Skip to content
INOVATIF, PROFESIONAL DAN PERKEBPRIBADIAN
facebook
twitter
youtube
instagram
linkedin
Magister Psikologi Terbaik
Call Support 082274669161
Email Support [email protected]
Location Jalan Sei Serayu Nomor 70 A
Jalan Setia Budi Nomor 79 B
  • BERANDA
  • PROFIL
    • AKREDITASI
    • FUNGSIONARIS
    • STRUKTUR ORGANISASI
    • Visi Misi
  • AKADEMIK
    • Informasi Akademik
      • AKADEMIK ONLINE
      • E-Learning
    • KALENDER AKADEMIK
    • Jadwal Akademik
      • JADWAL PERKULIAHAN
      • Jadwal Ujian
      • JADWAL SEMINAR/SIDANG
    • KURIKULUM
      • Semester 1
      • Semester 2
      • Semester 3
      • Semester 4
  • AKTIVITAS
    • Jurnal Prodi
    • Kegiatan Prodi
  • MAHASISWA
    • Beasiswa
    • SISTEM INFORMASI
      • Data Mahasiswa
      • Blog Mahasiswa
      • Penelitian Mahasiswa
      • AOC
      • E-Learning
      • APIK
      • SAIS
      • Webmail
    • Prestasi Mahasiswa
  • DOSEN
    • Daftar Dosen
    • Dosen Penasehat Akademik
    • Blog Dosen
    • Elearning
    • Amadi
    • Webmail
  • ALUMNI
    • Tracer Study
    • Foto Wisuda
  • ARSIP
    • PEDOMAN
    • FORMULIR
    • Brosur
    • Artikel
  • Kerjasama
  • HELPDESK

Apakah Saya Kerap Menghindari Situasi Secara Halus ?

Home > Artikel Baru > Apakah Saya Kerap Menghindari Situasi Secara Halus ?

Apakah Saya Kerap Menghindari Situasi Secara Halus ?

Posted on 27 April 2023 by admin
0

Menghindar merupakan sebuah tindakan menjauhkan diri dari stimulus yang tidak menyenangkan. Seringkali kita melakukannya sebagai usaha untuk mencegah pengalaman negatif seperti perasaan cemas, gelisah, atau terhina. Dalam beberapa kasus klinis seperti trauma, menghindar dari pengalaman traumatis dapat membantu mereka menghindari perasaan kewalahan yang kuat.

Namun, pada situasi yang lebih umum, upaya menghindar dapat lebih banyak merugikan kita. Ketika kita terus menghindar, kita mungkin tidak akan tahu kapasitas kita dalam menghadapi sebuah masalah. Dalam pikiran kita, secara tidak sadar kita mungkin mengkategorikan hal-hal yang harus kita hindari. Lama kelamaan semakin banyak situasi yang kita masukkan dalam ruang “Hindari”. Hal ini kemudian dapat mencegah kita untuk sepenuhnya terlibat dengan aktivitas kita.

Perilaku menghindar bukan hanya tindakan yang jelas-jelas terlihat, misalnya seperti menolak berpartisipasi dalam sebuah acara karena Anda ingin menghindar dari kecanggungan, atau menolak proyek besar agar Anda terhindar dari rasa dipermalukan. Tindakan menghindar juga bisa dilakukan dengan halus sehingga Anda sendiri mungkin tidak menyadari bahwa Anda sebenarnya sedang menghindar dari sebuah situasi.

Tidak sepenuhnya hadir
Tubuh saya ada di sini, tetapi secara mental pikiran saya berada di tempat lain. Kita dapat menghindari situasi yang sedang kita jalani. Salah satunya dengan tidak sepenuhnya hadir atau berpartisipasi dalam kegiatan Anda. Sebagai contoh, seseorang merasa cemas untuk hadir dalam reuni kampus. Dia sebenarnya tidak ingin datang, namun ia juga merasa tidak enak jika dia tidak hadir. Makanya, ia memutuskan untuk mengikuti reuni tersebut. Ketika acara, ia berada bersama teman-temannya namun pikirannya berada di tempat lain. Dia terus berusaha memikirkan kegiatan yang bisa dia lakukan di rumah atau merencanakan alasan untuk pulang lebih awal.

Bersembunyi di balik kalimat self-care
Aktivitas itu akan mengganggu kedamaian saya, jadi saya tidak akan melakukannya. Istilah self-care menjadi istilah yang populer saat ini. Tidak jarang orang menggunakannya untuk menutupi atau menghindari ketidaknyamanan. Iya memang, self-care penting untuk dilakukan sebagai upaya menjaga kesehatan mental Anda. Tapi bukan berarti Anda tidak boleh berhadapan dengan situasi tidak menyenangkan. Terkadang kita perlu untuk berjuang. Sehingga, self-care seharusnya tidak menghalangi Anda melatih kapasitas untuk bertumbuh dan membangun kekuatan diri Anda.

Apakah kamu pernah melakukan hal-hal di atas? Jika demikian, tidak apa-apa. Yang lebih penting adalah bagaimana Anda menyadari tindakan menghindar secara halus yang pernah Anda lakukan, serta belajar bagaimana mengatasinya. Anda juga dapat memproses hal ini bersama Psikolog profesional Anda di HatiPlong!

View this post on Instagram

Shared post on Time

Kaitan UMA

Kampus I
Jalan Kolam Nomor 1 Medan Estate / Jalan Gedung PBSI, Medan 20223
CALL CENTER UMA : 0811-6013-888
(061) 7368012
[email protected]
Kampus II
Jalan Sei Serayu Nomor 70 A / Jalan Setia Budi Nomor 79 B, Medan 20112
CALL CENTER UMA : 061-42402994
(061) 42402994
[email protected]
LOKASI KAMPUS PASCASARJANA UMA
Copyright © 2026 MPSI - Universitas Medan Area

This will close in 0 seconds