkan olimpiade fisika, Anak-anak harus banyak berlatih terus belajar belajar secara fokus dan intensif selama waktu yang ditentukan sesuai program.
Setelah itu anak-anak tidak langsung mengikuti olimpiade fisika, namun dibiarkan 1-2 minggu untuk melakukan inkubasi.

