Anxiety Disorder atau dapat diartikan sebagai gangguan kecemasan adalah fenomena dimana seseorang merasa gugup atau gelisah dalam jangka panjang, sampai mengganggu kesehariannya dan diakibatlkan oleh sesuatu yang tidak jelas. Perlu diketahui perbedaan tentang kecemasan dan ketakutan.
Rasa takut, adalah perasaan waspada yang diakibatkan oleh sesuatu yang jelas (sudah ada didepan mata. Namun perasaan cemas lebih seperti khawatir mengenai sesuatu yang bahkan belum terjadi. Rasa cemas dan takut merupakan sebuah bentuk emosional yang wajar. Namun suatu perilaku dapat dikategorikan mengarah kepada gangguan (disorder) apabila sudah terjadi dalam jangka panjang (lebih dari 2 minggu). Maka dari itu akan sangat disarankan bagi para individu yang merasakan gejala tahap umum layaknya:
- Kesulitan Tidur
- Gugup tanpa sebab
- Mudah panik tanpa sebab yang jelas
- Tegang berlebih pada otot
- Akan sangat dianjurkan untuk menemui tenaga professional seperti psikolog dan psikiater. Karena mereka bisa memberikan diagnosis awal dan tindakan penanganan yang tepat. Tentu saja gangguan kecemasan bisa saja berkaitan dengan gangguan yang lain seperti gangguan panik (panic disorder). Tidak semua seperti itu, tapi akan tetap ada kemungkinan. Faktor
- gangguan kecemasan sendiri ada banyak. Bisa seperti trauma dan lainnya.
Jika kita menemui teman atau orang di lingkungan kita yang tiba-tiba menunjukkan gejala cemas berlebih, kita bisa:
- Mengajak mereka untuk pindah ke tempat yang lebih sunyi dan tenang
- Memberikan minum
- Menenangkan mereka dengan kalimat yang tidak membebani mereka.
Tentu peran kita sebagai teman, saudara, atau keluarga sangat dibutuhkan. Dari sini kita belajar bahwa bentuk gangguan psikis bukan merupakan kesalahan dari si penderita. Dan kita tidak menjustifikasi seorang pejuang kesehatan mental hanya karena gangguan yang dideritanya. Setiap orang berhak untuk sembuh dan pulih. Lakukan peran kita sebagai rekan yang baik yang selalu mendukung penyintas anxiety disorder agar bisa pulih dan kembali seperti sedia kala.

