Psikologi analisis yaitu suatu aliran psikologi yang dipelopori Sigmund Freud, berpandangan bahwa manusia adalah makhluk yang hidup atas bekerjanya dorongan-dorongan libido (id) dan memandang manusia sangat ditentukan oleh masa lalunya. Konsep semacam ini sangat mungkin mengandung pesimisme yang besar pada setiap upaya pengembangan diri manusia. Sebuah aliran psikologi yang menggambarkan manusia sebagai makhluk yang digerakkan oleh lingkungan. Dalam aliran ini semua hal bergerak sesuai dengan hawa nafsu. Psikoanalisis terbagi menjadi 3:
Id, yaitu aspek biologis di mana id merupakan satu-satunya komponen kepribadian yang hadir sejak lahir. Menurut Freud, id adalah sumber dari segala energi psikis sehingga komponen utama kepribadian id didorong oleh prinsip kesenangan yang berusaha untuk kepuasan segera dari segala kesenangan. Sub sistem ini menjembatani antara id dengan dunia luar atau realitas.
Ego, yaitu aspek psikologis, di mana ego merupakan komponen kepribadian yang bertanggung jawab untuk menangani dengan realitas. Menurut freud, ego berkembang dari id dan memastikan bahwa dorongan dari id dapat dinyatakan dalam cara yang dapat diterima di dunia nyata.
Super ego, yaitu aspek sosiologis, di mana super ego merupakan aspek kepribadian yang menampung semua standar internalisasi moral dan cita-cita yang kita per oleh dari kedua orang tua dan masyarakat kami rasa benar dan salah. Super ego memberikan pedoman untuk membuat penilaian. Sub sistem ini mewakili hal-hal dan menyerap normal sosial
Psikologi Kognitif
Psikologi kognitif merupakan cabang ilmu psikologi yang mempelajari proses mental yang terjadi pada saat penyimpanan kembali dari ingatan (Moryan, 1975). Sejarah dari psikologi kognitif berawal pada saat Plato (428-348 SM) dan muridnya Aristotle (384-322 SM) memperdebatkan mengenai cara manusia memahami pengetahuan maupun dunia serta alamnya. Plato berpendapat bahwa manusia memperoleh pengetahuan dengan cara menalar secara logis, aliran ini disebut sebagai rasionalis. Lain halnya dengan 6 Aris totle yang menganut paham empiris dan mempercayai bahwa manusia memperoleh pengetahuannya melalui bukti-bukti empiris. Aliran psikologi yang menggambarkan manusia sebagai makhluk yang aktif mengorganisasikan dan mengolah stimuli yang diterimanya.
Psikologi Humanistik
Psikologi Humanistik yang dipandegani oleh Abraham Maslow, berpandangan bahwa pada dasarnya manusia adalah baik dan bahwa potensi manusia adalah tidak terbatas. Pandangan ini sangat optimistik dan bahkan terlampau optimietik terhadap upaya pengembangan sumber daya manusia, sehingga manusia dipandang sebagai penentu tunggal yang mampu melakukan playgod (peran Tuhan). Karena tingginya kepercayaan terhadap manusia, maka sangat mungkin muncul sikap membiarkan terhadap perilaku apapun yag dilakukan oleh orang lain. Aliran psikologi yang menggambarkan manusia sebagai pelaku aktif dalam merumuskan strategi transaksional dalam lingkungan. Ada lima dali utama dalam psikologi humanistik:
Keberadaan manusia tidak dapat direduksi ke dalam komponen-komponen.
Manusia memiliki keunikan tersendiri dalam berhubungan dengan manusia lainnya.
Manusia memiliki kesadaran akan dirinya dalam mengadakan hubungan dengan orang lain.
Manusia memiliki pilihan-pilihan dan dapat bertanggung jawab atas pilihan pilihanya.
Manusia memiliki kesadaran dan sengaja untuk mencari makna, nilai dan kreativitas.
Manusia Menurut Al-Qur’an
Khalifah Allah
artinya:”Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat, “Aku hendak menjadikan khalifah di bumi.” Mereka berkata, “Apakah Engkau hendak menjadikan orang yang merusak dan menumpahkan darah di sana, sedangkan kami bertasbih memuji mu dan menyucikan nama-Mu?” Dia berfirman, “Sungguh, Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui.” (Al-baqarah/30)
Ayat tersebut menjelaskan bahwa manusia merupakan salah satu ciptaan Allah. Yang mana manusia menjadi salah satu khalifah Allah yang mulia. Dalam ayat tersebut juga disebutkan bahwa para malaikat meragukan manusia karena sifatnya yang suka merusak dan menumpahkan darah tetapi manusia memiliki keunggulan dari makhluk yang lain yang hanya Allah yang mengetahuinya.
Disebut sebagai khalifah, karena manusia menjadi pemimpin didunia ini. Tentunya tugas ini sangat berat sehingga setiap manusia harus memiliki kemampuan mengelola alam semesta sesuai amanat yang diemban. Setiap manusia mempunyai tugas dan kewajiban masing-masing yang mana akan dipertanggung jawabkan di akhirat kelak. Sehingga harus bisa melakukan hal yang baik dan tidak melanggar syariat Islam sehingga manusia menjadi pemimpin didunia yakni pemimpin yang baik.
Allah juga menurunkan kalam yang mulia yakni al-qur’an sebagai pedoman hidup dan dapat mengambil ilmu, hikmah, serta berkah yang berlimpah dari al-qur’an. Jangan sampai kita melewatkan banyak hal yang terkandung dalam al-qur’an. Karena merugi manusia yang tidak mengetahui isi ataupun makna-makna dari al-qur’an terutama bagi orang yang berakal sehat. Marilah kita menjadi khalifah Allah yang sesuai dalam al-qur’an. Menjadi khalifah yang bermanfaat serta berguna bagi banyak orang serta khalifah yang selalu taat kepada-Nya.
Hambanya Allah
Artinya:
“Dan janganlah kamu nikahi perempuan musyrik, sebelum mereka beriman. Sungguh, hamba sahaya perempuan yang beriman lebih baik daripada perempuan musyrik meskipun dia menarik hatimu. Dan janganlah kamu nikahkan orang (laki-laki) musyrik (dengan perempuan yang beriman) sebelum mereka beriman. Sungguh, hamba sahaya laki-laki yang beriman lebih baik daripada laki-laki musyrik meskipun dia menarik hatimu. Mereka mengajak ke neraka, sedangkan Allah mengajak ke surga dan ampunan dengan izin-Nya. (Allah) menerangkan ayat-ayat-Nya kepada manusia agar mereka mengambil pelajaran.” (Al-Baqarah/221)

