Skip to content
INOVATIF, PROFESIONAL DAN PERKEBPRIBADIAN
facebook
twitter
youtube
instagram
linkedin
Magister Psikologi Terbaik
Call Support 082274669161
Email Support [email protected]
Location Jalan Sei Serayu Nomor 70 A
Jalan Setia Budi Nomor 79 B
  • BERANDA
  • PROFIL
    • AKREDITASI
    • FUNGSIONARIS
    • STRUKTUR ORGANISASI
    • Visi Misi
  • AKADEMIK
    • Informasi Akademik
      • AKADEMIK ONLINE
      • E-Learning
    • KALENDER AKADEMIK
    • Jadwal Akademik
      • JADWAL PERKULIAHAN
      • Jadwal Ujian
      • JADWAL SEMINAR/SIDANG
    • KURIKULUM
      • Semester 1
      • Semester 2
      • Semester 3
      • Semester 4
  • AKTIVITAS
    • Jurnal Prodi
    • Kegiatan Prodi
  • MAHASISWA
    • Beasiswa
    • SISTEM INFORMASI
      • Data Mahasiswa
      • Blog Mahasiswa
      • Penelitian Mahasiswa
      • AOC
      • E-Learning
      • APIK
      • SAIS
      • Webmail
    • Prestasi Mahasiswa
  • DOSEN
    • Daftar Dosen
    • Dosen Penasehat Akademik
    • Blog Dosen
    • Elearning
    • Amadi
    • Webmail
  • ALUMNI
    • Tracer Study
    • Foto Wisuda
  • ARSIP
    • PEDOMAN
    • FORMULIR
    • Brosur
    • Artikel
  • Kerjasama
  • HELPDESK

Introvert dan Pandemi Covid-19

Home > Artikel Baru > Introvert dan Pandemi Covid-19

Introvert dan Pandemi Covid-19

Posted on 18 October 2022 by admin
0

Dalam psikologi, tipe kepribadian dikelompokkan menurut cara orang mendapatkan gairah hidupnya. Pengelompokan ini pertama kali diciptakan oleh Carl Gustav Jung dalam bukunya Psychologische Typen. Umumnya, ekstrovert mendapatkan gairah mereka dari interaksi sosial.

Apa itu introvert?
Introvert adalah kepribadian yang cenderung menarik diri, pendiam, tenang, lebih suka menyendiri dan tidak terburu-buru. Para introvert juga lebih suka bekerja secara mandiri. Mereka menyendiri karena membutuhkan waktu untuk memulihkan energinya setelah berada dalam keramaian atau lingkungan sosial.

Banyak orang menganggap bahwa seorang introvert adalah tipikal orang yang pemalu atau tidak ramah, padahal ini bukan bagian dari sifat introvert. Karena seperti dilansir Healthline, introvert juga suka bersosialisasi, meski dalam skala kecil. Secara umum, para introvert ini tidak suka basa-basi, tetapi mereka menyukai percakapan yang bermakna dan berkualitas tinggi.

Kaum introvert di masa Pandemi
Tahun 2020 adalah tahun di mana hampir seluruh dunia dilanda virus covid-19. Gejala yang mereka alami saat terkena covid-19 yaitu seperti demam pada umumnya, seperti panas, batuk, dan pilek.

Pandemi covid-19 ini telah menyebabkan berjuta manusia meninggal dunia akibat virus covid-19 tersebut. Penyebaran virus covid-19 dapat melalui tetesan kecil(droplet) dari hidung atau mulut pada saat batuk atau bersin. Hal itu menyebabkan dilakukannya pembatasan sosial atau social distancing agar virus covid-19 tidak menyebar dan memakan korban jiwa lebih banyak.

Banyak yang beranggapan bahwa social distancing adalah sebuah keuntungan bagi para introvert. Dikarenakan adanya kemungkinan seorang introvert lebih nyaman jika sedikit interaksi dengan orang lain dan menghabiskan waktu sendirian.

Mungkin terlihat hal biasa jika seorang introvert tetap diam di dalam rumah dan meminimalisir interaksi sosial. Jadi seorang introvert mempunyai banyak waktu untuk dirinya sendiri tanpa ada gangguan dari orang lain, tanpa adanya rasa lelah setelah berada dalam keramaian atau lingkungan sosial. Dengan berada di zona nyaman nya mereka dapat mengeksplorasi pikiran mereka dan menemukan ide ide baru.

Apakah social distancing adalah surga bagi para introvert?
Profesor psikologi di University of Arizona, Matthias Mehl mengungkapkan benar bahwa para introvert rata-rata memiliki lebih sedikit interaksi sosial dibandingkan para ekstrovert, tetapi bukan berarti social distancing adalah sesuatu yang biasa untuk para introvert.

Sama seperti ekstrovert, ternyata para introvert juga mengalami kesulitan dalam situasi pandemi tersebut. Para introvert mungkin menikmati zona nyaman nya, tetapi tidak dengan situasi pandemi seperti ini.

Mereka juga merindukan rutinitas dan pergi keluar. karena situasi ini mereka harus menjaga jarak dari orang lain bukan berdasarkan keinginan mereka sendiri, tetapi keadaan yang membuat mereka untuk melaksanakan pembatasan sosial tersebut. Oleh karena itu, seorang introvert juga mengalami stres di situasi pandemi ini.

Ditambah lagi mereka terbebani dengan adanya klaim stereotip yang menganggap bahwa para introvert tidak terpengaruh dengan adanya social distancing karena sudah terbiasa.

View this post on Instagram

Shared post on Time

Kaitan UMA

Kampus I
Jalan Kolam Nomor 1 Medan Estate / Jalan Gedung PBSI, Medan 20223
CALL CENTER UMA : 0811-6013-888
(061) 7368012
[email protected]
Kampus II
Jalan Sei Serayu Nomor 70 A / Jalan Setia Budi Nomor 79 B, Medan 20112
CALL CENTER UMA : 061-42402994
(061) 42402994
[email protected]
LOKASI KAMPUS PASCASARJANA UMA
Copyright © 2026 MPSI - Universitas Medan Area

This will close in 0 seconds