Kita sering kali melewati masa-masa yang menyulitkan dan tak jarang menguji emosional. Ada beberapa masa dimana kita menolak untuk merasakan emosi tertentu dan memilih untuk memendamnya atau justru melakukan pelarian lain untuk mengalihkan perasaan emosi tertentu. Ada juga masa dimana orang-orang sekitar kita melarang kita untuk merasakan emosi-emosi tertentu.
Pada kenyataannya, emosi adalah reaksi kita terhadap kejadian-kejadian tertentu yang dihasilkan oleh hormon-hormon di otak yang tidak bisa dikontrol.
Emosi merupakan gambaran dari perasaan, pikiran, dan atau gerakan fisik yang dianggap sebagai makna yang terasosiasi dan tersimbolkan sebagai gerakan mental individu yang bersifat otomatis, berkembang, dan berubah secara sadar. Emosi merupakan proses yang sementara dan selalu berubah secara berkesinambungan.
Sewajarnya, seluruh emosi yang kita rasakan harus bisa diterima dan disalurkan dengan baik agar tidak terjadi penyakit dalam diri. Jika emosi-emosi negatif selalu dipendam dan tidak disalurkan dengan baik, akan membuat kita cenderung menjadi orang yang emosional, sensitif, stress, dan lebih parahnya lagi merasa diri sendiri tidak berharga.

