Apabila kita ibaratkan rasa takut sebagai perasaan yang kita rasakan saat bertarung, maka rasa cemas adalah perasaan yang kita rasakan pada malam sebelum pertarungan. Rasa takut ditimbulkan oleh suatu ancaman yang jelas dan ada di depan mata. Sedangkan rasa cemas timbul akibat sesuatu yang akan terjadi dengan ancaman yang tidak ada di depan mata, namun mungkin harus dihadapi di kemudian hari.
Terkait rasa cemas ini, terdapat dua bagian otak yang berperan besar dalam memicu timbulnya perasaan cemas, yaitu amigdala dan prefrontal korteks. Bayangkan saja amigdala dan prefrontal korteks sebagai dua penjaga mercusuar. Amigdala bertugas untuk memantau ancaman yang akan datang, dan prefrontal korteks akan mengkonfirmasi apakah benar terdapat ancaman atau tidak. Namun bagi beberapa orang bagian otak ini tidak berfungsi dengan benar.
Bisa jadi, amigdala terlalu sensitif dan kemudian akan melihat ancaman di mana-mana. Selebihnya prefrontal korteks, tidak efektif dalam memastikan ancaman. Perubahan pada otak inilah yang menyebabkan sejumlah gangguan kecemasan atau anxiety disorders. Terdapat sejumlah gangguan mental, yang termasuk ke dalam “ Anxiety Disorders”. Bahkan PTSD dan OCD pun dulunya juga termasuk ke dalam kategori ini. Tetapi semenjak dikeluarkannya DSM – V. Keduanya kini berada di kategori mereka sendiri.
Namun kali ini, kita hanya akan membahas mengenai Generalized Anxiety Disorders ( GAD) atau gangguan kecemasan umum. Jadi sebenarnya apa sih yang membedakan kecemasan biasa dengan GAD?
Bagi penyandang Generalized Anxiety Disorders (GAD) rasa cemas yang mereka alami harus muncul secara konsisten selama paling tidak enam bulan lamanya. Kecemasan tersebut akan sangat sulit untuk dikontrol dan akan disertai pula dengan gejala – gejala lain seperti kesulitan tidur, nyeri otot dan sakit perut. Faktor pembeda yang paling besar adalah bahwa kecemasan yang dialami penderita GAD harus bersifat berlebihan. Dalam artian, ancaman yang mereka hadapi sebenarnya tidak ada atau tidak sebanding dengan respons cemas yang mereka rasakan.

