Skip to content
INOVATIF, PROFESIONAL DAN PERKEBPRIBADIAN
facebook
twitter
youtube
instagram
linkedin
Magister Psikologi Terbaik
Call Support 082274669161
Email Support [email protected]
Location Jalan Sei Serayu Nomor 70 A
Jalan Setia Budi Nomor 79 B
  • BERANDA
  • PROFIL
    • AKREDITASI
    • FUNGSIONARIS
    • STRUKTUR ORGANISASI
    • Visi Misi
  • AKADEMIK
    • Informasi Akademik
      • AKADEMIK ONLINE
      • E-Learning
    • KALENDER AKADEMIK
    • Jadwal Akademik
      • JADWAL PERKULIAHAN
      • Jadwal Ujian
      • JADWAL SEMINAR/SIDANG
    • KURIKULUM
      • Semester 1
      • Semester 2
      • Semester 3
      • Semester 4
  • AKTIVITAS
    • Jurnal Prodi
    • Kegiatan Prodi
  • MAHASISWA
    • Beasiswa
    • SISTEM INFORMASI
      • Data Mahasiswa
      • Blog Mahasiswa
      • Penelitian Mahasiswa
      • AOC
      • E-Learning
      • APIK
      • SAIS
      • Webmail
    • Prestasi Mahasiswa
  • DOSEN
    • Daftar Dosen
    • Dosen Penasehat Akademik
    • Blog Dosen
    • Elearning
    • Amadi
    • Webmail
  • ALUMNI
    • Tracer Study
    • Foto Wisuda
  • ARSIP
    • PEDOMAN
    • FORMULIR
    • Brosur
    • Artikel
  • Kerjasama
  • HELPDESK

Dapatkah Saya Berhenti menjadi Introvert dan Berubah Menjadi Seorang Ekstrovert? (Part 2)

Home > Artikel Baru > Dapatkah Saya Berhenti menjadi Introvert dan Berubah Menjadi Seorang Ekstrovert? (Part 2)

Dapatkah Saya Berhenti menjadi Introvert dan Berubah Menjadi Seorang Ekstrovert? (Part 2)

Posted on 21 May 2022 by admin
0

Secara pribadi, penulis dulunya adalah seseorang yang sangat-sangat pemalu dan tidak memiliki kepercayaan diri.

Namun, ketika menginjak usia 20 tahun dengan berbagai tekanan di dunia perkuliahan yang mengharuskan untuk bersosialisasi, ketika telah merasa nyaman dan menerima diri sendiri, seperti ketika menemukan style pakaian yang cocok atau menemukan ukuran jeans yang sesuai, sering kali mendapati teman lama yang mengatakan bahwa penulis sekarang adalah sosok orang yang berbeda atau sudah memiliki banyak perubahan dalam segi kepribadian.

But deep down, penulis masih merasa seperti orang yang sama. Masih menyukai melakukan aktivitas sendirian, tetap memiliki sedikit teman dekat yang benar-benar penulis hargai dan sayangi. Meskipun kesulitan untuk benar-benar membuka diri sudah berkurang, penulis masih sering merasa kelelahan setelah bersosialisasi dengan orang lain.

Kesimpulannya yang dapat dipahami adalah kita sebagai introvert dapat belajar bagaimana caranya mengatur energi kita, bagaimana membangun kepercayaan diri dan bersosialisasi sesuai dengan kebutuhan kita, meskipun hal-hal tersebut bukanlah sesuatu yang natural dari dalam diri kita. Hal ini juga berlaku pada ekstrovert, mereka juga dapat belajar makna ketenangan dengan mencoba melakukan aktivitas sendirian.

Namun, yang perlu diingat lagi adalah kita tidak dapat “sepenuhnya berubah” menjadi ekstrovert ataupun introvert sebagaimana kucing tidak dapat berubah menjadi anjing.

Contoh sederhananya, yaitu saat berada di bangku SMP, penulis menyadari bahwa memiliki tubuh yang gemuk berarti tidak dapat memakai pakaian-pakaian bagus karena ukurannya selalu tidak muat. Sehingga penulis belajar untuk diet dengan memakan makanan sehat.

Memakan makanan sehat adalah sesuatu yang sulit karena sejak kecil penulis sangat menyukai junk food, camilan manis dan minuman manis, tetapi dengan keinginan untuk menurunkan berat badan yang kuat, penulis berusaha belajar untuk makan makanan sehat. Namun begitu, bukan berarti bahwa penulis sudah tidak menyukai junk food, camilan manis dan minuman manis.

“Bagaimana cara membantu introvert?”

Pertama, berhenti berusaha memperbaiki seseorang yang introvert. Tidak ada yang salah dengan menjadi seorang introvert, jangan melihat introvert sebagai orang yang tidak normal.

Kedua, cobalah untuk menerima mereka. Tunjukan bahwa menyukai kesendirian bukanlah hal yang negatif ataupun tidak normal.

Selanjutnya, jika kalian benar-benar peduli, tunjukan bahwa kalian memang peduli dan ingin yang terbaik untuk mereka.

Buatlah mereka memahami (with non-toxic way) bahwa keluar dari zona nyaman terkadang memang perlu agar kita dapat berkembang sehingga seluruh potensi yang kita miliki dapat termaksimalkan.

View this post on Instagram

Shared post on Time

Kaitan UMA

Kampus I
Jalan Kolam Nomor 1 Medan Estate / Jalan Gedung PBSI, Medan 20223
CALL CENTER UMA : 0811-6013-888
(061) 7368012
[email protected]
Kampus II
Jalan Sei Serayu Nomor 70 A / Jalan Setia Budi Nomor 79 B, Medan 20112
CALL CENTER UMA : 061-42402994
(061) 42402994
[email protected]
LOKASI KAMPUS PASCASARJANA UMA
Copyright © 2026 MPSI - Universitas Medan Area

This will close in 0 seconds