Skip to content
INOVATIF, PROFESIONAL DAN PERKEBPRIBADIAN
facebook
twitter
youtube
instagram
linkedin
Magister Psikologi Terbaik
Call Support 082274669161
Email Support [email protected]
Location Jalan Sei Serayu Nomor 70 A
Jalan Setia Budi Nomor 79 B
  • BERANDA
  • PROFIL
    • AKREDITASI
    • FUNGSIONARIS
    • STRUKTUR ORGANISASI
    • Visi Misi
  • AKADEMIK
    • Informasi Akademik
      • AKADEMIK ONLINE
      • E-Learning
    • KALENDER AKADEMIK
    • Jadwal Akademik
      • JADWAL PERKULIAHAN
      • Jadwal Ujian
      • JADWAL SEMINAR/SIDANG
    • KURIKULUM
      • Semester 1
      • Semester 2
      • Semester 3
      • Semester 4
  • AKTIVITAS
    • Jurnal Prodi
    • Kegiatan Prodi
  • MAHASISWA
    • Beasiswa
    • SISTEM INFORMASI
      • Data Mahasiswa
      • Blog Mahasiswa
      • Penelitian Mahasiswa
      • AOC
      • E-Learning
      • APIK
      • SAIS
      • Webmail
    • Prestasi Mahasiswa
  • DOSEN
    • Daftar Dosen
    • Dosen Penasehat Akademik
    • Blog Dosen
    • Elearning
    • Amadi
    • Webmail
  • ALUMNI
    • Tracer Study
    • Foto Wisuda
  • ARSIP
    • PEDOMAN
    • FORMULIR
    • Brosur
    • Artikel
  • Kerjasama
  • HELPDESK

Pengendalian Emosi Sebagai Ciri Mental yang Sehat

Home > Artikel Baru > Pengendalian Emosi Sebagai Ciri Mental yang Sehat

Pengendalian Emosi Sebagai Ciri Mental yang Sehat

Posted on 31 October 2022 by admin
0

Akhir akhir ini isu tentang kesehatan mental mulai hangat diperbincangkan di berbagai media sosial. Berbagai generasi sudah tidak asing dengan kata kesehatan mental atau mental health ini. Banyak dari mereka yang mulai peka terhadap berbagai istilah seputar kesehatan mental, baik itu tentang how to love our self atau bahkan tentang penyakit-penyakit mental seperti depresi dan bipolar. Nah pada topik pembahasaan kali ini saya akan membahas mengenai salah satu cara memiliki mental yang sehat dengan keterampilan pengendalian emosi. Sebelum itu, sudahkah kita mengetahui apa itu kesehatan mental?

Kesehatan mental adalah keadaan sosial dan emosional dimana kita terhindar dari gangguan gangguan yang merusak kesejahteraan. Sehat yang dimaksud disini adalah terlepas dari gangguan-gangguan yang merusak mental, kestabilan emosi, dan ketenangan pikiran. Orang yang memiliki mental yang sehat adalah orang yang mampu mengendalikan segala hal yang ada di batinnya. Lalu apa hubungannya dengan emosi?

Emosi adalah bentuk respon fisiologis terhadap rangsangan dari lingkungan sekitar. Dapat dikatakan bahwa emosi merupakan interpretasi dalam pikiran kita terhadap rangsangan emosional, baik yang datang dari dalam maupun luar tubuh. Emosi dapat berkembang dari berbagai hal yang diri kita rasakan, bisa dari relasi kita terhadap sesama, respon terhadap kepekaan sekitar, ataupun sebagai benteng pertahanan diri.

Emosi dapat diklasifikasikan menjadi dua kategori, yakni emosi dengan afeksi positif dan afeksi negatif. Afeksi positif merupakan bentuk respon diri terhadap kesejahteraan seseorang. Interpretasi dari afeksi positif ini dapat berupa kebahagiaan, antusiasme, keceriaan, tertawa, rasa syukur dan lainnya. Sementara afeksi negatif merupakan bentuk respons terhadap sesuatu yang kurang tepat dengan apa yang kita rasakan. Bentuk dari afeksi negatif dapat berupa perasaan marah, kesal, sedih, dan lainnya.

Pentingnya kemampuan mengendalikan emosi dapat menjadi salah satu kunci untuk memiliki mental yang sehat. Pengendalian emosi disini berarti kita dituntut untuk mampu mengenali dan mengelola tentang apa yang sedang kita rasakan sehingga selanjutnya kita mampu menentukan pilihan yang solutif. Emosi yang berlebihan baik itu perasaan senang,sedih ataupun marah jika tidak dapat dikendalikan dengan baik maka akan memberikan dampak yang buruk bagi kesehatan mental.

Pengendalian terhadap emosi positif dapat menunjang seseorang agar mampu berpikir positif, sehingga nantinya dapat menghasilkan respon yang positif juga. Hal ini akan mempengaruhi pola pikir kita terhadap motivasi dan kesejahteraan diri. Begitupun sebaliknya, pengendalian terhadap emosi negatif berarti kita dituntut untuk dapat mengendalikan rasa marah, kesal, ataupun sedih agar sesuai dengan porsinya. Apabila perasaan marah, kesal, sedih atau sejenisnya ini tidak dapat dikendalikan maka akan membentuk perasaan negatif lainnya.

Mengendalikan emosi negatif terbilang cukup sulit dibanding mengendalikan emosi positif, karena dalam emosi negatif ini timbul rasa tidak nyaman yang diri kita rasakan. Mengendalikan emosi negatif dapat dilakukan dengan mengalihkan perhatian kita. Pengalihan perhatian ini bisa dilakukan dengan berkegiatan positif seperti membaca buku, bertamasya, ataupun melakukan hal yang kita sukai lainnya. Dalam pengendalian emosi negatif ini perlu dilakukan secara hati-hati agar tidak menimbulkan emosi negatif baru.

Pengendalian emosi baik negatif maupun positif ini tidak menuntut kita untuk memendam apa yang kita rasakan, akan tetapi agar kita lebih mengetahui mana porsi yang pas untuk diri kita. Emosi yang dipendam sendiri juga lambat laun dapat merusak kesehatan mental yang kita miliki. Maka dari itu kita dituntut mampu mengendalikan emosi dengan baik agar tidak merusak pola pikir dan kesejahteraan diri.

 

View this post on Instagram

Shared post on Time

Kaitan UMA

Kampus I
Jalan Kolam Nomor 1 Medan Estate / Jalan Gedung PBSI, Medan 20223
CALL CENTER UMA : 0811-6013-888
(061) 7368012
[email protected]
Kampus II
Jalan Sei Serayu Nomor 70 A / Jalan Setia Budi Nomor 79 B, Medan 20112
CALL CENTER UMA : 061-42402994
(061) 42402994
[email protected]
LOKASI KAMPUS PASCASARJANA UMA
Copyright © 2026 MPSI - Universitas Medan Area

This will close in 0 seconds