Skip to content
INOVATIF, PROFESIONAL DAN PERKEBPRIBADIAN
facebook
twitter
youtube
instagram
linkedin
Magister Psikologi Terbaik
Call Support 082274669161
Email Support [email protected]
Location Jalan Sei Serayu Nomor 70 A
Jalan Setia Budi Nomor 79 B
  • BERANDA
  • PROFIL
    • AKREDITASI
    • FUNGSIONARIS
    • STRUKTUR ORGANISASI
    • Visi Misi
  • AKADEMIK
    • Informasi Akademik
      • AKADEMIK ONLINE
      • E-Learning
    • KALENDER AKADEMIK
    • Jadwal Akademik
      • JADWAL PERKULIAHAN
      • Jadwal Ujian
      • JADWAL SEMINAR/SIDANG
    • KURIKULUM
      • Semester 1
      • Semester 2
      • Semester 3
      • Semester 4
  • AKTIVITAS
    • Jurnal Prodi
    • Kegiatan Prodi
  • MAHASISWA
    • Beasiswa
    • SISTEM INFORMASI
      • Data Mahasiswa
      • Blog Mahasiswa
      • Penelitian Mahasiswa
      • AOC
      • E-Learning
      • APIK
      • SAIS
      • Webmail
    • Prestasi Mahasiswa
  • DOSEN
    • Daftar Dosen
    • Dosen Penasehat Akademik
    • Blog Dosen
    • Elearning
    • Amadi
    • Webmail
  • ALUMNI
    • Tracer Study
    • Foto Wisuda
  • ARSIP
    • PEDOMAN
    • FORMULIR
    • Brosur
    • Artikel
  • Kerjasama
  • HELPDESK

Disleksia pada Anak, Apakah Penyebab Prestasi Menurun?

Home > Artikel Baru > Disleksia pada Anak, Apakah Penyebab Prestasi Menurun?

Disleksia pada Anak, Apakah Penyebab Prestasi Menurun?

Posted on 14 April 2022 by admin
0

Setiap anak akan mengalami perkembangan bahasa nya. Perkembangan bahasa sangat identik dengan kemampuan berbicara seseorang. Setelah mendapatkan perolehan bahasa tersebut maka anak akan lanjut ke fase selanjutnya yaitu tahap perkembangan bahasa yang ia miliki. Perlu kita ketahui bahwa tidak semua anak akan mengalami perkembangan yang sesuai dengan usianya.

Beberapa anak ada yang mengalami disleksia atau yang biasa kita kenal sebagai gangguan terhadap perkembangan bahasa anak. Disleksia merupakan gangguan yang dialami saat proses belajar yang dapat kita ketahui melalui tanda-tanda tertentu seperti kesulitan anak membaca, menulis dan lainnya.

Disleksia ini termasuk sebagai gangguan pada saraf otak yang bertugas memproses bahasa, sehingga penderita disleksia akan kesulitan dalam mengidentifikasi kata-kata yang diucapkan dan cara ia mengubahnya menjadi sebuah kalimat.

Gangguan bahasa ini tidak hanya menyerang anak-anak saja melainkan terhadap orang dewasa juga loh. Akan tetapi kita tidak perlu khawatir mengenai prestasi anak yang dapat menurun, karena meskipun disleksia ini menyebabkan seseorang kesulitan dalam belajar dan berkomunikasi, peyakit ini tidak ada pengaruhnya terhadap tingkat kecerdasan penderitanya.

Seperti yang sering kita hadapi di lingkungan sekitar, masih banyak orang tua yang menganggap remeh mengenai gangguan bahasa anak. banyak yang salah menilai bahwa gangguan ini berasal murni dari perkembangan si anak. padahal, hal ini juga bisa terjadi karena anak mengalami kesulitan dalam memahami bahasa orang lain. keterlambatan penanganan sering terjadi karena kurangnya kepekaan orang tua mengenai perkembangan bahasa anak. seperti yang kita ketahui, bahasa terbagi menjadi reseptif dan ekspresif.

Nah seseorang yang mengalami penyakit disleksia akan menunjukkan adanya permasalahan atau gangguan dalam memahami dan menggunakan bahasa baik secara lisan maupun tulisan sehingga ia mengalami hambatan dalam berkomunikasi terhadap orang sekitarnya. Pada gangguan ini, banyak faktor yang dapat mempengaruhi. Faktor-faktor tersebut diantaranya:

  • Faktor psikologis, faktor psikologis ini mencakup minat, motivasi, kematangan sosial dan kepercayaan diri seseorang.  Anaka yang tidak mampu mengatur emosinya akan mengalami kesulitan dalam belajar terutama membaca. Anak yang memiliki rasa percaya diri juga akan lebih mudah melakukan pembelajaran, sedangkan anak yang tingat percaya dirinya rendah biasanya lebih mengharapkan bantuan pihak lain saat belajar.
  • Faktor fisiologis, hal ini memiliki hubungan dengan kondisi kesehatan anak, pertimbangan neurologisnya. Karena gangguan pada alat indera anak akan menghambat kemampuan belajar dan membacanya. Anak yang mengalami lelah fisik juga dapat mengganggu konsentrasi daat belajar.
  • Faktor intelektual, yaitu mencakup kemampuan menyeluruh anak dalam bertindak sesuai dengan tujuan, pemikiran yang rasional, dan cara merespon lingkungan secara efektif.
  • Faktor lingkungan, hal ini dikarenakan lingkungan dapat membentuk pribadi, sikap dan kemampuan bahasa anak. anak yang tinggal di lingkungan keluarga harmonis dan dapat membimbing anaknya dalam belajar tidak akan mengalami gangguan dan kesulitan dalam belajar dan membaca.

 

 

View this post on Instagram

Shared post on Time

Kaitan UMA

Kampus I
Jalan Kolam Nomor 1 Medan Estate / Jalan Gedung PBSI, Medan 20223
CALL CENTER UMA : 0811-6013-888
(061) 7368012
[email protected]
Kampus II
Jalan Sei Serayu Nomor 70 A / Jalan Setia Budi Nomor 79 B, Medan 20112
CALL CENTER UMA : 061-42402994
(061) 42402994
[email protected]
LOKASI KAMPUS PASCASARJANA UMA
Copyright © 2026 MPSI - Universitas Medan Area

This will close in 0 seconds