Skip to content
INOVATIF, PROFESIONAL DAN PERKEBPRIBADIAN
facebook
twitter
youtube
instagram
linkedin
Magister Psikologi Terbaik
Call Support 082274669161
Email Support [email protected]
Location Jalan Sei Serayu Nomor 70 A
Jalan Setia Budi Nomor 79 B
  • BERANDA
  • PROFIL
    • AKREDITASI
    • FUNGSIONARIS
    • STRUKTUR ORGANISASI
    • Visi Misi
  • AKADEMIK
    • Informasi Akademik
      • AKADEMIK ONLINE
      • E-Learning
    • KALENDER AKADEMIK
    • Jadwal Akademik
      • JADWAL PERKULIAHAN
      • Jadwal Ujian
      • JADWAL SEMINAR/SIDANG
    • KURIKULUM
      • Semester 1
      • Semester 2
      • Semester 3
      • Semester 4
  • AKTIVITAS
    • Jurnal Prodi
    • Kegiatan Prodi
  • MAHASISWA
    • Beasiswa
    • SISTEM INFORMASI
      • Data Mahasiswa
      • Blog Mahasiswa
      • Penelitian Mahasiswa
      • AOC
      • E-Learning
      • APIK
      • SAIS
      • Webmail
    • Prestasi Mahasiswa
  • DOSEN
    • Daftar Dosen
    • Dosen Penasehat Akademik
    • Blog Dosen
    • Elearning
    • Amadi
    • Webmail
  • ALUMNI
    • Tracer Study
    • Foto Wisuda
  • ARSIP
    • PEDOMAN
    • FORMULIR
    • Brosur
    • Artikel
  • Kerjasama
  • HELPDESK

Cemas Berkepanjangan? Waspada Anxiety

Home > Artikel Baru > Cemas Berkepanjangan? Waspada Anxiety

Cemas Berkepanjangan? Waspada Anxiety

Posted on 28 March 2022 by admin
0

Apabila kita ibaratkan rasa takut sebagai perasaan yang kita rasakan saat bertarung, maka rasa cemas adalah perasaan yang kita rasakan pada malam sebelum pertarungan. Rasa takut ditimbulkan oleh suatu ancaman yang jelas dan ada di depan mata. Sedangkan rasa cemas timbul akibat sesuatu yang akan terjadi dengan ancaman yang tidak ada di depan mata, namun mungkin harus dihadapi di kemudian hari.

Terkait rasa cemas ini, terdapat dua bagian otak yang berperan besar dalam memicu timbulnya perasaan cemas, yaitu amigdala dan prefrontal korteks. Bayangkan saja amigdala dan prefrontal korteks sebagai dua penjaga mercusuar. Amigdala bertugas untuk memantau ancaman yang akan datang, dan prefrontal korteks akan mengkonfirmasi apakah benar terdapat ancaman atau tidak. Namun bagi beberapa orang bagian otak ini tidak berfungsi dengan benar.

Bisa jadi, amigdala terlalu sensitif dan kemudian akan melihat ancaman di mana-mana. Selebihnya prefrontal korteks, tidak efektif dalam memastikan ancaman. Perubahan pada otak inilah yang menyebabkan sejumlah gangguan kecemasan atau anxiety disorders. Terdapat sejumlah gangguan mental, yang termasuk ke dalam “ Anxiety Disorders”. Bahkan PTSD dan OCD pun dulunya juga termasuk ke dalam kategori ini. Tetapi semenjak dikeluarkannya DSM – V. Keduanya kini berada di kategori mereka sendiri.

Namun kali ini, kita hanya akan membahas mengenai Generalized Anxiety Disorders ( GAD) atau gangguan kecemasan umum. Jadi sebenarnya apa sih yang membedakan kecemasan biasa dengan GAD?

Bagi penyandang Generalized Anxiety Disorders (GAD) rasa cemas yang mereka alami harus muncul secara konsisten selama paling tidak enam bulan lamanya. Kecemasan tersebut akan sangat sulit untuk dikontrol dan akan disertai pula dengan gejala – gejala lain seperti kesulitan tidur, nyeri otot dan sakit perut. Faktor pembeda yang paling besar adalah bahwa kecemasan yang dialami penderita GAD harus bersifat berlebihan. Dalam artian, ancaman yang mereka hadapi sebenarnya tidak ada atau tidak sebanding dengan respons cemas yang mereka rasakan.

 

View this post on Instagram

Shared post on Time

Kaitan UMA

Kampus I
Jalan Kolam Nomor 1 Medan Estate / Jalan Gedung PBSI, Medan 20223
CALL CENTER UMA : 0811-6013-888
(061) 7368012
[email protected]
Kampus II
Jalan Sei Serayu Nomor 70 A / Jalan Setia Budi Nomor 79 B, Medan 20112
CALL CENTER UMA : 061-42402994
(061) 42402994
[email protected]
LOKASI KAMPUS PASCASARJANA UMA
Copyright © 2026 MPSI - Universitas Medan Area

This will close in 0 seconds