Lewat amarah (nada suara tinggi dan teriakan), kita sebenarnya sedang berupaya untuk menundukan orang lain atau membuat orang lain tunduk dengan perkataan kita. Kita menegaskan pendapat kita menggunakan nada suara yang tinggi dan teriakan, atau amarah. Jadi, sebenarnya kita sudah mempunyai tujuan untuk menundukan orang lain lebih dulu, bukan karena orang yang kita marahi membuat kesalahan yang membuat kita marah atau jengkel.
Walaupun memang perkataan kita mengandung kebenaran, kita masih tetap bisa mengatakannya tanpa perlu menggunakan emosi amarah (nada suara yang tinggi dan teriakan). Kita bisa menggunakan perkataan dengan nada suara yang biasa saja, tanpa perlu berteriak dan tanpa perlu menggunakan emosi amarah kepada orang yang berbuat salah kepada diri kita.
Intinya adalah, amarah itu adalah sebuah alat yang bisa kita gunakan jika diperlukan dan bisa dikesampingkan jika tidak diperlukan. Jangan menggunakan amarah untuk memecahkan masalah yang datang ke dalam kehidupan kita, dan jangan bergantung dengan emosi tersebut karena walaupun amarah itu adalah sebuah emosi yang bersifat impulsif (sesaat), kita sebagai manusia mempunyai pilihan dan kekuatan untuk mengendalikannya.
Baca juga:Masalah di Dalam Kehidupan Tidak Akan Pernah Berakhir
Tapi itu bukan berarti kita tidak boleh marah, ya. Hanya saja seperti yang baru saja saya katakan, “Kita sebagai manusia mempunyai pilihan dan kekuatan untuk mengendalikan emosi amarah yang muncul secara tiba-tiba.” Silahkan saja marah kalau ada seseorang yang berbuat buruk kepada keluargamu, dan silahkan saja marah kalau kita tidak diperlakukan secara adil terkait dengan masalah besar seperti: saya tidak bisa memberikan sebuah contoh. Ha-ha.
Tapi, pastikan lebih dulu bahwa masalah tersebut benar-benar membuat ada sangat kesal sekali, jangan marah kalau hanya masalah-masalah tersebut sepele, seperti: marah-marah kalau tidak ada sinyal, padahal sedang menonton drama Jepang, dan marah-marah hanya karena masalah-masalah sepele lainnya. Saya pikir ada lumayan banyak masalah-masalah sepele yang ada di sekitar kita saat ini.
Seseorang yang menggunakan emosi amarah untuk hal-hal yang tidak penting atau sepele di dalam kehidupan ini adalah seseorang yang tidak menggunakan emosi amarahnya dengan tepat, atau juga bisa dikatakan sebagai: seseorang yang tidak mempunyai sebuah masalah yang penting untuk dipecahkan di dalam kehidupannya.

