Skip to content
INOVATIF, PROFESIONAL DAN PERKEBPRIBADIAN
facebook
twitter
youtube
instagram
linkedin
Magister Psikologi Terbaik
Call Support 082274669161
Email Support [email protected]
Location Jalan Sei Serayu Nomor 70 A
Jalan Setia Budi Nomor 79 B
  • BERANDA
  • PROFIL
    • AKREDITASI
    • FUNGSIONARIS
    • STRUKTUR ORGANISASI
    • Visi Misi
  • AKADEMIK
    • Informasi Akademik
      • AKADEMIK ONLINE
      • E-Learning
    • KALENDER AKADEMIK
    • Jadwal Akademik
      • JADWAL PERKULIAHAN
      • Jadwal Ujian
      • JADWAL SEMINAR/SIDANG
    • KURIKULUM
      • Semester 1
      • Semester 2
      • Semester 3
      • Semester 4
  • AKTIVITAS
    • Jurnal Prodi
    • Kegiatan Prodi
  • MAHASISWA
    • Beasiswa
    • SISTEM INFORMASI
      • Data Mahasiswa
      • Blog Mahasiswa
      • Penelitian Mahasiswa
      • AOC
      • E-Learning
      • APIK
      • SAIS
      • Webmail
    • Prestasi Mahasiswa
  • DOSEN
    • Daftar Dosen
    • Dosen Penasehat Akademik
    • Blog Dosen
    • Elearning
    • Amadi
    • Webmail
  • ALUMNI
    • Tracer Study
    • Foto Wisuda
  • ARSIP
    • PEDOMAN
    • FORMULIR
    • Brosur
    • Artikel
  • Kerjasama
  • HELPDESK

Dualisme Kasih Sayang Ibu

Home > Artikel Baru > Dualisme Kasih Sayang Ibu

Dualisme Kasih Sayang Ibu

Posted on 2 September 2022 by admin
0

Kasih sayang seorang ibu memang sangat berarti bagi kita. Tanpa kasih sayangnya kita tidak dapat berkembang dengan baik. Namun ada kalanya kasih sayang ibu tidak bisa kita pandang sebagai satu arah saja pada kebaikan individu.

Terkadang terdapat dualisme atau dua kecondongan pada kasih sayang ibu dimana satu sisi merupakan kebaikan namun di satu sisi juga buruk bagi perkembangan individu.

Saya akan membahas kasih sayang ibu ini menggunakan pendekatan psikologi khususnya memakai konsep Arketipe yang digagas oleh Carl Gustav Jung.

Sebelum memasuki topik pembahasan kita sebaiknya tahu terlebih dahulu makna Arketipe, yakni sebuah ketidaksadaran koletif yang ada pada manusia.

Intinya Arketipe sendiri merupakan kumpulan ingatan yang tersimpan dan membentuk suatu satuan ketidaksadaran di dalam diri kita. Pengaruhnya biasanya ada pada karakter diri kita dan kebanyakan orang tidak menyadarinya.

Terbentuknya Arketipe Ibu

 

Saat kita terlahir ke dunia maka kita akan diperlihatkan suatu tempat luas yang sama sekali asing bagi kita dan dalam keadaan yang lemah membuat kita merasa cemas, hal inilah mengapa bayi normal menangis waktu setelah dilahirkan.

Lalu pada saat itulah penolong kita yang telah kita kenal sejak lama karena telah hidup selama sembilan bulan dengannya datang memberi kasih sayang.

Hal itulah yang menjadi satu dari demikian ingatan lama yang membentuk suatu arketipe tentang ibu. Jung dalam buku Empat Arketipe-nya menjelaskan bahwa simbolisasi arketipe ibu selain dari pribadi ibu juga terdapat pada makna kasih sayang, perlindungan, kesuburan, dan produktifitas.

Simbolisasi materi secara gamblang di dunia dapat kita lihat dari keberadaan dewi-dewi dan juga bentuk alam seperti ladang, mata air, taman, benda berongga dan lainnya.

 

View this post on Instagram

Shared post on Time

Kaitan UMA

Kampus I
Jalan Kolam Nomor 1 Medan Estate / Jalan Gedung PBSI, Medan 20223
CALL CENTER UMA : 0811-6013-888
(061) 7368012
[email protected]
Kampus II
Jalan Sei Serayu Nomor 70 A / Jalan Setia Budi Nomor 79 B, Medan 20112
CALL CENTER UMA : 061-42402994
(061) 42402994
[email protected]
LOKASI KAMPUS PASCASARJANA UMA
Copyright © 2026 MPSI - Universitas Medan Area

This will close in 0 seconds