Skip to content
INOVATIF, PROFESIONAL DAN PERKEBPRIBADIAN
facebook
twitter
youtube
instagram
linkedin
Magister Psikologi Terbaik
Call Support 082274669161
Email Support [email protected]
Location Jalan Sei Serayu Nomor 70 A
Jalan Setia Budi Nomor 79 B
  • BERANDA
  • PROFIL
    • AKREDITASI
    • FUNGSIONARIS
    • STRUKTUR ORGANISASI
    • Visi Misi
  • AKADEMIK
    • Informasi Akademik
      • AKADEMIK ONLINE
      • E-Learning
    • KALENDER AKADEMIK
    • Jadwal Akademik
      • JADWAL PERKULIAHAN
      • Jadwal Ujian
      • JADWAL SEMINAR/SIDANG
    • KURIKULUM
      • Semester 1
      • Semester 2
      • Semester 3
      • Semester 4
  • AKTIVITAS
    • Jurnal Prodi
    • Kegiatan Prodi
  • MAHASISWA
    • Beasiswa
    • SISTEM INFORMASI
      • Data Mahasiswa
      • Blog Mahasiswa
      • Penelitian Mahasiswa
      • AOC
      • E-Learning
      • APIK
      • SAIS
      • Webmail
    • Prestasi Mahasiswa
  • DOSEN
    • Daftar Dosen
    • Dosen Penasehat Akademik
    • Blog Dosen
    • Elearning
    • Amadi
    • Webmail
  • ALUMNI
    • Tracer Study
    • Foto Wisuda
  • ARSIP
    • PEDOMAN
    • FORMULIR
    • Brosur
    • Artikel
  • Kerjasama
  • HELPDESK

Membebaskan Diri dari Tekanan Pikiran

Home > Artikel Baru > Membebaskan Diri dari Tekanan Pikiran

Membebaskan Diri dari Tekanan Pikiran

Posted on 8 April 202315 April 2023 by admin
0

Coba kita cek kembali seberapa sering ada kalimat yang menyertakan kata ‘’harus’’ dalam kehidupan kita. Harus melakukan A, mencapai B, menerima C, dan bentuk keharusan lainnya. Coba kita pelan-pelan dulu, sebenarnya apakah itu betul-betul harus? Kata siapa itu harus? Apakah pikiran itu memberi dampak positif atau sebaliknya untuk diri kita? Apabila dampaknya negatif, mungkin kita boleh jeda sejenak untuk mengenal lagi beragam keharusan yang ada di pikiran kita.

Should statement, adalah salah satu pola berpikir yang melibatkan kata ‘’harus’’ dalam melihat suatu hal. Pola berpikir ini merupakan salah satu bentuk distorsi kognitif, yaitu pemikiran yang kita percaya sebagai kebenaran padahal belum cukup buktinya. Pola berpikir ini umumnya memunculkan tekanan yang memicu kecemasan, panik, bingung, dan berbagai emosi tidak nyaman lainnya karena membawa kita seakan terperangkap dalam suatu aturan tertentu yang kaku.

Beberapa contoh should statement, seperti:

Aku harus menjadi yang paling baik di antara semua
Dia harusnya mengangkat teleponku segera
Aku harus menurunkan berat badan untuk tampil cantik
Mereka harusnya mengikuti apa yang aku katakan
Should statement membawa kita pada kondisi seakan tidak ada pilihan lain dan ketika hal itu tidak terwujud, maka artinya kita gagal. Hal ini bukan hanya mempengaruhi diri kita sendiri tetapi juga relasi kita dengan orang lain. Hal ini tentu berisiko memunculkan konflik di kemudian hari.

Pelan-pelan, kita lihat lagi. Kita perlu lebih lembut terhadap diri sendiri dan juga orang-orang terdekat kita. Dengan menyadari adanya should statement yang kita miliki dan bersedia memodifkasinya, relasi yang baik itu lebih mungkin terwujud.

Salah satu cara sederhana ketika menyadari ada should statement adalah dengan memodifikasi kata ‘’harus menjadi ingin’’. Contohnya:

‘’Aku harus menjadi yang paling baik di antara semua’’ menjadi ‘’Aku ingin menjadi yang terbaik’’
‘’Dia harusnya menjawab teleponku segera’’ menjadi ‘’Aku ingin dia segera menjawab teleponku’’
‘’Aku harus menurunkan berat badan untuk tampil cantik’’ menjadi ‘’Aku ingin menurunkan berat badanku’’
‘’Mereka harusnya mengikuti apa yang aku katakan’’ menjadi ‘’Aku ingin mereka mengikuti perkataanku’’
Mengubah ‘’harus’’ menjadi ‘’ingin’’ memberi ruang untuk kita mengambil kontrol terhadap situasi. ‘’Harus’’ identik dengan tekanan sedangkan ‘’Ingin’’ adalah sebuah pilihan. Kita tidak terperangkap pada situasi yang tidak memberi ruang untuk memilih. Dengan cara ini, kita juga kembali pada hakekat manusia yang tidak bisa menjamin bahwa semua hal terjadi sesuai keinginannya.

View this post on Instagram

Shared post on Time

Kaitan UMA

Kampus I
Jalan Kolam Nomor 1 Medan Estate / Jalan Gedung PBSI, Medan 20223
CALL CENTER UMA : 0811-6013-888
(061) 7368012
[email protected]
Kampus II
Jalan Sei Serayu Nomor 70 A / Jalan Setia Budi Nomor 79 B, Medan 20112
CALL CENTER UMA : 061-42402994
(061) 42402994
[email protected]
LOKASI KAMPUS PASCASARJANA UMA
Copyright © 2026 MPSI - Universitas Medan Area

This will close in 0 seconds