Medan, 22 Februari 2025 – Dalam rangka memperingati Hari Peduli Sampah Nasional 2025, Program Studi Magister Psikologi Universitas Medan Area (UMA) menggelar acara bertema “Psikoedukasi Peran Lingkungan Bersih terhadap Psychological Well-Being Masyarakat”. Acara ini diadakan pada Sabtu, 22 Februari 2025, di Jembatan Kanal Bajak V, Medan, dan dihadiri oleh berbagai pihak, termasuk dosen, mahasiswa, serta perwakilan dari kampus-kampus lain di Medan.
Acara ini dihadiri oleh Direktur Pascasarjana UMA, Prof. Dr. Ir. Retna Astuti Kuswardani, MS, yang dalam sambutannya menekankan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesejahteraan psikologis masyarakat. “Lingkungan yang bersih tidak hanya berdampak pada kesehatan fisik, tetapi juga pada kesehatan mental. Kebersihan lingkungan dapat menciptakan rasa nyaman dan aman, yang pada akhirnya berkontribusi pada psychological well-being,” ujarnya.
Ketua Program Studi Magister Psikologi UMA beserta sejumlah dosen, termasuk Prof. Dr. Ir. Siti Mardiana, M.Si dan Dr. Ir. Zul Heri Noer, M.Si, turut hadir dalam acara ini. Mereka memberikan psikoedukasi kepada peserta tentang bagaimana lingkungan yang bersih dapat memengaruhi kesehatan mental. “Lingkungan yang kotor dan tidak teratur dapat menimbulkan stres dan kecemasan. Sebaliknya, lingkungan yang bersih dan teratur dapat meningkatkan mood dan produktivitas,” jelas Prof. Siti Mardiana.
Selain itu, mahasiswa Magister Psikologi UMA juga aktif berpartisipasi dalam acara ini dengan melakukan aksi bersih-bersih di sekitar Jembatan Kanal Bajak V. Mereka juga membagikan brosur dan poster yang berisi informasi tentang pentingnya menjaga kebersihan lingkungan bagi kesehatan mental. “Kami ingin mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap lingkungan sekitar, karena dampaknya sangat besar bagi kesejahteraan psikologis kita semua,” kata salah satu mahasiswa.

Perwakilan dari kampus-kampus lain di Medan juga turut serta dalam acara ini, menunjukkan semangat kolaborasi antar-institusi pendidikan dalam menyebarkan kesadaran akan pentingnya lingkungan bersih. Mereka sepakat bahwa upaya menjaga kebersihan lingkungan harus menjadi tanggung jawab bersama, bukan hanya pemerintah atau institusi tertentu.
Acara ini diakhiri dengan mencurahkan Ecoenzym sebagai simbolis di sekitar Jembatan Kanal Bajak V, sebagai bentuk komitmen untuk menciptakan aliran sungai yang bersih. Diharapkan, kegiatan ini tidak hanya menjadi momentum seremonial, tetapi juga dapat memicu aksi nyata dari seluruh lapisan masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan demi kesejahteraan psikologis yang lebih baik.
Dengan diadakannya acara ini, Program Studi Magister Psikologi UMA berharap dapat memberikan kontribusi nyata dalam meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya lingkungan bersih, sekaligus mendorong terciptanya psychological well-being yang lebih baik bagi seluruh masyarakat Medan dan sekitarnya.

