Skip to content
INOVATIF, PROFESIONAL DAN PERKEBPRIBADIAN
facebook
twitter
youtube
instagram
linkedin
Magister Psikologi Terbaik
Call Support 082274669161
Email Support [email protected]
Location Jalan Sei Serayu Nomor 70 A
Jalan Setia Budi Nomor 79 B
  • BERANDA
  • PROFIL
    • AKREDITASI
    • FUNGSIONARIS
    • STRUKTUR ORGANISASI
    • Visi Misi
  • AKADEMIK
    • Informasi Akademik
      • AKADEMIK ONLINE
      • E-Learning
    • KALENDER AKADEMIK
    • Jadwal Akademik
      • JADWAL PERKULIAHAN
      • Jadwal Ujian
      • JADWAL SEMINAR/SIDANG
    • KURIKULUM
      • Semester 1
      • Semester 2
      • Semester 3
      • Semester 4
  • AKTIVITAS
    • Jurnal Prodi
    • Kegiatan Prodi
  • MAHASISWA
    • Beasiswa
    • SISTEM INFORMASI
      • Data Mahasiswa
      • Blog Mahasiswa
      • Penelitian Mahasiswa
      • AOC
      • E-Learning
      • APIK
      • SAIS
      • Webmail
    • Prestasi Mahasiswa
  • DOSEN
    • Daftar Dosen
    • Dosen Penasehat Akademik
    • Blog Dosen
    • Elearning
    • Amadi
    • Webmail
  • ALUMNI
    • Tracer Study
    • Foto Wisuda
  • ARSIP
    • PEDOMAN
    • FORMULIR
    • Brosur
    • Artikel
  • Kerjasama
  • HELPDESK

Hidup Adalah Tentang Memilih Kesenangan dan Memaknai Penderitaan

Home > Artikel Baru > Hidup Adalah Tentang Memilih Kesenangan dan Memaknai Penderitaan

Hidup Adalah Tentang Memilih Kesenangan dan Memaknai Penderitaan

Posted on 31 March 202328 March 2023 by admin
0

Manusia memang memiliki kecenderungan mencari hal-hal yang menimbulkan rasa nikmat dan bahagia dalam hidupnya. Bahkan, tidak jarang kita sebagai manusia mengatasnamakan mencari kenikmatan yang sifatnya sementara, tidak menumbuhkan jejak-jejak yang bisa dimanfaatkan untuk jangka panjang. Kenikmatan semacam itu bisa juga berdampak buruk dimasa yang akan datang. Namun, manusia seringkali lalai untuk mengejar nikmat-nikmat semacam ini. Lalu, mengapa demikian?

Martin Seligman, seorang pakar psikologi positif menyebut, perlu pemahaman yang baik mengenai arti kehidupan yaitu kehidupan yang menyenangkan dan kehidupan yang bermakna atau disebut dengan pleasure and gratification.

Pleasure: Kenikmatan yang Seringkali Melalaikan
Kenikmatan memang kita butuhkan, tetapi tidak semua kenikmatan bisa kita prioritaskan. Apalagi kenikmatan yang bersifat sementara. Di era milenial dan wabah kesepian ini, kebutuhan akan sebuah kenikmatan seolah menjadi sebuah kewajiban bagi manusia modern. Pada era ini, kita seakan-akan sangat bergantung dengan aneka kenikmatan yang ditawarkan oleh berbagai macam hiburan. Alhasil kehidupan selalu dihabiskan dengan memikirkan “hiburan apa lagi yang bisa kunikmati?” yang akhirnya membuat kita jauh dari antusiasme aktualisasi diri. Kita terlalu fokus pada bagaimana menciptakan keadaan emosi yang positif dan meminimalkan emosi negatif.

Itulah yang disebut oleh Seligman sebagai pleasure. Pleasure adalah sebuah bentuk kenikmatan yang terdiri atas perasaan-perasaan dasar dan komponen indrawi yang kuat. Ketika hanya perasaan-perasaan dasar yang menjadi penopang, maka ketika rasa tersebut terpenuhi akibatnya kita tidak lagi memikirkan apa yang kita butuhkan setelahnya. Kenikmatan semacam ini seringkali menjadi prioritas kebanyakan orang ketika membutuhkan rasa bahagia dalam waktu singkat.

Fenomena tersebut ibarat memakan es krim dalam porsi yang terus bertambah. Kita tidak akan merasakan kenikmatan yang sama pada es krim pertama dan kedua. Ketika kalori yang kita butuhkan dalam tubuh telah terpenuhi oleh porsi pertama, maka eskrim yang kedua menjadi tidak lagi senikmat eskrim pertama. Hal ini disebut dengan habituasi, dimana apabila sebuah asupan rasa nikmat sudah terpenuhi, maka kita akan butuh dosis nikmat yang lebih tinggi agar kita mampu kembali merasakan kenikmatannya. Ditambah, dalam sebuah penelitian bahwa seseorang seringkali merasakan emosi positif ketika mengalami atau menemukan pleasure yang ia cari. Namun, kehidupan yang bermakna lebih memiliki keterkaitan kuat akan kepuasan hidup daripada kenikmatan (pleasure).

Hidup Bermakna dan Kenikmatan Hidup yang Sesungguhnya (Gratification)
Berbeda dengan pleasure yang merupakan pemenuhan kenikmatan terkait indra atau biologis, gratifikasi lebih kepada pemenuhan kenikmatan dengan kekuatan dan kualitas diri. Untuk mengupayakan gratifikasi, seseorang harus memiliki konsistensi. Tidak jarang seseorang mengalami kegagalan, frustasi, penderitaan karena gratifikasi memang didapat bukan dalam waktu singkat. Itulah mengapa banyak orang yang mengabaikan kenikmatan hidup dalam bentuk gratifikasi. Tidak mudah memang, akan ada banyak tantangan yang nantinya bisa menjadi masa pertumbuhan kita untuk mendewasa.

View this post on Instagram

Shared post on Time

Kaitan UMA

Kampus I
Jalan Kolam Nomor 1 Medan Estate / Jalan Gedung PBSI, Medan 20223
CALL CENTER UMA : 0811-6013-888
(061) 7368012
[email protected]
Kampus II
Jalan Sei Serayu Nomor 70 A / Jalan Setia Budi Nomor 79 B, Medan 20112
CALL CENTER UMA : 061-42402994
(061) 42402994
[email protected]
LOKASI KAMPUS PASCASARJANA UMA
Copyright © 2026 MPSI - Universitas Medan Area

This will close in 0 seconds