Skip to content
INOVATIF, PROFESIONAL DAN PERKEBPRIBADIAN
facebook
twitter
youtube
instagram
linkedin
Magister Psikologi Terbaik
Call Support 082274669161
Email Support [email protected]
Location Jalan Sei Serayu Nomor 70 A
Jalan Setia Budi Nomor 79 B
  • BERANDA
  • PROFIL
    • AKREDITASI
    • FUNGSIONARIS
    • STRUKTUR ORGANISASI
    • Visi Misi
  • AKADEMIK
    • Informasi Akademik
      • AKADEMIK ONLINE
      • E-Learning
    • KALENDER AKADEMIK
    • Jadwal Akademik
      • JADWAL PERKULIAHAN
      • Jadwal Ujian
      • JADWAL SEMINAR/SIDANG
    • KURIKULUM
      • Semester 1
      • Semester 2
      • Semester 3
      • Semester 4
  • AKTIVITAS
    • Jurnal Prodi
    • Kegiatan Prodi
  • MAHASISWA
    • Beasiswa
    • SISTEM INFORMASI
      • Data Mahasiswa
      • Blog Mahasiswa
      • Penelitian Mahasiswa
      • AOC
      • E-Learning
      • APIK
      • SAIS
      • Webmail
    • Prestasi Mahasiswa
  • DOSEN
    • Daftar Dosen
    • Dosen Penasehat Akademik
    • Blog Dosen
    • Elearning
    • Amadi
    • Webmail
  • ALUMNI
    • Tracer Study
    • Foto Wisuda
  • ARSIP
    • PEDOMAN
    • FORMULIR
    • Brosur
    • Artikel
  • Kerjasama
  • HELPDESK

Gender, Sexuality, and Mental Health: Apa Saja Fenomenanya?

Home > Artikel Baru > Gender, Sexuality, and Mental Health: Apa Saja Fenomenanya?

Gender, Sexuality, and Mental Health: Apa Saja Fenomenanya?

Posted on 22 June 2022 by admin
0

Isu gender masih saja terus diperbincangkan, bahkan mungkin belum menemukan titik terang. Apalagi sistem kesehatan yang masih saja memegang sikap yang didominasi oleh homophobia dan transphobia. Sebelum membahas lebih jauh terkait isu gender, sebenernya apa sih homophobia dan transphobia itu?

Homophobia adalah ketakutan atau kebencian terhadap individu homoseksual. Artinya, adanya intoleransi dan ketakutan yang irasional terhadap pria/wanita yang homoseks. Nah, kalo transphobia adalah perasaan jijik terhadap individu yang tidak sesuai dengan harapan gender di masyarakat. Selain perasaan jijik, sebenarnya ada juga ketakutan, kebencian, dan ketidakpercayaan. Perasaan-perasaan itu ditujukan kepada orang yang transgender, berpikir untuk menjadi transgender, atau mereka yang ekspresi gendernya tidak selaras dengan gender roles biasa (tradisional). Biasanya transphobia ini merujuk pada diskriminasi, misalnya ditolak kerja karena transgender. Hmm, bahaya juga, ya.

Lebih bahaya lagi diskriminasi ini bisa menyebabkan tindak kekerasan, loh! Di Indonesia sendiri sebanyak 89,3% LGBT pernah mengalami kekerasan, dan bullying pada anak-anak karena orientasi seksual, identitas gender, atau ekspresi gender yang ditampilkan. Tercatat juga bahwa transgender male to female (waria) lebih rentan terhadap kekerasan fisik dan psikis. Padahal, kekerasan itu dapat menyebabkan trauma sehingga memberikan efek seperti mengalami fenomena intrusif (kilas balik dan mimpi buruk), selalu menghindari pemicu trauma, dan adanya perasaan serta suasana hati yang negatif (APA, 2013).

Toxic masculinity adalah suatu kepercayaan bahwa seorang laki-laki adalah gender yang harus melebihi perempuan. Menurut Edward (2020) konsep maskulinitas ini bisa menjadi toxic ketika maskulinitas “digunakan” laki-laki dengan cara yang dapat merusak lingkungannya, seperti adanya kekerasan, dominasi, keserakahan, kebencian terhadap wanita, dan homophobia. Bahkan, di masyarakat sendiri ciri dari adanya toxic masculinity ini dapat terlihat (Fidriyogi, 2022), di antaranya :

A. Adanya pandangan bahwa laki-laki tidak boleh mengeluh dan menangis.

B. Laki-laki digambarkan sebagai sosok yang kasar, agresif, dan mendominasi terhadap orang lain.

C. Adanya anggapan bahwa perilaku berbahaya dan beresiko itu keren.

D. Adanya pandangan bahwa pekerjaan rumah, seperti memasak, menyapu, mengepel, dan sebagainya itu hanya pekerjaan perempuan, laki-laki tidak harus melakukannya.

 

View this post on Instagram

Shared post on Time

Kaitan UMA

Kampus I
Jalan Kolam Nomor 1 Medan Estate / Jalan Gedung PBSI, Medan 20223
CALL CENTER UMA : 0811-6013-888
(061) 7368012
[email protected]
Kampus II
Jalan Sei Serayu Nomor 70 A / Jalan Setia Budi Nomor 79 B, Medan 20112
CALL CENTER UMA : 061-42402994
(061) 42402994
[email protected]
LOKASI KAMPUS PASCASARJANA UMA
Copyright © 2026 MPSI - Universitas Medan Area

This will close in 0 seconds