Skip to content
INOVATIF, PROFESIONAL DAN PERKEBPRIBADIAN
facebook
twitter
youtube
instagram
linkedin
Magister Psikologi Terbaik
Call Support 082274669161
Email Support [email protected]
Location Jalan Sei Serayu Nomor 70 A
Jalan Setia Budi Nomor 79 B
  • BERANDA
  • PROFIL
    • AKREDITASI
    • FUNGSIONARIS
    • STRUKTUR ORGANISASI
    • Visi Misi
  • AKADEMIK
    • Informasi Akademik
      • AKADEMIK ONLINE
      • E-Learning
    • KALENDER AKADEMIK
    • Jadwal Akademik
      • JADWAL PERKULIAHAN
      • Jadwal Ujian
      • JADWAL SEMINAR/SIDANG
    • KURIKULUM
      • Semester 1
      • Semester 2
      • Semester 3
      • Semester 4
  • AKTIVITAS
    • Jurnal Prodi
    • Kegiatan Prodi
  • MAHASISWA
    • Beasiswa
    • SISTEM INFORMASI
      • Data Mahasiswa
      • Blog Mahasiswa
      • Penelitian Mahasiswa
      • AOC
      • E-Learning
      • APIK
      • SAIS
      • Webmail
    • Prestasi Mahasiswa
  • DOSEN
    • Daftar Dosen
    • Dosen Penasehat Akademik
    • Blog Dosen
    • Elearning
    • Amadi
    • Webmail
  • ALUMNI
    • Tracer Study
    • Foto Wisuda
  • ARSIP
    • PEDOMAN
    • FORMULIR
    • Brosur
    • Artikel
  • Kerjasama
  • HELPDESK

Keinginan Menolong yang Keliru

Home > Artikel Baru > Keinginan Menolong yang Keliru

Keinginan Menolong yang Keliru

Posted on 10 April 202315 April 2023 by admin
0

Menolong adalah sebuah perilaku yang baik. Akan tetapi ketika keinginan atau perilaku itu berlebihan hingga merugikan diri sendiri dan orang lain (jangka pendek maupun jangka panjang), maka kita perlu waspada dengan Savior Complex.

Savior Complex adalah istilah untuk menggambarkan suatu hal yang membuat seseorang merasa butuh untuk menolong orang lain secara berlebihan. Biasanya, mereka memiliki tendensi yang kuat untuk mencari seseorang yang memerlukan bantuan dan kemudian membantunya hingga mengorbankan kebutuhan dirinya untuk orang tersebut (Eduard, 2010). Kunci dari adanya savior complex ini adalah adanya tindakan menolong yang berlebihan sehingga memunculkan dampak yang negatif, baik jangka pendek maupun jangka panjang untuk kedua belah pihak.

Beberapa profesi yang terkait dengan kegiatan menolong rentan mengalami hal ini, seperti tenaga kesehatan, pekerja sosial, dan lain-lain. Bukan hanya itu, relasi keluarga, pertemanan, dan relasi romantis tanpa batasan yang sehat juga berisiko diwarnai savior complex. Pada awalnya, semua bisa saja terkesan baik-baik saja, tetapi dalam beberapa waktu ke depan berisiko memunculkan masalah baru, baik untuk penolong dan yang ditolong. Contohnya, ketika kita berlebihan membantu orang lain, ada kemungkinan bahwa orang tersebut tidak mendapat kesempatan untuk bertanggung jawab atas dirinya sendiri yang biasanya dilandasi oleh motivasi internalnya. Akhirnya, hal ini berisiko memunculkan dependensi yang sering kali membuat orang dengan savior complex mengalami burnout atau kelelahan yang berlebih.

Weinstein (2018) menuliskan bahwa dinamika di dalam diri seseorang dengan savior complex terkait dengan adanya kepercayaan bahwa orang lain tidak mampu untuk merawat/menolong dirinya sendiri, adanya dorongan untuk membuktikan kepada orang lain bahwa ia lebih baik/benar, cenderung memberikan nasehat dan arahan tanpa diminta, dan merasa dibutuhkan sehingga perlu membangun relasi dengan orang lain. Seseorang dengan savior complex merasa lebih baik ketika bisa menolong orang lain (Benton, 2017). Kalau dilihat dengan lebih dalam lagi, ada beberapa hal yang menjadi akar munculnya savior complex. Beberapa di antaranya adalah kebutuhan untuk mendapatkan penerimaan, rasa sayang, dan kebahagiaan dalam hidup (Eduard, 2010). Kebutuhan ini sangat mungkin terbentuk dari pengalaman-pengalaman sebelumnya, termasuk nilai-nilai yang tertanam sejak masa kecil.

View this post on Instagram

Shared post on Time

Kaitan UMA

Kampus I
Jalan Kolam Nomor 1 Medan Estate / Jalan Gedung PBSI, Medan 20223
CALL CENTER UMA : 0811-6013-888
(061) 7368012
[email protected]
Kampus II
Jalan Sei Serayu Nomor 70 A / Jalan Setia Budi Nomor 79 B, Medan 20112
CALL CENTER UMA : 061-42402994
(061) 42402994
[email protected]
LOKASI KAMPUS PASCASARJANA UMA
Copyright © 2026 MPSI - Universitas Medan Area

This will close in 0 seconds