Pertama, kebiasaan tidur pagi dan sore. Resiko darah rendah, stamina menurun, dan gangguan pernapasan. Tidur diantara waktu pagi (04.00-07.00) juga sore (15.00-18.00) itu sangat tidak dianjurkan. Darah rendah sendiri disebabkan aliran dan organ jantung kita seharusnya pada pagi hari memompa dengan normal. Kalau kita tidur, maka tentu aliran darah akan berjalan menurun dibanding saat tubuh tidak tidur, dan terjadilan yang namanya hipotensi/darah rendah. Juga biasanya orang yang memiliki kebiasaan tidur di pagi dan sore hari merasakan nafas yang agak berat ketika sudah bangun dari tempat tidur. Itu disebabkan udara yang seharunya kita hirup banyak di pagi, malah kita buat tidur.
Kedua, kebiasaan tidur langsung setelah makan. Resiko gangguan perut, obesitas, dan mual muntah. Tidur langsung setelah makan sendiri sebenarnya efeknya bisa dirasakan langsung ketika bangun. Meski efeknya tidak fatal, tetapi kalau terus dilakukan tentu bisa berujung kepada obesitas dan gangguan perut. Kalau orang dengan kebiasaan ini bangun tidur, maka yang ia rasakan adalah rasa nyerri diperut dan juga nafas yang agak berat dibandingkan biasanya. Hal itu disebabkan karena perut dipaksan bekerja tiga kali lipat saat kita tidur. Padahal, kita tahu sendiri kalau tidur itu seharusnya semua organ tubuh itu harus berhenti bekerja. Makanan yang belum diolah sampai halus oleh perut menyebabkan adanya rasa sakit di perut akibat hal tersebut.
Ketiga, kebiasaan bekerja sampai terlalu capek dan stress. Resiko kemandulan dan imun menurun (gampang sakit-sakitan). Pengalaman ini didapatkan dari orang yang berada disekitar penulis. Mereka ketika mengalaminya, bertanya ke dokter ahli. Dan kata dokter ahli, kemandulan disebabkan si pria dan si wanita sama-sama kelelahan bekerja. Dokter berkata kalau sebaiknya kalau ingin punya anak, maka dikurangi beban aktivitas pekerjaan mereka berdua. Dan ternyata betul sekali, ketika 2-3 bulan mereka mengurangi beban pekerjaan, akhirnya bulan depannya mereka ada kabar baik dari si wanita, yaitu positif hamil. Kebiasaan buruk ini juga berakibat fatal yang lain, yaitu tubuh yang gampang sakit-sakitan. Bekerja memang kebutuhan, tetapi jangan sampai stress melanda dan membuat imun tubuh berkurang. Ada baiknya saat libur atau mengambil cuti, disarankan untuk holiday ke tempat wisata agar pikiran fresh kembali.
Keempat, menunda BAK/BAB. Resiko usus bantu dan gangguan saluran kencing. Kebiasaan menunda ini efeknya memang tidak dirasakan secara langsung, akan tetapi efek fatalnya adalah usus bantu dan saluran kencing. Kebiasaan ini tidak boleh dilakukan sering, karena tubuh itu memiliki daya menahan yang terbatas. Kalau perut dan kandung kemih dipaksa untuk menahan zat sisa (urin dan feses), maka mereka sebenarnya juga ada zat sisa yang akan didapat lagi. Jadi isitlahnya adanya penumpukan yang berlebih di kedua organ tersebut. Kalau sudah menumpuk sampai melebihi kapasitas, bisa-bisa terjadi gangguan yang fatal seperti diatas.
Kelima, menunda minum saat haus. Resiko dehidrasi, gangguan ginjaln dan tidak konsentrasi. Dehidrasi sendiri adalah ketika tubuh membutuhkan cairan agar system aliran darah dari ujung kaki sampai ke otak itu lancer dengan adanya zat mineral seperti air. Kalau tubuh dibiasakan menunda untuk minum saat haus, maka ginjal akan terkena dampaknya. Ginjal sendiri kalau kekurangan air, maka akan berlanjut pada batu ginjal. Hal itu pernah dialami oleh orang terdekat penulis, yang mana dari sejak remaja sampai sudah mau menikah, ia ternyata didiagnosis terkena batu ginjal. Kata dokter, si pasien itu karena kurana asupan cairan, sehingga beban kerja ginjal menjadi bertambah berat.
Keenam, memegang gadget sambal tiduran. Resiko rabun jauh dan sakit kepala. Kalau penyakit ini sudah dialami sendiri oleh penulis saat mash kecil. Setelah orang tua penulis bertanya kepada dokter, ternyata hal itu disebabkan karena penggunaan gadget sambal tidur-tiduran. Bahkan, dalam waktu 5 tahun, penulis mengalami rabun jauh hingga sampai -2. Yang dirasakan sekarang adalah ketika melihat objek sekitar 2 meter saja, kesulitan untuk melihat dengan jelas.Juga penulis terkadang mengalami yang namanya vertigo, alias pandangan berputar-putar dan sakit sekali di kepala. Hal itu disebabkan kerja mata yang berat dan berakibat kepada syaraf di otak. Kita tahu sendiri kalau Mata juga tergabung di syarat otak. Kalau mata panas, maka otak juga panas.

