Mendefinisikan Bakat
Istilah bakat dalam bahasa Indonesia bisa jadi membingungkan. KBBI mengartikan bakat sebagai (kepandaian, sifat, dan pembawaan) yang dibawa sejak lahir. Istilah ini seringkali digunakan tumping tindih dengan istilah lain seperti, talenta, jenius, pandai, pintar, cerdas, cerdik dan bahkan kreatif. Dalam bahasa inggris, bakat memiliki padanan kata gifted, talent, aptitude, genius, intelligent.
Mendefinisikan istilah berbakat (gifted) bukanlah tugas yang mudah. Banyak definisi telah disarankan dan bervariasi, namun tidak ada definisi yang diterima secara universal tentang bakat. Karena begitu banyak definisi dan interpretasi yang ada, orang sering bingung tentang apa arti sebenarnya berbakat.
Tidak hanya itu, orang tua dan guru mungkin kesulitan untuk berkomunikasi satu sama lain karena apa yang mereka katakan seringkali didasarkan pada definisi yang berbeda.
Untuk membantu mengurangi beberapa kebingungan, akan sangat membantu untuk memahami dari mana istilah berbakat pertama kali berasal dan perspektif berbeda yang mengarah pada berbagai definisi yang kita miliki saat ini.
Psikolog Lewis Terman, yang terkenal dengan studinya tentang pendidikan berbakat, memperluas pandangan Galton tentang anak-anak berbakat untuk memasukkan IQ tinggi.
Pada awal 1900-an, Terman dan seorang guru, Lulu Stedman menetapkan bahwa anak-anak berbakat didefinisikan sebagai anak-anak dengan IQ 140 atau lebih.
Namun, pada tahun 1920-an, psikolog Leta Hollingworth menyarankan ada batasan untuk menggunakan IQ sebagai satu-satunya prediktor untuk bakat. Hollingworth mengamati bahwa anak-anak berbakat mungkin menunjukkan tanda-tanda bakat di beberapa area, tetapi tidak di area lain.
Hollingworth mengusulkan bahwa pengasuhan rumah dan lingkungan sekolah merupakan faktor penting untuk mengembangkan potensi anak berbakat.
Cara kita mendefinisikan istilah bakat sangat bergantung bagaimana kita mengadopsi konsep berbakat itu sendiri.

