Sejak kecil, anak dituntut untuk menuntut ilmu dan belajar dengan baik agar mendapatkan nilai yang memuaskan. Baik di rumah maupun di sekolah, anak-anak belajar dengan lingkungannya. Salah satu masalah yang dihadapi oleh anak ketika telah bersekolah adalah terkadang mereka mendapatkan nilai yang kurang memuaskan meskipun sudah belajar. Hal ini bisa saja disebabkan oleh ketidaktahuan mereka mengenai gaya belajar apa yang cocok dengan mereka.
Perlu diketahui bahwa gaya belajar antara satu siswa dengan siswa yang lain berbeda. Oleh karena itu, baik siswa, orang tua, maupun guru, perlu memperhatikan gaya belajar anak sehingga kemampuan menangkap suatu materi pelajaran antara satu siswa dengan yang lain tidak bisa dipukul sama rata. Hal ini terjadi pula di SD Negeri Lamper Tengah 02, maka dari itu diperlukan adanya pemberian edukasi mengenai gaya belajar pada anak. Mahasiswa Tim II Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Dipoengoro kemudian melakukan psikoedukasi mengenai beberapa macam gaya belajar yang ada.
Dokpri
Sebenarnya apa saja sih, gaya belajar yang ada?
1. Gaya Belajar Visual
Gaya belajar visual adalah gaya belajar yang lebih banyak memanfaatkan penglihatan.
Ciri-ciri pelajar visual :
Mudah mengingat dari yang dilihat
Lebih suka membaca daripada dibacakan
Berbicara dengan tempo yang cukup cepat
Cenderung melihat sikap dan gerakan guru yang sedang mengajar
Tidak mudah terdistraksi oleh keramaian
Biasanya suka menggambar apapun di kertas
2. Gaya Belajar Auditori
Gaya belajar auditori mengandalkan pendengaran untuk dapat memahami dan mengingat informasi yang diberikan oleh guru.
Ciri-ciri pelajar auditori :
Suka mengingat dari apa yang didengar
Mudah terdistraksi oleh keramaian
Senang membaca dengan keras dan mendengarkan
Lebih mudah belajar dengan mendengarkan dan mengingat apa yang didiskusikan
Suka berbicara, berdiskusi, dan menjelaskan sesuatu
Mampu mengingat dengan baik penjelasan guru di depan kelas, atau materi yang didiskusikan dalam kelas

