Skip to content
INOVATIF, PROFESIONAL DAN PERKEBPRIBADIAN
facebook
twitter
youtube
instagram
linkedin
Magister Psikologi Terbaik
Call Support 082274669161
Email Support [email protected]
Location Jalan Sei Serayu Nomor 70 A
Jalan Setia Budi Nomor 79 B
  • BERANDA
  • PROFIL
    • AKREDITASI
    • FUNGSIONARIS
    • STRUKTUR ORGANISASI
    • Visi Misi
  • AKADEMIK
    • Informasi Akademik
      • AKADEMIK ONLINE
      • E-Learning
    • KALENDER AKADEMIK
    • Jadwal Akademik
      • JADWAL PERKULIAHAN
      • Jadwal Ujian
      • JADWAL SEMINAR/SIDANG
    • KURIKULUM
      • Semester 1
      • Semester 2
      • Semester 3
      • Semester 4
  • AKTIVITAS
    • Jurnal Prodi
    • Kegiatan Prodi
  • MAHASISWA
    • Beasiswa
    • SISTEM INFORMASI
      • Data Mahasiswa
      • Blog Mahasiswa
      • Penelitian Mahasiswa
      • AOC
      • E-Learning
      • APIK
      • SAIS
      • Webmail
    • Prestasi Mahasiswa
  • DOSEN
    • Daftar Dosen
    • Dosen Penasehat Akademik
    • Blog Dosen
    • Elearning
    • Amadi
    • Webmail
  • ALUMNI
    • Tracer Study
    • Foto Wisuda
  • ARSIP
    • PEDOMAN
    • FORMULIR
    • Brosur
    • Artikel
  • Kerjasama
  • HELPDESK

Penerapan Self Love

Home > Artikel Baru > Penerapan Self Love

Penerapan Self Love

Posted on 19 September 2022 by admin
0

Gerakan self-love pada Gen Z merupakan suatu fenomena yang timbul karena adanya perlawanan terhadap sikap masyarakat yang mengobjektifitaskan kualifikasi seorang individu agar dapat diterima di masyarakat1 demi menunjang kesehatan mental individu dan sebagai sarana motivasi untuk merubah diri.

Self-love sendiri menurut Donna Rockwell, PsyD yang dilansir dari tulisannya di Newslatter American Psychological Association, self-love adalah kemampuan mengetahui diri sendiri, suatu bentuk kesadaran diri yang membebaskan aktor dari tindakan termakan ego yang membuatnya berpikir apa pun yang dilakukan seseorang adalah tentang “aku”, yang menunjuk ke peranan yang kita mainkan dalam skala yang lebih besar, kemungkinan yang lebih besar untuk terhubung dengan komunitas, untuk menyentuh dan disentuh, untuk menjadi bagian dari proses penyembuhan2.

Namun dengan meledaknya popularitas konsep self-love pada kalangan Gen Z, mulai maraknya munculnya pelencangan terhadap konsep self-love itu sendiri.

 

Self-love yang awalnya berorientasi pada kesehatan mental Gen Z mulai di senangi khalayak umum dikarenakan sisi positif yang ditimbulkannya. Namun dengan semakin massalnya konsep self-love diketahui publik, sudah pasti akan ada pencocokan ide dengan tujuan memperbaiki atau merubah konsep self-love agar dapat cocok dengan sudut pandangnya.

Dimana perubahan tersebut dapat menguntungkan satu golongan tertentu namun beresiko merugikan pihak tertentu karena adanya pelencengan pada konsep awal dari self-love sendiri, contohnya dimana pihak tertentu yang merubah konsep self-love menjadi suatu cara menormalisasikan gaya hidup yang tidak sehat, atau menormalisasikan sikap yang merendahkan orang lain dengan iming-iming menjaga kesehatan mental pribadi.

Jadi bagaimana kita sebagai individu yang tidak familiar terhadap konsep self-love dapat mengetahui cara yang benar dalam menerapkannya dan tidak berakhir merusak diri ataupun lingkungan sosial kita dengan penerapan yang salah?

 

 

View this post on Instagram

Shared post on Time

Kaitan UMA

Kampus I
Jalan Kolam Nomor 1 Medan Estate / Jalan Gedung PBSI, Medan 20223
CALL CENTER UMA : 0811-6013-888
(061) 7368012
[email protected]
Kampus II
Jalan Sei Serayu Nomor 70 A / Jalan Setia Budi Nomor 79 B, Medan 20112
CALL CENTER UMA : 061-42402994
(061) 42402994
[email protected]
LOKASI KAMPUS PASCASARJANA UMA
Copyright © 2026 MPSI - Universitas Medan Area

This will close in 0 seconds