Skip to content
INOVATIF, PROFESIONAL DAN PERKEBPRIBADIAN
facebook
twitter
youtube
instagram
linkedin
Magister Psikologi Terbaik
Call Support 082274669161
Email Support [email protected]
Location Jalan Sei Serayu Nomor 70 A
Jalan Setia Budi Nomor 79 B
  • BERANDA
  • PROFIL
    • AKREDITASI
    • FUNGSIONARIS
    • STRUKTUR ORGANISASI
    • Visi Misi
  • AKADEMIK
    • Informasi Akademik
      • AKADEMIK ONLINE
      • E-Learning
    • KALENDER AKADEMIK
    • Jadwal Akademik
      • JADWAL PERKULIAHAN
      • Jadwal Ujian
      • JADWAL SEMINAR/SIDANG
    • KURIKULUM
      • Semester 1
      • Semester 2
      • Semester 3
      • Semester 4
  • AKTIVITAS
    • Jurnal Prodi
    • Kegiatan Prodi
  • MAHASISWA
    • Beasiswa
    • SISTEM INFORMASI
      • Data Mahasiswa
      • Blog Mahasiswa
      • Penelitian Mahasiswa
      • AOC
      • E-Learning
      • APIK
      • SAIS
      • Webmail
    • Prestasi Mahasiswa
  • DOSEN
    • Daftar Dosen
    • Dosen Penasehat Akademik
    • Blog Dosen
    • Elearning
    • Amadi
    • Webmail
  • ALUMNI
    • Tracer Study
    • Foto Wisuda
  • ARSIP
    • PEDOMAN
    • FORMULIR
    • Brosur
    • Artikel
  • Kerjasama
  • HELPDESK

Insecurity: How To Deal With It

Home > Artikel Baru > Insecurity: How To Deal With It

Insecurity: How To Deal With It

Posted on 11 June 2022 by admin
0

Insecure  merupakan suatu fenomena dimana mereka yang memiliki sedikit kepercayaan diri dan tidak yakin atas kemampuan mereka sendiri. atau dalam ilmu psikologi dikenal sebagai inferiority complex.  Ketika seorang individu merasa tidak puas atas apa yang dimiliki. Baik berupa fisik, materi, maupun mental dengan apa yang dia bayangkan dan harapkan saat ini.

Menurut teori Individual Psychology oleh Alfred Adler mengatakan bahwa, manusia dikuasai oleh perasaan kurang dan tidak sempurna yang kemudian hal itu mendorong individu untuk mengkompensasi perasaan tersebut untuk mencari kesempurnaan, kebebasan, dan keunggulan.

Insecurity dapat berasal dari berbagai fakto, antara lain :

1. Physical appearance

Pada masa ini individu dengan ciri fisik kulit putih, tubuh langsing, wajah tampan atau cantik merupakan suatu bentuk privilege tersendiri. Mereka mudah mendapatkan teman, masalah cepat terselesaikan, hingga mudah dalam mencari pekerjaan.

Memang, standar kecantikan itu bersifat relatif, namun tidak dapat digeneralisasi karena tidak mutlak dengan apa yang dapat kita lihat secara kasat mata. Namun, tidak dapat kita pungkiri bahwa ketimpangan dalam masyarakat pasti ada dan dapat berasal dari segala faktor seperti ekonomi, budaya, ras, dan gender.

Dari ketimpangan tersebut, pihak yang diuntungkan akan merasa lebih percaya diri dan cenderung untuk mempertahankan hal tersebut karena dapat bersifat power atau kekuasaan dalam sosial masyarakat. Sedangkan mereka yang inferior akan lebih sensitif serta lebih menarik perhatian mengenai ketimpangan yang ada.

2. Family pressure

Pengharapan dari orang tua atas kesuksesan anak bukanlah hal yang buruk, namun ketika harapan tersebut ditanamkan kepada anak tanpa mengetahui kemampuan sebenarnya atas apa yang anak miliki, maka akan  mengakibatkan anak mudah overthinking dan insecure atas pengharapan yang orang tua berikan, ditambah jika anak dibandingkan dengan anak orang lain yang memiliki pencapaian lebih baik daripada mereka.

3.   Social pressure

Ketika  orang dewasa dengan usia dibawah 30 tahun sudah memiliki tempat tinggal, mobil, pekerjaan dengan gaji tinggi, pasangan hidup, bahkan sudah memiliki anak, hal ini akan menimbulkan insecurity kepada orang dewasa sebaya mereka.

 

View this post on Instagram

Shared post on Time

Kaitan UMA

Kampus I
Jalan Kolam Nomor 1 Medan Estate / Jalan Gedung PBSI, Medan 20223
CALL CENTER UMA : 0811-6013-888
(061) 7368012
[email protected]
Kampus II
Jalan Sei Serayu Nomor 70 A / Jalan Setia Budi Nomor 79 B, Medan 20112
CALL CENTER UMA : 061-42402994
(061) 42402994
[email protected]
LOKASI KAMPUS PASCASARJANA UMA
Copyright © 2026 MPSI - Universitas Medan Area

This will close in 0 seconds