Skip to content
INOVATIF, PROFESIONAL DAN PERKEBPRIBADIAN
facebook
twitter
youtube
instagram
linkedin
Magister Psikologi Terbaik
Call Support 082274669161
Email Support [email protected]
Location Jalan Sei Serayu Nomor 70 A
Jalan Setia Budi Nomor 79 B
  • BERANDA
  • PROFIL
    • AKREDITASI
    • FUNGSIONARIS
    • STRUKTUR ORGANISASI
    • Visi Misi
  • AKADEMIK
    • Informasi Akademik
      • AKADEMIK ONLINE
      • E-Learning
    • KALENDER AKADEMIK
    • Jadwal Akademik
      • JADWAL PERKULIAHAN
      • Jadwal Ujian
      • JADWAL SEMINAR/SIDANG
    • KURIKULUM
      • Semester 1
      • Semester 2
      • Semester 3
      • Semester 4
  • AKTIVITAS
    • Jurnal Prodi
    • Kegiatan Prodi
  • MAHASISWA
    • Beasiswa
    • SISTEM INFORMASI
      • Data Mahasiswa
      • Blog Mahasiswa
      • Penelitian Mahasiswa
      • AOC
      • E-Learning
      • APIK
      • SAIS
      • Webmail
    • Prestasi Mahasiswa
  • DOSEN
    • Daftar Dosen
    • Dosen Penasehat Akademik
    • Blog Dosen
    • Elearning
    • Amadi
    • Webmail
  • ALUMNI
    • Tracer Study
    • Foto Wisuda
  • ARSIP
    • PEDOMAN
    • FORMULIR
    • Brosur
    • Artikel
  • Kerjasama
  • HELPDESK

Keterampilan dalam Mengobrol

Home > Artikel Baru > Keterampilan dalam Mengobrol

Keterampilan dalam Mengobrol

Posted on 30 March 2023 by admin
0

Keterampilan dalam mengobrol adalah keterampilan yang membantu Anda memperhatikan partner ngobrol Anda.

Saat sedang mengobrol coba lakukan hal di bawah ini:

Biarkan Orang Lain Selesai
Membiarkan orang lain selesai berbicara akan memberi Anda lebih banyak wawasan. Ini juga mencegah Anda berbicara pada saat yang sama, yang dapat membuat percakapan menjadi kacau. Anda dapat melewatkan informasi ketika Anda tidak membiarkan satu sama lain selesai berbicara, yang dapat menyebabkan miskomunikasi. Perselisihan juga dapat dicegah dengan cara ini.

Menanyakan Pertanyaan
Ada 2 tipe pertanyaan:

Pertanyaan tertutup:
Sebuah pertanyaan tertutup adalah pertanyaan yang Anda dapat memberikan dua atau tiga jawaban. Pertimbangkan, misalnya: “Apakah Anda bekerja?”. Anda dapat menjawab “ya” atau “tidak” untuk ini. Keuntungan dari pertanyaan tertutup adalah Anda dapat mengontrol percakapan. Kerugiannya adalah seseorang sering menjawab dengan singkat dan padat, sehingga Anda dapat melewatkan informasi.

Pertanyaan-pertanyaan terbuka:
Pertanyaan terbuka biasanya dimulai dengan kata-kata: ‘apa’, ‘di mana’, ‘mengapa’ dan ‘kapan’. Misalnya, alih-alih: “Apakah Anda bekerja?“, Anda dapat bertanya “Di mana Anda bekerja?“. Dengan mengajukan pertanyaan ini, Anda tidak hanya akan mengetahui apakah seseorang bekerja, tetapi juga di mana orang tersebut bekerja. Keuntungan dari pertanyaan terbuka adalah mereka memberikan banyak informasi. Kerugiannya adalah informasi kurang spesifik atau relevan.

Mendengarkan Orang Lain
Mendengarkan seringkali merupakan bagian yang sulit dari komunikasi. Mendengarkan dan menerima apa yang dikatakan dengan sungguh-sungguh, terjadi terlalu sedikit. Cobalah untuk fokus mendengarkan apa yang dikatakan seseorang. Anda dapat melakukan ini dengan mengulanginya sendiri di akhir cerita. Ini membantu membuat Anda lebih sadar akan informasi yang mereka berikan kepada Anda.

Sesuaikan Style Anda dengan Orang Lain
Hal ini penting untuk memastikan bahwa pesan Anda dikomunikasikan dengan baik. Misalnya, cobalah untuk tidak menggunakan kata-kata yang terlalu sulit untuk anak. Akan lebih mudah untuk mengajukan pertanyaan yang lebih tertutup kepada anak-anak.

Silences/Keheningan
Keheningan selama percakapan bisa menjadi pengalaman yang tidak nyaman, tetapi juga penting. Diam memberi Anda waktu untuk merenungkan apa yang telah dikatakan. Cobalah untuk tidak mengisi keheningan ini, dan dengan sengaja memperkenalkan keheningan sesekali selama percakapan.

Bagaimana cara saya berlatih?
Berlatihlah di lingkungan yang nyaman bagimu dan perhatikan teknik-teknik yang tercantum di atas. Misalnya, tanyakan pada diri sendiri: “Apakah aku melihat orang itu ketika mereka berbicara?“. Atau: “Apakah aku benar-benar mendengarkan apa yang mereka katakan kepadaku?”. Jika SobatPlong merasa sulit untuk mengenali keterampilan ini dalam diri Anda, Anda dapat meminta umpan balik dari lawan bicara Anda. Misalnya, tanyakan: “Bagaimana obrolan kita ini?”. Atau: “Apakah ada yang terlewatkan?”, “Apa kamu melewatkan sesuatu dariku?”. Umpan balik seringkali sangat informatif karena membantu Anda menyadari hal-hal yang Anda kuasai dan hal-hal yang perlu Anda tingkatkan.

Selama sobatPlong sedang mengobrol di kemudian hari, Anda dapat memperhatikan apakah Anda menggunakan keterampilan ini.

Jika masih kesulitan dalam mengaplikasikan keterampilan dalam mengobrol, diskusikan ini dengan Psikologmu untuk mendapatkan solusi yang tepat dalam mengatasi ini.

View this post on Instagram

Shared post on Time

Kaitan UMA

Kampus I
Jalan Kolam Nomor 1 Medan Estate / Jalan Gedung PBSI, Medan 20223
CALL CENTER UMA : 0811-6013-888
(061) 7368012
[email protected]
Kampus II
Jalan Sei Serayu Nomor 70 A / Jalan Setia Budi Nomor 79 B, Medan 20112
CALL CENTER UMA : 061-42402994
(061) 42402994
[email protected]
LOKASI KAMPUS PASCASARJANA UMA
Copyright © 2026 MPSI - Universitas Medan Area

This will close in 0 seconds